Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.956,804
LQ45 669,344
Srikehati 325,787
JII 462,109
USD/IDR 17.345

Andrew John Hall, Tuhan para Pedagang Minyak Mentah

Doddy Rosadi | Suara.com

Jum'at, 05 September 2014 | 16:50 WIB
Andrew John Hall, Tuhan para Pedagang Minyak Mentah
Andrew John Hall (tengah). (Bloomberg)

Suara.com - Nama Andre John Hall dikenal sebagai “Tuhan” dari para pedagang minyak mentah di dunia. Hall membangun sukses dengan prinsip yang sederhana yaitu setiap orang yang tidak sependapat dengannya sudah pasti salah.

Selama 30 tahun terakhir, prinsipnya itu menjadi strategi pembunuh yang jitu. Seperti pemain poker yang terus meraih kemenangan, Hall meraih miliaran dolar dari perusahaan dengan menjual minyak mentah seperti memasang taruhan yang agresif.

Dia merupakan salah satu pedagang minyak dunia yang bisa mengantisipasi krisis minyak pada 2008. Saking hebatnya, Hall pernah mendapatkan bayaran 98 juta dolar Amerika dalam satu hari. Itu terjadi pada 2008 ketika dia menjalankan perusahaan Citiroup Inc’s Phibro LLC. Tahun berikutnya, dia sukses meraih 100 juta dolar dalam sehari.

Melonjaknya harga minyak mentah dunia dari tahun ke tahun semakin mempertebal pundi-pundi Hall. Eksplorasi minyak di Amerika mencapai titik tertinggi dalam 27 tahun terakhir sehingga negara Pamans Sam itu mampu memenuhi 84 persen konsumsi dalam negerinya.

Namun, Hall mulai kehilangan daya magisnya. Sejumlah asetnya terus merugi seperti Astenbeck Capital Management LLC yang turun dari 4,8 miliar dolar Amerika pada Januari menjadi 3,4 miliar dolar Amerika pada Mei. Sedangkan Astenbeck di Connecticut juga turun 3,8 persen.

Meski terus merugi, Hall tetap optimistis bahwa harga minyak dunia akan terus naik. Dalam surat kepada investor, dia meyakinkan bahwa harga minyak akan kembali bangkit.

“Ketika anda percaya kepada sesuatu, maka fakta menjadi hambatan yang tidak menyenangkan,” kata Hall ketika ditanya tentang prediksi harga minyak akan turun menjadi 75 dolar Amerika per barel.

Hall kembali akan melanjutkan perjudiannya dan memprediksi harga minyak mentah dunia akan menembus 150 dolar Amerika per barel dalam waktu kurang dari lima tahun.

Dia menggunakan sebagian besar uangnya untuk investasi kontrak minyak dalam jangka panjang, yang baru akan dihasilkan pada 2019. Untuk menarik pembeli, penjual kontrak jangka panjang itu biasanya akan menawarkan potongan harga dari harga jual minyak sekarang.

Strategi yang digunakan Hall ini, yang disebut sebagai loan sharking, telah memperlihatkan tanda-tanda kesuksesan. Pada Februari lalu, kontrak minyak di West Texas Intermediate baru mencapai 76 dolar Amerika.

Pada Juli, angka itu sudah  naik menjadi 88 dolar Amerika. Dengan demikian, Hall sudah meraih keuntungan 12 dolar Amerika per barel atau 16 persen, dari kontrak jangka panjangnya itu. (Bloomberg)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Surplus Neraca Perdagangan Dorong IHSG Naik pada Sesi I, 359 Saham Menghijau

Surplus Neraca Perdagangan Dorong IHSG Naik pada Sesi I, 359 Saham Menghijau

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 13:02 WIB

Bank Mega Syariah Cetak Laba Rp79,97 Miliar di Triwulan I 2026

Bank Mega Syariah Cetak Laba Rp79,97 Miliar di Triwulan I 2026

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 12:53 WIB

Cek Katalog Promo Superindo Weekday Terbaru 4-7 Mei 2026, Diskon Gila-gilaan Awal Pekan

Cek Katalog Promo Superindo Weekday Terbaru 4-7 Mei 2026, Diskon Gila-gilaan Awal Pekan

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 12:03 WIB

Telin dan DITO Telecommunity Perkuat Konektivitas Regional, Dorong Akselerasi Ekosistem Digital

Telin dan DITO Telecommunity Perkuat Konektivitas Regional, Dorong Akselerasi Ekosistem Digital

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 12:00 WIB

Harga Pangan Nasional 4 Mei 2026: Bawang Merah Tembus Rp52.700/Kg, Cabai dan Gula Ikut Meroket

Harga Pangan Nasional 4 Mei 2026: Bawang Merah Tembus Rp52.700/Kg, Cabai dan Gula Ikut Meroket

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 11:55 WIB

Waduh! Subsidi & Kompensasi Energi Bengkak 266%, Tembus Rp118 Triliun

Waduh! Subsidi & Kompensasi Energi Bengkak 266%, Tembus Rp118 Triliun

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 11:48 WIB

LG Lebaran Sehat Hadir di Pasirlangu, Bangkitkan Harapan Warga Pascabencana

LG Lebaran Sehat Hadir di Pasirlangu, Bangkitkan Harapan Warga Pascabencana

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 11:15 WIB

Bos BI Perry Warjiyo Beberkan Strategi Perkuat Stabilitas Rupiah

Bos BI Perry Warjiyo Beberkan Strategi Perkuat Stabilitas Rupiah

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 11:08 WIB

Apa Itu CNG? Ini Calon Pengganti LPG yang Diklaim Lebih Murah hingga 40 Persen!

Apa Itu CNG? Ini Calon Pengganti LPG yang Diklaim Lebih Murah hingga 40 Persen!

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 10:32 WIB

IHSG di Zona Hijau, Ini Faktor Utama Penopang Penguatan Bursa Hari Ini

IHSG di Zona Hijau, Ini Faktor Utama Penopang Penguatan Bursa Hari Ini

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 10:31 WIB