Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

BPS Terapkan Sensus dengan Sistem Mobile Capture

Doddy Rosadi

Selasa, 09 September 2014 | 20:08 WIB
BPS Terapkan Sensus dengan Sistem Mobile Capture
Logo BPS

Suara.com - Deputi Metodologi dan Informasi Statistik Badan Pusat Statistik Dudi Saefudin Sulaiman mengemukakan rencana pihaknya menerapkan sistem perekaman data secara "mobile" (mobile capture) dalam pelaksanaan sensus, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efketivitas pengkolektifan data.

"Ilustrasinya, jadi petugas lapangan yang berjumlah ribuan, melakukan wawancara, langsung kirim data itu ke pusat data dan bisa diolah," kata Dudi dalam sebuah pengenalan produk perangkat lunak di Jakarta, Selasa, (9/9/2014).

Dia menjelaskan, sistem "mobile capture" itu berupa peranti lunak (software) yang diaplikasikan pada alat atau "gadget" tenaga sensus di lapangan.

Dengan demikian, setelah merekam data dari lapangan, tenaga sensus tersebut dapat langsung mengirimkannya ke pusat data (server). Sehingga, efektivitas dan efesiensi dapat ditingkatkan karena tenaga sensus tersebut tidak perlu mendistribusikan data secara manual ke kantor pengolahan data di setiap provinsi.

Selama ini, menurut Dudi, BPS sebenarnya sudah menggunakan sistem perekaman data dengan peranti yang cukup canggih, yang mencakup perekaman, proses, analisis, dan integrasi data. Namun, sistem "mobile capture' tersebut dirasa perlu dipertimbangkan untuk mempermudah dan mempercepat proses distribusi data.

Menurut dia, paling mungkin sistem "mobile capture" itu diterapkan saat sensus ekonomi pada 2016. Namun, Dudi menggarisbawahi, bahwa penerapan sistem tersebut masih bersifat wacana dan perlu kajian matang, terutama soal alokasi anggaran yang dibutuhkan.

Sebagai gambaran, pada 2014 alokasi belanja untuk kebutuhan Informasi dan Teknologi BPS, kata Dudi, sebesar Rp170 miliar dari total anggaran Badan Pusat Statistik itu di kisaran Rp3 triliun.

Dalam kesempatan yang sama, Manajer Penjualan dari perusahaan penyedia aplikasi, Kofax, Shaukat Ali mengatakan tren perekaman data di Indonesia akan menyentuh integrasi dan analisis data.

Sistem tersebut, menurut Shaukat, akan dibutuhkan institusi pemerintah, perbankan, dan perusahaan minyak dan gas untuk memudahkan distribusi data yang harus dilakukan antarpulau.

"Kofax di Indonesia dapat dikatakan paling lengkap, dari analisis hingga integrasi, kami menyediakan," ujar dia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BPS: Bulan Puasa Tidak Mendorong Inflasi Tinggi

BPS: Bulan Puasa Tidak Mendorong Inflasi Tinggi

Bisnis | Senin, 04 Agustus 2014 | 12:01 WIB

BPS: Indeks Demokrasi Indonesia Mendekati Buruk

BPS: Indeks Demokrasi Indonesia Mendekati Buruk

News | Jum'at, 04 Juli 2014 | 13:10 WIB

BPS: Jumlah Penduduk Miskin Berkurang

BPS: Jumlah Penduduk Miskin Berkurang

Bisnis | Selasa, 01 Juli 2014 | 12:49 WIB

Terkini

Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana

Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 01:05 WIB

Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub

Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 23:41 WIB

TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan

TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:13 WIB

Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026

Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:38 WIB

RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna

RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 20:46 WIB

Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor

Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:42 WIB

Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi

Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:31 WIB

IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah

IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:48 WIB

Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK

Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:34 WIB

Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang

Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:26 WIB