Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

Ebola Melumpuhkan Perekonomian Negara di Afrika Barat

Doddy Rosadi

Kamis, 21 Agustus 2014 | 10:15 WIB
Ebola Melumpuhkan Perekonomian Negara di Afrika Barat
Seorang pekerja kesehatan di pusat perawatan pasien Ebola di Kailahun, Sierra Leone. (Reuters/Tommy Trenchard)

Suara.com - Sandi Sesay adalah seorang supir di sebuah perusahaan tambang Sierra Leone. Bosnya meminta Sandi untuk tidak masuk kerja dulu menyusul wabah Ebola yang melanda negeri itu. Sang bos berjanji akan tetap memberikan gaji meski dia tidak masuk kerja.

Dua minggu setelah “berhenti” bekerja, Sesay (29 tahun) belum menerima sepeser pun uang dari Dawnus Construction Ltd, tempat dia bekerja.

“Saya mengurus ibu, adik dan juga istri dengan tiga orang anak, bagaimana saya bisa tetap bertahan hidup,” katanya.

Kehidupan Sesay dan mayoritas warga Sierra Leone lainnya terlihat cerah sebelum wabah Ebola menyerang. Perekonomian tumbuh 14 persen, atau tiga kali lebih besar dibandingkan negara Afrika Barat lainnya. Di Liberia dan Guinea, yang juga terkena wabah Ebola, investasi yang masuk mencapai miliaran dolar dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Ketika Ebola mulai menyerang pada Desember lalu, semuanya berubah. Produksi perusahaan komoditas melambat. Perekonomian tiga negara tersebut lumpuh dengan kerugian yang ditaksir mencapai 13 miliar dolar Amerika. Sime Darby Bhd, perusahaan kelapa sawit terbesar di dunia telah menghentikan sementara produksi di Liberia.

Ancelor Mittal, perusahaan pembuat baja terbesar di dunia juga menunda ekspansi di Liberia karena kontraktor memindahkan semua karyawannya setelah wabah Ebola semakin luas. Hingga kini, jumlah korban tewas akibat Ebola sudah menembus angka di atas 1.000 orang.

Badan Kesehatan PBB (WHO) juga sudah menetapkan darurat kesehatan internasional terhadap wabah Ebola. Para peneliti masih belum menemukan obat yang bisa menyembuhkan virus Ebola. Zmapp, obat yang ditengarai bisa mematikan virus Ebola masih belum diuji coba kepada manusia. Tanpa adanya obat yang bisa melumpuhkan virus tersebut, Ebola bukan hanya akan memakan korban jiwa tetap juga melumpuhkan perekonomian negara-negara di Afrika Barat. (Bloomberg)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Virus Ebola Mulai Menyebar Keluar Afrika

Virus Ebola Mulai Menyebar Keluar Afrika

Health | Rabu, 20 Agustus 2014 | 13:25 WIB

Afsel Klaim Aman dari Ebola, Wisatawan Diminta Tidak 'Lari'

Afsel Klaim Aman dari Ebola, Wisatawan Diminta Tidak 'Lari'

Lifestyle | Rabu, 20 Agustus 2014 | 04:36 WIB

Ebola Ancam Tempat Wisata Populer di Spanyol

Ebola Ancam Tempat Wisata Populer di Spanyol

Health | Senin, 18 Agustus 2014 | 03:46 WIB

Terkini

Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer

Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:48 WIB

Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya

Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:34 WIB

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:26 WIB

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:17 WIB

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:05 WIB

RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS

RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:59 WIB

Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru

Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:54 WIB

Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing

Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:50 WIB

Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN

Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:40 WIB

Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati

Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:39 WIB