Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Sudah Saatnya Freeport Dipimpin oleh Orang Asli Papua

Doddy Rosadi | Suara.com

Minggu, 14 Desember 2014 | 20:25 WIB
Sudah Saatnya Freeport Dipimpin oleh Orang Asli Papua
PT Freeport Indonesia. (Shutterstock)

Suara.com - Tokoh masyarakat Amungme Yosep Yopi Kilangin mengatakan, sudah saatnya orang asli Papua dari Suku Amungme dan Kamoro menduduki posisi puncak sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia.

Yopi Kilangin mengatakan, dalam waktu dekat akan digelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Freeport Indonesia.

Salah satu agenda utama dalam RUPS kali ini yaitu memilih figur yang akan menggantikan Rozik B Soetjipto mejadi Presdir perusahaan tambang emas dan tembaga itu.

Yopi mengatakan bahwa setelah 48 tahun Freeport hadir melakukan operasi pertambangan di wilayah adat dan hak ulayat masyarakat Amungme dan Kamoro, maka sudah saatnya bagi perusahaan itu untuk memberikan tempat yang layak kepada putra terbaik kedua suku itu.

"Dua tahun lagi Freeport terhitung sudah 50 tahun beroperasi di tanah kami. Tapi kami masyarakat Amungme dan Kamoro tidak pernah merasakan arti apa-apa dari kehadiran Freeport di tempat kami. Meskipun Freeport mengklaim sudah mengeluarkan triliun rupiah untuk memperhatikan masyarakat Amungme dan Kamoro," tutur putra almarhum Moses Kilangin.

Moses merupakan salah satu tokoh penting dibalik peristiwa penandatanganan dokumen "Januari Agreement" 1974.

Januari Agreement 1974 merupakan momentum awal dimulainya kegiatan ekspor biji tembaga yang dihasilkan pertambangan Freeport di Tembagapura, Papua.

Berdasarkan kenyataan itu, menurut Yopi, sudah saatnya bagi semua pemegang saham PT Freeport Indonesia, baik itu Freeport McMoRan selaku pemegang saham mayoritas maupun Pemerintah RI dan pihak lainnya untuk mempercayakan kepada salah satu dari sekian putra terbaik Suku Amungme dan Kamoro untuk memimpin PT Freeport Indonesia.

"Sudah saatnya orang Papua pimpin PT Freeport Indonesia di Tanah Papua. Ketika figur orang Papua duduk menjadi pemimpin tertinggi di PT Freeport Indonesia maka itu memberikan nilai yang sangat tinggi untuk orang Papua. Tidak perlu terlalu banyak pertimbangan. Ini merupakan waktu yang tepat," kata Yopi, mantan Ketua DPRD Mimika periode 2004-2009. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Produksi Tambang PT Freeport Turun Drastis

Produksi Tambang PT Freeport Turun Drastis

Bisnis | Kamis, 30 Oktober 2014 | 10:27 WIB

Pekerja Freeport Bakal Mogok Kerja Satu Bulan

Pekerja Freeport Bakal Mogok Kerja Satu Bulan

News | Selasa, 28 Oktober 2014 | 03:46 WIB

Freeport Didemo Tujuh Suku, Operasional Tambang Terhenti

Freeport Didemo Tujuh Suku, Operasional Tambang Terhenti

Bisnis | Rabu, 08 Oktober 2014 | 09:59 WIB

 Kemenkeu: Deviden Rp800 Miliar Segera Dibayar Freeport

Kemenkeu: Deviden Rp800 Miliar Segera Dibayar Freeport

Bisnis | Jum'at, 22 Agustus 2014 | 05:21 WIB

Besok, PT Freeport Sudah Boleh Ekspor Konsentrat

Besok, PT Freeport Sudah Boleh Ekspor Konsentrat

Bisnis | Selasa, 05 Agustus 2014 | 16:48 WIB

Terkini

Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran

Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:30 WIB

Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk

Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:35 WIB

Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas

Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:23 WIB

Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:17 WIB

Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!

Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:14 WIB

Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci

Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:57 WIB

Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan

Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:51 WIB

Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat

Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:47 WIB

Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:32 WIB

Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026

Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:25 WIB