Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

M Nurhadi

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:25 WIB
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • IHSG melemah 0,56 persen meski transaksi harian melonjak 30,37 persen akibat tingginya spekulasi investor ritel baru di pasar.
  • Sebanyak 20,32 juta investor baru didominasi generasi muda di bawah 40 tahun yang mengakses pasar melalui aplikasi seluler.
  • Kurangnya literasi keuangan dan ketergantungan pada tren media sosial membuat investor pemula rentan mengalami kerugian finansial yang signifikan.

Suara.com - Pasar modal Indonesia tengah menghadapi situasi yang kontradiktif. Di satu sisi, pergerakan Indeks Harga Saham Gangguan (IHSG) sepanjang pekan terakhir ditutup kurang menggembirakan dengan koreksi sebesar 0,56 persen ke level 6.127,3.

Di sisi lain, aktivitas transaksi harian justru melonjak drastis hingga 30,37 persen dengan nilai mencapai Rp28,38 triliun. Perputaran uang yang masif di bursa sekunder ini sayangnya tidak selalu mencerminkan kematangan strategi para pelakunya, melainkan dituding sebagai dampak dari tingginya aktivitas spekulasi yang digerakkan oleh tren di media sosial.

Menurut Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, data perdagangan pada periode 25 hingga 29 Mei 2026 menunjukkan pergerakan yang bervariasi.

Ketika volume dan frekuensi perdagangan harian menyusut ditambah aksi jual bersih (net sell) investor asing yang menembus Rp8,519 triliun dalam sehari, pasar domestik justru terus disesaki oleh aliran modal dari para investor ritel baru.

Fenomena lonjakan partisipasi ini terlihat jelas dari data akumulasi per akhir Desember 2025. Jumlah pemilik Single Investor Identification (SID) di pasar modal melejit hingga 20,32 juta akun, di mana 8,59 juta di antaranya merupakan pemegang akun instrumen saham aktif.

Menariknya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mencatat jumlah pemodal di sektor aset digital atau kripto telah menyentuh angka 20,19 juta orang pada periode yang sama.

Demografi para pelaku pasar baru ini sangat spesifik: lebih dari 54 persen berusia di bawah 30 tahun, dan 25 persen berada pada rentang usia 31 hingga 40 tahun.

Kehadiran platform investasi berbasis aplikasi seluler yang menawarkan kemudahan registrasi digital, berpadu dengan maraknya konten edukasi singkat di media sosial, menjadi pendorong utama di balik lahirnya jutaan investor muda ini.

Bahaya Mengintai di Balik Inklusi Tanpa Literasi

baca juga

Meskipun angka pertumbuhan akun investasi ini terlihat impresif, realitas di lapangan menyimpan bom waktu yang mengkhawatirkan.

Persoalan mendasar bukan lagi terletak pada seberapa banyak masyarakat yang memiliki akun saham, melainkan kualitas pengetahuan yang melandasi keputusan bertransaksi mereka.

Di lingkaran pasar saham domestik, proporsi investor ritel yang benar-benar memahami dan menggunakan analisis fundamental diperkirakan kurang dari 15 persen. Sebaliknya, mayoritas pemula jauh lebih menyukai analisis teknikal karena tampilannya yang visual dan dinilai instan.

Namun, pemakaian indikator teknikal populer seperti moving average atau Relative Strength Index (RSI) sering kali hanya dipahami secara permukaan tanpa dibekali manajemen risiko yang kokoh.

Kondisi tersebut diperparah oleh fakta bahwa lebih dari separuh investor baru masuk ke pasar akibat dorongan eksternal. Rekomendasi tidak resmi di grup WhatsApp, ulasan berdurasi pendek di platform TikTok, hingga topik yang sedang hangat dibicarakan di media sosial X kerap dijadikan landasan utama untuk membeli sebuah aset.

Tanpa adanya analisis mandiri terhadap laporan keuangan emiten, kelompok investor berbasis tren ini menjadi kelompok yang paling rentan mengalami kepanikan (panic selling) ketika arah pasar mendadak berbalik turun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:57 WIB

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:23 WIB

BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:49 WIB

TikTok Made Me Buy It: Saat Budaya Konsumtif dan FOMO Berkolaborasi

TikTok Made Me Buy It: Saat Budaya Konsumtif dan FOMO Berkolaborasi

Your Say | Minggu, 31 Mei 2026 | 09:20 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham

IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:56 WIB

Terkini

Karhutla Tak Pilih Korban, 4 Tokoh Lintas Agama Bicara Soal Menjaga Alam

Karhutla Tak Pilih Korban, 4 Tokoh Lintas Agama Bicara Soal Menjaga Alam

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 18:39 WIB

Nekat Beroperasi Tanpa SLHS, Penutupan 1.999 Dapur MBG Dinilai Cermin Kegagalan Perencanaan

Nekat Beroperasi Tanpa SLHS, Penutupan 1.999 Dapur MBG Dinilai Cermin Kegagalan Perencanaan

News | Rabu, 16 September 2026 | 18:34 WIB

Potret Sungai Cileungsi Menghitam Akibat Dugaan Limbah Industri

Potret Sungai Cileungsi Menghitam Akibat Dugaan Limbah Industri

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 18:31 WIB

Kasus Dolar Singapura Palsu Rp4,7 M Disorot DPR! Polisi Diminta Ungkap Jaringannya

Kasus Dolar Singapura Palsu Rp4,7 M Disorot DPR! Polisi Diminta Ungkap Jaringannya

News | Rabu, 16 September 2026 | 18:27 WIB

Jangan Asal Ikut-ikutan Resign! Beda Kasta Antara Privilege Finansial dan Perjudian Ekonomi

Jangan Asal Ikut-ikutan Resign! Beda Kasta Antara Privilege Finansial dan Perjudian Ekonomi

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 18:25 WIB

Kebakaran Hanguskan 2 Hektare Lahan di Kerinci

Kebakaran Hanguskan 2 Hektare Lahan di Kerinci

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 18:23 WIB

Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI

Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI

Jatim | Rabu, 16 September 2026 | 18:17 WIB

Bukan yang Pertama! KPK Bongkar Suap Awal Rp300 Juta dari PT Summarecon ke Pejabat ATR/BPN

Bukan yang Pertama! KPK Bongkar Suap Awal Rp300 Juta dari PT Summarecon ke Pejabat ATR/BPN

News | Rabu, 16 September 2026 | 18:15 WIB

iNews Group Dilepas MNC Group ke Bos Republikorp Norman Joesoef

iNews Group Dilepas MNC Group ke Bos Republikorp Norman Joesoef

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 18:11 WIB

Daftar Harga Helm Cargloss Half Face: Dari Seri Klasik hingga Khusus Hijab

Daftar Harga Helm Cargloss Half Face: Dari Seri Klasik hingga Khusus Hijab

Otomotif | Rabu, 16 September 2026 | 18:10 WIB

×