- IHSG diproyeksi menguat di kisaran 6.057–6.162.
- Reliance jagokan BBCA, EXCL, CPIN, dan SCMA.
- Bursa Asia melemah, namun sinyal teknikal IHSG tetap positif.
Suara.com - PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (17/7/2026). Meski mayoritas bursa saham Asia dibuka di zona merah, sentimen teknikal dinilai masih memberikan ruang bagi pasar saham domestik untuk bergerak positif.
Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Reza Priyambada, mengatakan IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran support 6.057 hingga resistance 6.162. Peluang penguatan dinilai tetap terbuka seiring munculnya sinyal teknikal positif pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.
"Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak pada kisaran support di level 6.057 dan resistance di level 6.162 dengan kecenderungan menguat. Meski mayoritas bursa Asia pada pagi ini melemah, peluang penguatan IHSG masih terbuka didukung sejumlah saham yang menunjukkan sinyal teknikal positif," ujar Reza Priyambada, Jumat (17/7/2026).
Pada perdagangan pagi, sebagian besar indeks saham Asia tercatat mengalami tekanan. Salah satunya Indeks Nikkei 225 yang terkoreksi sekitar 3,05 persen. Kondisi tersebut mencerminkan investor global masih mencermati berbagai sentimen eksternal yang membayangi pergerakan pasar keuangan regional.
Meski demikian, Reliance Sekuritas menilai kondisi tersebut belum menutup peluang penguatan IHSG karena sejumlah saham domestik mulai menunjukkan pola akumulasi beli dan konfirmasi tren naik berdasarkan indikator teknikal.
BBCA Jadi Saham Favorit
Reliance Sekuritas menempatkan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebagai salah satu pilihan utama dengan rekomendasi buy. Secara teknikal, harga saham BBCA masih bergerak di atas rata-rata pergerakan MA5 dan MA20, sementara candlestick membentuk pola bullish yang diperkuat sinyal golden cross pada indikator MACD.
BBCA direkomendasikan masuk pada area 6.150–6.300, dengan target harga 7.000. Adapun level resistance berada di kisaran 6.425–6.625, support 5.900, serta stop loss 5.875.
EXCL dan CPIN Dinilai Masih Prospektif
Selain BBCA, Reliance Sekuritas juga merekomendasikan saham PT XL Axiata Tbk (EXCL). Saham ini dinilai masih berada dalam tren naik setelah bergerak di atas MA5 dan MA20 serta mengonfirmasi pola three white soldiers, yang umumnya menjadi sinyal lanjutan penguatan.
EXCL direkomendasikan pada kisaran 2.570–2.630, dengan target 2.930, resistance 2.700–2.780, support 2.470, dan stop loss 2.460.
Sementara itu, saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) juga mulai menunjukkan momentum positif. Reliance menilai saham ini berhasil menembus MA5 dan membentuk pola bullish belt hold, yang didukung akumulasi beli pada histogram MACD serta sinyal golden cross.
CPIN direkomendasikan masuk di kisaran 3.070–3.150, dengan target 3.510, resistance 3.220–3.320, support 2.950, dan stop loss 2.940.
SCMA Masuk Daftar Rekomendasi
Saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) turut masuk dalam daftar rekomendasi beli Reliance Sekuritas. Secara teknikal, harga saham telah menembus MA5 dan MA20, sementara pola candlestick bullish belt hold serta golden cross pada MACD mengindikasikan potensi kenaikan lanjutan.
Reliance merekomendasikan pembelian SCMA pada kisaran 206–214, dengan target harga 240. Adapun resistance berada di level 218–224, support 199, dan stop loss 198.
Dengan kombinasi sinyal teknikal yang membaik pada sejumlah saham unggulan, Reliance Sekuritas menilai peluang penguatan IHSG masih terbuka meski investor tetap perlu mewaspadai sentimen global yang berpotensi memicu volatilitas pasar.