Bisnis Belasan Ribu Dolar Eks Anak Buah Jokowi

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 24 Maret 2015 | 09:28 WIB
Bisnis Belasan Ribu Dolar Eks Anak Buah Jokowi
Kerajinan mengolah bahan bekas mantan karyawan Joko Widodo. (suara.com/Pebriansyah Ariefana)

"Saya hidup di jakarta. Kalau material natural, itu harga mahal. Makaya saya temukan kaleng. 6 tahun lalu lalu mulai bikin dikit-dikit. saya pernah pakai drum minyak bekas untuk membuat kursi dan meja," jelas dia.

Di awal merintis usaha itu, Joko menemukan kesulitan. Terutama dalam merancang desain-desain produk kreatif. "Mulai dari sisi konstruksi, material. Mengolah itu awalnya berat. Pas desainnya ditemukan, nah itu mudah," jelas dia.

Berhitung keuntungan bisnis daur ulang

Di saat pelemahan rupiah beberpa bulan ini, Joko tersenyum lebar. Selama 2 bulan ini dia senang bisa memberikan bonus untuk belasan pekerjanya.

Joko bercerita, setip dolar Amerika Serkat naik, dia senang. Sebab hampir semua produk yang dia hasilkan dijual ke Eropa dan Amerika Serikat. Dia pun bertransaksi menggunakan dolar. Sementara bahan baku semua dari dalam negeri dan dibeli dengan rupiah.

"Semua produk saya pakai bahan daur ulang atau barang bekas. Di dapat dari kumpulan pemulung. Dibuat kerajinan dan dijual ke luar negeri, dibeli dengan Dolar," jelas Joko.

Untuk produksi wall panel berbentuk semacam lukisan. Dalam 2 bulan, dia bisa menghasilkan 2.400 buah wall panel yang dikerjakan 15 orang. Ribuan wall panel itu cukup mengisi penuh sebuah peti kemas berukuran 40 feet.

Sebuah wall panel dihargai USD 30 dolar. Sehingga sekali ekspor wall panel, Joko mempunyai nilai ekspor sebesar USD 72 ribu atau Rp 950 jutaan (kurs dolar Rp 13.200). Belum lagi dari produksi furniture berupa meja. Nilai ekspornya bisa mencapai USD 28 ribu atau setara Rp 370 juta. Dengan catatan, itu nilai ekspor selama 2 bulan. Jika setahun, tinggal dikalikan 6 saja.

Dari nilai ekspor itu, keuntungan bersih yang diterima Joko sebesar 12 persen. Keuntungan itu sudah dipotong biaya sana sini seperti membayar pegawai, pajak, nilai balik modal dan tabungan untuk pengembangan usaha.

"Jadi saya nggak perlu manaikkan harga jual barang. Karena pendapatan saya akan naik sendiri seiring harga dolar naik," paparnya.

Selama 6 tahun menjadi pengusaha industri kreatif, Joko belum pernah menjual produknya di dalam negeri. Dia selalu mengekspor. Alasannya, lebih menguntungkan menjual produknya ke Eropa dan Amerika.

Joko mengatakan warga kedua negara itu sangat menghargai sebuah produk seni. Selain itu sifat konsumtif orang Eropa dan Amerika juga membuat untung.

Joko juga mengembangkan produk kreatif furniture. Joko memberikan gambaran ekspor produksi furniture-nya. Joko membagi musim ekspor produk furniturenya menjadi 2, musim dingin dan musim panas. Konsumen Joko akan membeli meja sebanyak 2 kali dalam setahun. Sebab kayu yang digunakan untuk musim dingin dan musim panas akan berbeda.

"Meja yang dibeli dan dipakai selama musim dingin tidak akan dipakai di musim panas. Karena akan rusak, mereka akan beli lagi meja untuk musim panas," jelas dia.

Beda dengan orang Indonesia yang cenderung membeli sebuah produk furniture sekali untuk seumur hidup. "Misal kaki meja patah, diperbaiki. Kalau orang Eropa dan Amerika nggak begitu. Mereka beli lagi dan pesan lagi," lanjut Joko.

Begitu juga soal ketertarikan orang Eropa dan Amerika dengan kerajinan tangan Indonesia.

"Kalau orang Eropa melihat produk handy craft itu sebuah benda unik dan eksotik. Jadi naluri seninya itu tinggi. Meski yang mereka beli benda yang dibuat dari barang bekas. Orang Indonesia? Mereka lebih suka beli barang baru dan nggak mau beli barang yang terbuat dari barang bekas. Meski ada, tapi sedikit," ceritanya.

Butuh suntikan modal

Usaha Joko beromset puluhan ribu dolar ini masih tergolong kecil. Itu kata Joko. Sebab selma 6 tahun usaha, Joko belum mempunyai kantor dan gudang penyimpanan produknya. Dia masih memerlukan suntikan dana Rp2 miliar. Uang itu untuk membeli gudang dan membangun kantor.

Selama ini Joko masih bekerjasama dengan perusahaan furniture dan rotan olahan di Cirebon. Joko menitip produknya untuk dipasarkan. Sebab untuk tembus pasar internasional atau ekspor, Joko harus mempunyai beberapa syarat. Semisal LC dari bank sebagai pembayaran.

"Setidaknya saya harus mempunyai angka Rp2 miliar. Untuk home base produksi, bukan manajemen. Saya harus punya sendiri," jelas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pakai Celemek dan Bawa Ember, PRT Semarang Tuntut Perlindungan

Pakai Celemek dan Bawa Ember, PRT Semarang Tuntut Perlindungan

News | Minggu, 22 Maret 2015 | 13:42 WIB

Ribuan PRT Demo Nasional Selama 3 Hari

Ribuan PRT Demo Nasional Selama 3 Hari

News | Sabtu, 21 Maret 2015 | 21:34 WIB

Kualitas Produk Kreatif Daerah Tertinggal Indonesia Tak Kalah

Kualitas Produk Kreatif Daerah Tertinggal Indonesia Tak Kalah

News | Jum'at, 20 Maret 2015 | 16:53 WIB

AS Kembali Jadi Eksportir Senjata Terbesar

AS Kembali Jadi Eksportir Senjata Terbesar

Bisnis | Senin, 16 Maret 2015 | 13:04 WIB

2015, Bukalapak.com Incar Satu Juta Penjual

2015, Bukalapak.com Incar Satu Juta Penjual

Bisnis | Minggu, 15 Maret 2015 | 21:32 WIB

Usaha Pencacah Sampah Bisa Hasilkan Uang Rp250 Juta

Usaha Pencacah Sampah Bisa Hasilkan Uang Rp250 Juta

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2015 | 08:19 WIB

Kadin: Ada 32 RUU yang Bisa Perbaiki Iklim Bisnis

Kadin: Ada 32 RUU yang Bisa Perbaiki Iklim Bisnis

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2015 | 16:29 WIB

Terkini

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:19 WIB

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

Video | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:48 WIB

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:36 WIB

×