Program "Sejuta Rumah", Pemerintah Perlu Terapkan Sistem Zonasi

Arsito Hidayatullah

Senin, 13 April 2015 | 14:59 WIB
Program "Sejuta Rumah", Pemerintah Perlu Terapkan Sistem Zonasi
Ilustrasi rumah murah. [Shutterstock]
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Perumahan Rakyat perlu menerapkan sistem zonasi, guna menyukseskan program Sejuta Rumah yang akan dimulai pada akhir April 2015. Demikian antara lain pandangan dari salah satu pakar perumahan, Enggartiasto Lukita.

"Untuk mempercepat realisasi (program) Sejuta Rumah, pemerintah perlu menerapkan sistem zonasi," ungkap Enggartiasto, melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (13/4/2015).

Menurut Enggartiasto, sistem zonasi itu diperlukan agar dapat berpihak kepada masyarakat berpenghasilan rendah, yaitu dengan cara pemerintah menetapkan daerah khusus bagi perumahan. Sementara, guna mengatasi permasalahan pembiayaan, dia menyarankan bisa dengan memberdayakan Bank BTN yang selama ini fokus di sektor perumahan.

"Kalau pemerintah serius membangun rumah murah untuk rakyat, dana-dana yang tersimpan di Bapertarum, Taspen atau lembaga lain, disimpan saja ke Bank BTN. Selama ini, hanya Bank BTN yang serius menggarap perumahan," jelasnya.

Sebelumnya, pemerintah diketahui juga telah mendorong menyediakan perumahan vertikal di kota-kota yang berpenduduk lebih dari 2 juta jiwa. Ini sebagai upaya agar semakin banyak warga yang mendapat tempat tinggal untuk mengatasi backlog atau kekurangan rumah.

"Pemerintah mendorong kota-kota dengan penduduk lebih dari 2 juta jiwa menyediakan perumahan dengan vertical housing, bukan rumah tapak lagi. Kalau di bawah 2 juta jiwa, boleh dengan rumah tapak," tutur Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono.

Dia mencontohkan dukungannya kepada Pemerintah Kota Bandung yang berencana membangun apartemen rakyat dengan mengintegrasikan program penyediaan rumah sekaligus menangani kawasan kumuh. Sementara selain itu, menurut Basuki, persoalan lainnya adalah penyediaan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang kerap dinilai tidak bankable sehingga sulit mendapatkan akses pembiayaan dari bank.

Berdasarkan data Bappenas, 70 persen penduduk Indonesia memiliki rumah dengan swadaya, 12 persen dengan akses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan 18 persen dengan cicilan selain KPR. Banyaknya rumah swadaya masyarakat dinilai berpotensi munculnya banyak kawasan permukiman kumuh.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda, mengingatkan bahwa program Sejuta Rumah yang rencananya bakal dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah sangat multisektor dan terkait dengan banyak kementerian.

"Program Sejuta Rumah seharusnya menjadi kampanye nasional yang menjadi sebuah program yang terkait banyak kementerian," ungkap Ali, yang juga berpendapat soal perlunya didirikan Bank Tanah untuk menjaga harga. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Program Sejuta Rumah Bisa Manfaatkan Aset BUMN yang "Idle"

Program Sejuta Rumah Bisa Manfaatkan Aset BUMN yang "Idle"

Bisnis | Selasa, 10 Maret 2015 | 11:26 WIB

Program Infrastruktur Harus Sejalan dengan Program Sejuta Rumah

Program Infrastruktur Harus Sejalan dengan Program Sejuta Rumah

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2015 | 16:13 WIB

Apersi Bertekad Sukseskan Program 1.000 Rumah Gratis

Apersi Bertekad Sukseskan Program 1.000 Rumah Gratis

Bisnis | Minggu, 18 Januari 2015 | 02:43 WIB

Perumnas: Kekurangan Perumahan Belum Bisa Diatasi

Perumnas: Kekurangan Perumahan Belum Bisa Diatasi

Bisnis | Kamis, 07 Agustus 2014 | 11:45 WIB

Terkini

Harga Minyak Dunia Naik Tinggi, Menko Airlangga Yakin APBN Tak Jebol

Harga Minyak Dunia Naik Tinggi, Menko Airlangga Yakin APBN Tak Jebol

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:36 WIB

Mengurai Kasus Dana Syariah: Menagih Akuntabilitas Dewan Pengawas

Mengurai Kasus Dana Syariah: Menagih Akuntabilitas Dewan Pengawas

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Sergap Kapal di Belawan, Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Ketamin dan Amankan WNA

Sergap Kapal di Belawan, Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Ketamin dan Amankan WNA

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:28 WIB

Viral Aksi Kontroversi di Kafe Pekanbaru, Satpol PP Minta Klarifikasi Pengelola

Viral Aksi Kontroversi di Kafe Pekanbaru, Satpol PP Minta Klarifikasi Pengelola

Riau | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:20 WIB

Mantap! Klub Punya Orang Kaya Indonesia Bantai Manchester United di Liga Champions

Mantap! Klub Punya Orang Kaya Indonesia Bantai Manchester United di Liga Champions

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:16 WIB

Arti Burung Gagak Hinggap di Atas Atap Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Buruk?

Arti Burung Gagak Hinggap di Atas Atap Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Buruk?

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Terus Naik, Kredit Nganggur di Bank Tembus Rp2.562,57 Triliun

Terus Naik, Kredit Nganggur di Bank Tembus Rp2.562,57 Triliun

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:00 WIB

KDM Lantik Asep Surya Atmaja Jadi Bupati Bekasi Definitif Hari Ini

KDM Lantik Asep Surya Atmaja Jadi Bupati Bekasi Definitif Hari Ini

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Pemerintah Dorong Usulan Kendaraan Hybrid dan PHEV Bebas Ganjil Genap

Pemerintah Dorong Usulan Kendaraan Hybrid dan PHEV Bebas Ganjil Genap

Otomotif | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:55 WIB

Pameran "Kura-kura" Yohanes, Satu Lukisan Langsung Terjual di Malam Pembukaan

Pameran "Kura-kura" Yohanes, Satu Lukisan Langsung Terjual di Malam Pembukaan

Riau | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:50 WIB

×