Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.750.000
IHSG 7.026,782
LQ45 714,581
Srikehati 342,341
JII 479,563
USD/IDR 16.990

Perbankan Khawatir Terjadi Penarikan Dana Besar-besaran

Doddy Rosadi | Suara.com

Jum'at, 03 Oktober 2014 | 13:01 WIB
Perbankan Khawatir Terjadi Penarikan Dana Besar-besaran
Pengamat ekonomi, Aviliani. (www.fiskal.depkeu.go.id)

Suara.com - Keputusan Otoritas Jasa Perbankan (OJK) untuk membatasi suku bunga deposito untuk bank dengan kategori buku 3 dan buku 4 berpotensi menimbulkan perpindahan dana secara besar-besaran.

Ekonom INDEF yang juga Komisaris Bank Mandiri, Aviliani mengatakan, pada dasarnya perbankan akan menjalankan aturan dari OJK tersebut. Namun, satu hal yang harus diwasadai adalah kemungkinan terjadinya perpindahan dana secara besar-besaran.

Kata dia, nasabah dengan dana besar hampir pasti akan menyimpan dananya di bank yang memberikan suku bunga deposito yang lebih besar. Apabila terjadi perpindahan dana secara besar-besaran, maka hal ini akan mempengaruhi likuiditas bank tersebut.

“Kalau dana yang pindah kecil mungkin tidak terlalu pengaruh tetapi kalau jumlahnya besar tentu saja likuiditas bank itu akan terganggu. Contohnya dana pensiun, mereka pasti akan mencari bank yang memberikan suku bunga deposito yang lebih besar. Kalau dana yang dipindahkan mencapai Rp10 triliun, tentu bank akan sangat terpengaruh. Jadi hal-hal seperti ini yang harus dipahami oleh OJK,” kata Avialiani kepada suara.com melalui sambungan telepon, Jumat (3/10/2014).

Aviliani menambahkan, perbankan masih kesulitan untuk meningkatkan dana pihak ketiga selain dengan memberikan suku bunga deposito yang besar. Likuiditas yang ketat di perbankan membuat bank-bank berlomba untuk memberikan suku bunga besar agar nasabah mau menyimpan dananya di bank tersebut.

Sebelumnya, OJK mengeluarkan aturan baru yang membatasi suku bunga deposito perbankan. Bank yang masuk kategor buku 3 diperbolehkan memberikan suku bunga depositi maksimal 225 basis poin di atas suku bunga acuan BI (BI Rate) yaitu 9,75 persen.

Sedangkan bank dengan kategori buku 3 diperbolehkan memberikan suku bunga depositi maksimal 200 basis poin dari BI Rate yaitu 9,5 persen. Bank yang masuk kategori buku 4 adalah Bank BCA, Bank BRI dan Bank Mandiri. Sedangkan bank yang masuk kategori buku 3 antara lain Bank BTN dan Bank BNI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Suku Bunga Bank di Luar Batas Kewajaran

Suku Bunga Bank di Luar Batas Kewajaran

Bisnis | Selasa, 30 September 2014 | 14:59 WIB

Ini Cara OJK Atasi Perang Suku Bunga yang Dilakukan Bank

Ini Cara OJK Atasi Perang Suku Bunga yang Dilakukan Bank

Bisnis | Selasa, 30 September 2014 | 13:25 WIB

Perang Suku Bunga Makin Marak, OJK Panggil 19 Bank

Perang Suku Bunga Makin Marak, OJK Panggil 19 Bank

Bisnis | Senin, 22 September 2014 | 10:30 WIB

Terkini

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 21:57 WIB

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 19:58 WIB

Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA

Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 18:20 WIB

Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?

Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:59 WIB

Airlangga: Prabowo Mau Kirim Tim ke Korea Selesaikan Proyek Jet Tempur KF-21

Airlangga: Prabowo Mau Kirim Tim ke Korea Selesaikan Proyek Jet Tempur KF-21

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:55 WIB

Anggota DPR Ingin Adanya Perubahan Polam Konsumsi Energi dari BBM ke EV

Anggota DPR Ingin Adanya Perubahan Polam Konsumsi Energi dari BBM ke EV

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:51 WIB

Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025

Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:40 WIB

BPS Ungkap Penginapan Hotel Lesu di Februari 2026, Ini Penyebabnya

BPS Ungkap Penginapan Hotel Lesu di Februari 2026, Ini Penyebabnya

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:33 WIB

DJP Tebar Insentif, Denda Telat Lapor SPT Tahunan 2025 Dihapuskan Hingga 30 April

DJP Tebar Insentif, Denda Telat Lapor SPT Tahunan 2025 Dihapuskan Hingga 30 April

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:15 WIB

Perkuat Produksi Jagung Nasional, BULOG Dorong Panen dan Tanam Serentak di Blora

Perkuat Produksi Jagung Nasional, BULOG Dorong Panen dan Tanam Serentak di Blora

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:09 WIB