Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Elpiji 12 Kg Naik, Ini Harapan Pengusaha

Doddy Rosadi

Selasa, 09 September 2014 | 14:50 WIB
Harga Elpiji 12 Kg Naik, Ini Harapan Pengusaha
Seorang pengecer mengangkut tabung gas elpiji 12 kilogram di salah satu agen gas elpiji di Cipondoh, Tangerang, Banten. (Antara/Rivan Awal Lingga)

Suara.com - Pengusaha berharap realisasi kenaikan harga elpiji nonsubsidi 12 kilogram tidak terlalu tinggi karena dikhawatirkan terjadi kelesuan pasar dan beralih ke epiji subsidi tiga kilogram.

"Kebijakan menaikan harga adalah wewenang pemerintah dan Pertamina, namun kami berharap jangan terlalu tinggi menaikannya karena pasti berdampak ke penjualan," kata pemilik agen elpiji nonsubsidi PT Tuah Karsa, Tuah Laksamana.

Ia mengatakan harga eceran tertinggi (HET) elpiji 12 kilogram (kg) di tingkat agen di Kota Pekanbaru kini mencapai Rp91.600 per tabung dan saat di tingkat pengecer bisa mencapai Rp105.000 tergantung lokasinya.

Apabila kenaikan harga nanti mencapai 10 persen, ia memprediksi konsumen khususnya dari kalangan rumah tangga akan beralih ke elpiji bersubdi kapasitas 3 Kg yang harga ecerannya kini Rp16 ribu per tabung.

"Perbedaan harga tabung 12 kilogram dengan yang bersubsidi sangat jauh sekali. Konsumen pasti akan beralih karena itu sudah menjadi hukum pasar mencari harga yang termurah," katanya.

Ia mengatakan permintaan elpiji 12 Kg jelang kenaikan harga kini masih stabil. Pasokan untuk agen juga masih lancar dari Pertamina, yakni mencapai 540 hingga 720 tabung per hari.

Menurut dia, pemerintah setelah melakukan kenaikan harga elpiji juga harus menjamin agar tidak terjadi peralihan konsumen ke elpiji bersubsidi yang sebenarnya diperuntukan untuk masyarakat kurang mampu dan usaha mikro dan kecil.

"Semoga pasar tidak beralih, dan pengusaha sendiri juga selalu membantu memberi pemahaman ke masyarakat bahwa tabung elpiji bersubsidi untuk masyarakat miskin. Dan saya harap pemerintah terus melakukan pengawasan dan edukasi ke masyarakat," katanya.

Sebelumnya, pemerintah sudah memberikan "lampu hijau" bagi Pertamina untuk menaikan harga elpiji bersubsidi. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Akhirnya, Pemerintah Izinkan Pertamina Naikkan Harga Elpiji 12 Kg

Akhirnya, Pemerintah Izinkan Pertamina Naikkan Harga Elpiji 12 Kg

Bisnis | Senin, 08 September 2014 | 19:26 WIB

Keputusan Kenaikan Elpiji 12 Kg di Tangan SBY

Keputusan Kenaikan Elpiji 12 Kg di Tangan SBY

Bisnis | Rabu, 20 Agustus 2014 | 16:22 WIB

Pemerintah Setuju Harga Elpiji 12 Kg Naik

Pemerintah Setuju Harga Elpiji 12 Kg Naik

Bisnis | Rabu, 20 Agustus 2014 | 12:41 WIB

Naikkan Elpiji 12 Kg, Pertamina Tunggu Lampu Hijau dari Pemerintah

Naikkan Elpiji 12 Kg, Pertamina Tunggu Lampu Hijau dari Pemerintah

Bisnis | Sabtu, 16 Agustus 2014 | 16:38 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB