Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Empat Masalah dalam Mengelola Energi di Indonesia

Siswanto | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Senin, 13 April 2015 | 12:48 WIB
Empat Masalah dalam Mengelola Energi di Indonesia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said di Komisi VII DPR, Senin (26/1). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Menteri Energi Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengungkapkan beberapa masalah yang dihadapi pemerintah Indonesia dalam mengelola energi. Ada empat paradoks yang selama ini dinilai oleh Sudirman sebagai penghambat pengembangan energi.

Pertama, persepsi masyarakat yang menyatakan Indonesia kaya akan sumber daya minyak dan gas, hal ini yang membuat masyarakat terlalu bergantung pada energi dan enggan melakukan penghematan.

“Padahal masyarakat tahu kalau energi kita masih impor, tapi masih berpikir Indonesia kaya akan sumber minyak dan gasnya. Tapi melihat hal ini, masyarakat juga tidak memiliki rasa kepedulian untuk berhemat membantu pemerintah,” katanya di Jakarta, Senin (13/4/2015).

Kedua, Indonesia mencukupi kebutuhan energi dengan mengandalkan impor dari luar negeri. Indonesia, tambah Sudirman, termasuk negara terbesar dan boros energi.

"Kita spend ratusan triliun untuk subsidi, padahal subsidi tersebut jatuh ke pemilik kendaraan. Makin banyak mobilnya, makin banyak di dapat subsidi. Kita tidak punya kesadaran untuk hemat. Kita habiskan ratusan triliun sekian lama untuk subsidi, habis untuk mobil dan motor," lanjutnya.

Ketiga, Indonesia memiliki banyak cadangan sumber daya energi terbaru dan terbarukan. Namun, hingga saat ini pemerintah belum serius mengembangkan energi tersebut.

“Malah menghabiskan energi dari fosil. Bagaimana mau mengembangkan energi di Indonesia agar tidak selalu bergantung kepada impor kalau tidak ada kerja sama antara pemerintah dan masyarakat,” katanya.

Paradoks terakhir yang disampaikan Sudirman adalah Indonesia dinilai tidak sungguh-sungguh dalam menyiapkan energi yang sifatnya suistanable. Padahal, sumber daya fosil pada waktunya akan habis.

“Salah satu akibat yang akan ditanggung oleh Indonesia yang terlalu fokus pada penggunaan fosil tadi, situasi energi di sektor lain mencemaskan. Contohnya saja listrik, masih banyak daerah yang mengalami defisit listrik dan bahkan belum mendapatkan listrik. Di sisi lain, cadangan kita terus turun, karena kita tidak mampu meng-cover apa-apa yang kita ambil dari perut bumi,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri ESDM Ajukan Tambahan Anggaran Sekitar Rp4 Triliun

Menteri ESDM Ajukan Tambahan Anggaran Sekitar Rp4 Triliun

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2015 | 19:57 WIB

Menteri ESDM Berhentikan Wakil Kepala SKK Migas

Menteri ESDM Berhentikan Wakil Kepala SKK Migas

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2015 | 07:16 WIB

Bahas Konversi BBM ke BBG, Menteri ESDM Gelar Rapat

Bahas Konversi BBM ke BBG, Menteri ESDM Gelar Rapat

Bisnis | Senin, 12 Januari 2015 | 12:20 WIB

Mengkhawatirkan, Pemborosan Energi di Indonesia

Mengkhawatirkan, Pemborosan Energi di Indonesia

Bisnis | Jum'at, 28 November 2014 | 08:50 WIB

Terkini

Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah

Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:48 WIB

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:22 WIB

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:10 WIB

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 20:52 WIB

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:29 WIB

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:11 WIB

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 18:23 WIB

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:28 WIB

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:21 WIB

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB