Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Jangan Bebani Pemerintahan Jokowi-JK dengan Subsidi BBM

Doddy Rosadi

Jum'at, 01 Agustus 2014 | 21:05 WIB
Jangan Bebani Pemerintahan Jokowi-JK dengan Subsidi BBM
Ilustrasi pengisian bahan bakar. (Antara/Muhammad Adimaja)

Suara.com - Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono diimbau untuk tidak membebani Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan beban subsidi BBM yang besar.

Pengamat perminyakan Kurtubi mengatakan, pemerintahan SBY seharusnya segera menaikkan harga BBM subsidi agar beban APBN Perubahan untuk alokasi dana subsidi tidak semakin besar.

Kata dia, alokasi BBM subsidi sebesar 46 juta kilo liter pada tahun ini hampir pasti akan terlewati. Karena, hingga enam bulan pertama konsumsi BBM subsidi sudah mencapai 22.9 juta kilo liter. Satu-satunya cara untuk mengerem laju konsumsi BBM subsidi adalah menaikkan harga.

“Minimal harga BBM subsidi naik Rp1.000 hingga Rp2.000 per liter. Menurut hitungan saya, kalau harga BBM subsidi dinaikkan Rp2.000 per liter maka dana yang bisa dihemat sekitar Rp50 triliun. Nah, dana yang dihemat itu bisa dipakai untuk pembangunan infrastruktur bahan bakar gas seperti SPBG,” kata Kurtubi kepada suara.com melalui sambungan telepon, Jumat (1/8/2014).

Kurtubi menambahkan, dana APBN untuk subsidi BBM sudah hampir Rp300 triliun. Apabila pemerintahan SBY tidak menaikkan harga BBM, maka pemerintahan Jokowi-JK akan terbebani dengan masalah subsidi BBM.

Kata dia, keputusan BPH Migas untuk membatasi penjualan BBM subsidi seperti solar dan premium tidak kontraproduktif. Karena, lebih baik menaikkan harga dan stok BBM ada di SPBU dibandingkan tidak menaikkan harga tetapi stok BBM jarang ditemukan di SPBU.

Mulai pekan depan, Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) akan membatasi penjualan solar subsidi. Anggota BPH Migas Ibrahim Hasyim mengatakan, pembatasan penjualan solar subsidi ini diterapkan di daerah-daerah yang rawan terjadi penyimpangan solar subsidi.

29 SPBU di tempat peristirahatan di jalan tol juga tidak boleh lagi menjual BBM subsidi. Mulai hari ini, SPBU di Jakarta Pusat juga tidak menjual solar subsidi. Keputusan ini diambil agar kuoat BBM subsidi sebesar 46 juta kiloliter pada tahun ini cukup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pertamina: Tanpa Pembatasan, Premium Habis 19 Desember

Pertamina: Tanpa Pembatasan, Premium Habis 19 Desember

Bisnis | Jum'at, 01 Agustus 2014 | 17:21 WIB

Pembatasan Penjualan BBM Subsidi Bisa Memicu Kerusuhan Sosial

Pembatasan Penjualan BBM Subsidi Bisa Memicu Kerusuhan Sosial

Bisnis | Jum'at, 01 Agustus 2014 | 15:18 WIB

Pertamina Ajak Konsumen Gunakan Solar yang Lebih Berkualitas

Pertamina Ajak Konsumen Gunakan Solar yang Lebih Berkualitas

Bisnis | Jum'at, 01 Agustus 2014 | 15:09 WIB

Terkini

Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional

Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:30 WIB

Airlangga Klaim Investasi Sektor Hilirisasi Terus Berkembang, Realisasi Tembus Rp 498,79 T

Airlangga Klaim Investasi Sektor Hilirisasi Terus Berkembang, Realisasi Tembus Rp 498,79 T

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:19 WIB

Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen

Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:06 WIB

Target Penerimaan Negara Naik di 2027, Purbaya Bakal Andalkan Coretax

Target Penerimaan Negara Naik di 2027, Purbaya Bakal Andalkan Coretax

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:03 WIB

MBG Masuk Daerah 3T, PU Telah Bangun 22 SPPG

MBG Masuk Daerah 3T, PU Telah Bangun 22 SPPG

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:52 WIB

Tak Hanya untuk Investasi, Aset Kripto Bisa Penuhi Gaya Hidup

Tak Hanya untuk Investasi, Aset Kripto Bisa Penuhi Gaya Hidup

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:47 WIB

Kelola Transaksi, Begini Caranya Agar UMKM Bisa Pisahkan Dana Bisnis dan Pribadi

Kelola Transaksi, Begini Caranya Agar UMKM Bisa Pisahkan Dana Bisnis dan Pribadi

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:42 WIB

Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Imbau Masyarakat Sadar Tak Pindah

Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Imbau Masyarakat Sadar Tak Pindah

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:35 WIB

Mohon Maaf Warga Serpong, PLN Matikan Listrik di Beberapa Wilayah

Mohon Maaf Warga Serpong, PLN Matikan Listrik di Beberapa Wilayah

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:16 WIB

Singapura Buka Suara soal Aturan Ekspor Satu Pintu Danantara Sumberdaya Indonesia

Singapura Buka Suara soal Aturan Ekspor Satu Pintu Danantara Sumberdaya Indonesia

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:00 WIB