Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Rupiah Lewati Rp12.000, BI: Itu Masih Wajar

Doddy Rosadi | Suara.com

Jum'at, 03 Oktober 2014 | 15:55 WIB
 Rupiah Lewati Rp12.000, BI: Itu Masih Wajar
Gubernur BI Agus Martowardojo. [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Bank Indonesia masih menganggap nilai tukar rupiah yang melewati level Rp12.000 per dolar Amerika merupakan suatu hal yang wajar karena ada tekanan dari faktor eksternal.

"Saya anggap itu sesuatu yang wajar kalau sampai ke Rp12.000 per dolar Amerika, yang penting BI terus ada di pasar dan meyakini bahwa itu (rupiah) harus terjaga stabilitasnya," kata Gubernur BI Agus Martowardojo di Jakarta, Jumat (3/10/2014).

Agus menuturkan kondisi perbaikan ekonomi Amerika Serikat, memang selalu menjadi perhatian oleh para investor sehingga mengakibatkan adanya risk on dan risk off (keluar masuk dana).

Oleh karena itu, lanjut Agus, Bank Indonesia juga senantiasa mengamati perkembangan di pasar keuangan untuk memastikan tersedianya likuditas. Terkait dengan dampak pemilihan pimpinan DPR terhadap kondisi nilai tukar, Agus menilai hal tersebut tidak banyak memberikan pengaruh.

"Kalau yang besar adalah pengaruh dari luar, bagi Indonesia tentu ada juga dari domestik. Dan di Indonesia, ada juga pengaruh kan kemarin ini akhir bulan ada kewajiban yang mesti dibayar ke luar negeri cukup besar. Kebetulan juga di pasar modal ada investor asing yang lepas," ujar Agus.

Namun, Agus melihat inflasi sendiri masih terjaga dengan baik kendati dari sisi neraca perdagangan mengalami defisit kembali. Akan tetapi, jika ekspor mineral khususnya dari wilayah Papua, Nusa Tenggara, dan Sulawesi, sudah kembali normal, diharapkan neraca perdagangan akan kembali membaik.

"Kalau terkait dengan rupiah, BI tentu melihat ini secara jangka menengah dan BI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk bisa menyikapi perkembangan yang ada. BI juga senantiasa akan merespon dalam bentuk bauran kebijakan khususnya di makroprudensial. Antara lain kita akan menegaskan terkait dengan pengelolaan utang luar negeri yang lebih sehat. Kita juga terus berusaha untuk mendorong pendalaman pasar keuangan," kata Agus.

Berdasarkan kurs JISDOR Bank Indonesia, nilai tukar rupiah sendiri pada Jumat berada di level Rp12.144 per dolar Amerika. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BI: Investasi Asing Mengalir Deras ke Indonesia

BI: Investasi Asing Mengalir Deras ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 30 September 2014 | 17:23 WIB

Rupiah Terus Melemah, Tembus Level 12.100 per Dolar Amerika

Rupiah Terus Melemah, Tembus Level 12.100 per Dolar Amerika

Bisnis | Senin, 29 September 2014 | 18:43 WIB

 Rupiah Diperkirakan Rp11.400 di Akhir 2014

Rupiah Diperkirakan Rp11.400 di Akhir 2014

Bisnis | Senin, 22 September 2014 | 05:17 WIB

Terkini

Papua Segera Punya Kereta Api, Proyek KAI Dimulai dari Jayapura

Papua Segera Punya Kereta Api, Proyek KAI Dimulai dari Jayapura

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:05 WIB

Menkes Larang RS Tolak Pasien BPJS PBI Nonaktif, Singgung Reaktivasi

Menkes Larang RS Tolak Pasien BPJS PBI Nonaktif, Singgung Reaktivasi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 06:58 WIB

Harga BBM Terancam Naik dan Ganggu Distribusi Obat, Dampak Geopolitik Memanas

Harga BBM Terancam Naik dan Ganggu Distribusi Obat, Dampak Geopolitik Memanas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 06:42 WIB

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:38 WIB

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:31 WIB

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:30 WIB

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:27 WIB

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:21 WIB

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:12 WIB

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:45 WIB