Program Sejuta Rumah Bisa Manfaatkan Aset BUMN yang "Idle"

Doddy Rosadi

Selasa, 10 Maret 2015 | 11:26 WIB
Program Sejuta Rumah Bisa Manfaatkan Aset BUMN yang "Idle"
Ilustrasi: Pengunjung tampak memadati area pameran Indonesia Properti Expo 2015, di Hall A Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Jakarta. [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Program sejuta rumah yang rencananya akan melakukan ground breaking pada April mendatang masih banyak diragukan.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda mengatakan, hingga kini , program ini masih kabur. Kata dia, pemerintah terlalu percaya diri melaksanakan program ini dengan suku bunga rendah dan bantuan uang muka.

“Namun yang paling mendasar dan yang sulit untuk diadakan adalah mengenai bank tanah.  Bank tanah merupakan tanah-tanah milik pemerintah yang sedianya dapat dibangun rumah rakyat mengingat harga dapat dipatok sesuai target pemerintah tanpa masuk dalam mekanisme pasar perumahan secara umum. Namun sangat disayangkan saat ini pemerintah belum membentuk badan yang fokus untuk mengurus bank tanah ini. Darimana asal bank tanah ? Bank tanah dapat berasal dari pengadaan tanah atau pembelian tanah, aset idle BUMN/BUMD/Pemda,” kata Ali dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (10/3/2015).

Kata dia, pemda seharusnya sudah menyiapkan bank tanah di masing-masing wilayahnya. Banyak pemda saat ini belum sadar mengenai pentingnya bank tanah untuk dibangun perumahan rakyat di daerahnya.

Selain itu aset yang menganggur milik BUMN dapat menambah ketersediaan bank tanah untuk rumah rakyat. Berdasarkan data yang diperoleh Indonesia Property Watch, diperkirakan senilai Rp590 triliun atau sebesar 18% dari total aset BUMN merupakan aset yang idle alias menganggur dan belum dimanfaatkan atau yang masih mempunyai permasalahan (biasanya masalah legal).

“Dengan aset sebesar itu paling tidak terdapat 60.000 hektar tanah milik BUMN yang menganggur dan sebagian dapat dimanfaatkan untuk perumahan rakyat. Dengan asumsi dibangun 1 juta rumah dengan T. 21/60, maka diperlukan lahan 10.000 ha atau hanya 17% dari aset menganggur yang ada,” ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Program Infrastruktur Harus Sejalan dengan Program Sejuta Rumah

Program Infrastruktur Harus Sejalan dengan Program Sejuta Rumah

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2015 | 16:13 WIB

Ini Lima Faktor untuk Mewujudkan Program 1 Juta Rumah

Ini Lima Faktor untuk Mewujudkan Program 1 Juta Rumah

Bisnis | Senin, 26 Januari 2015 | 15:40 WIB

KemenPU-Pera Tak Punya Uang untuk Bangun 2 Juta Unit Rumah

KemenPU-Pera Tak Punya Uang untuk Bangun 2 Juta Unit Rumah

Bisnis | Senin, 12 Januari 2015 | 15:51 WIB

Dipertanyakan, Janji Jokowi Bangun 10 Juta Rumah

Dipertanyakan, Janji Jokowi Bangun 10 Juta Rumah

Bisnis | Jum'at, 19 Desember 2014 | 16:00 WIB

 Pemerintah Disarankan Bentuk Badan Pelaksana Perumahan

Pemerintah Disarankan Bentuk Badan Pelaksana Perumahan

Bisnis | Jum'at, 01 Agustus 2014 | 13:08 WIB

Kebijakan Pemerintah di Sektor Perumahan Tidak Sinkron

Kebijakan Pemerintah di Sektor Perumahan Tidak Sinkron

Bisnis | Jum'at, 13 Juni 2014 | 14:21 WIB

Terkini

Harga Pembelian Saham Haji Isam di Bawah Harga Pasar, Ini Penjelasan BYAN

Harga Pembelian Saham Haji Isam di Bawah Harga Pasar, Ini Penjelasan BYAN

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:33 WIB

Cuma Kalah dari JDT dan Buriram United, Persib Bandung Masuk 3 Besar Klub Terbaik ASEAN

Cuma Kalah dari JDT dan Buriram United, Persib Bandung Masuk 3 Besar Klub Terbaik ASEAN

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:32 WIB

Ekonom Kritik Pernyataan Prabowo soal MSCI, Dampaknya Bisa Sampai ke Masyarakat Kecil

Ekonom Kritik Pernyataan Prabowo soal MSCI, Dampaknya Bisa Sampai ke Masyarakat Kecil

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Bulog Percepat Pengiriman 10 Ribu Ton Jagung ke Jawa, Dirut Tinjau Langsung Pemuatan di Kapal

Bulog Percepat Pengiriman 10 Ribu Ton Jagung ke Jawa, Dirut Tinjau Langsung Pemuatan di Kapal

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:28 WIB

Ngaku Polisi dan Pura-Pura Cari Kos, Komplotan Curanmor Gasak Motor Penghuni

Ngaku Polisi dan Pura-Pura Cari Kos, Komplotan Curanmor Gasak Motor Penghuni

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:26 WIB

Apakah Bedak Tabur Marcks Mengandung Salicylic Acid? Intip Manfaat dan Review Pembeli

Apakah Bedak Tabur Marcks Mengandung Salicylic Acid? Intip Manfaat dan Review Pembeli

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:25 WIB

Mengapa Bahan Stainless Steel 316 Lebih Direkomendasikan untuk Botol Tumbler?

Mengapa Bahan Stainless Steel 316 Lebih Direkomendasikan untuk Botol Tumbler?

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Unilever Soroti Peran Media Lokal, Pesan Perusahaan Harus Lebih Membumi

Unilever Soroti Peran Media Lokal, Pesan Perusahaan Harus Lebih Membumi

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:18 WIB

6 Serum Pencerah Wajah untuk Flek Hitam, Semuanya di Bawah Rp50 Ribu!

6 Serum Pencerah Wajah untuk Flek Hitam, Semuanya di Bawah Rp50 Ribu!

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:15 WIB

PKS Jajaki Komunikasi dengan Partai Lain soal Polemik Ijazah Gibran

PKS Jajaki Komunikasi dengan Partai Lain soal Polemik Ijazah Gibran

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:11 WIB

×