Berlakukan Sistem Kartel, Negara ASEAN Stabilkan Harga Karet

Laban Laisila, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 22 April 2015 | 12:45 WIB
Berlakukan Sistem Kartel, Negara ASEAN Stabilkan Harga Karet
Ilustrasi perkebunan karet. [Shutterstock]

Suara.com - Indonesia bersama beberapa negara produsen karet di Asia Tenggara, seperti Malaysia dan Thailand bersepakat untuk mempererat hubungan dagang masuk ke dalam International Tripartite Rubber Council (ITRC).

ITRC nantinya akan dijadikan sebagai wadah bagi negara-negara anggota untuk mengatur harga dan pasokan karet dunia.

Menteri Perdagangan Rachmat Gobel mengatakan, dengan adanya ITRC harga komoditas karet dunia akan lebih jelas dan stabil.

"Selama ini harga karet sering melemah dan penyelesaian masalah pelemahannya selalu terlambat. Jadi dengan adanya ITRC harga karet lebih terjamin dan pasokannya terjaga. Tapi ingat ini bukan konsorsium ya," kata Rachmat, Rabu (22/4/2015), di Jakarta.

Selain itu, lanjut Rachmat, Kementerian Perdagangan juga akan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan harga jual karet dan meningkatkan serapan karet alam di dalam negeri dan dikelola sendiri oleh Indonesia.

Hal Ini mengingat dari total produksi yang mencapai 3,1 juta ton per tahun, serapan karet domestik hanya berkisar 18 persen yang sedianya dimanfaatkan oleh industri lokal.

Pemerintah pun berupaya meningkatkan penyerapan karet alam sebesar 100 ribu ton per tahun yang akan direalisasikan pada tahun ini.

Dengan begitu, total penyerapan karet alam domestik minimal mencapai 700 ribu ton.

"Salah satu caranya bisa dengan mengurangi ekspor bahan mentah. Kan sudah dilarang, jadi kalau mau ekspor harus berupa barang jadi. Ini juga untuk membuktikan bahwa Indonesia juga mampu memproduksi sendiri," jelasnya.

Selain Malaysia dan Thailand, Vietnam yang sebelumnya belum menjadi anggota ITRC pun telah bersedia untuk bergabung di forum tersebut.

 Menteri Pertanian Vietnam Cao Duc Phat diketahui telah menyepakati usulan untuk bekerjasama dalam ITRC.

"Kemarin pas WEF saya jelaskan banyak tentang karet, ternyata Vietnam tertarik untuk bergabung, ini suatu keuntungan besar untuk semua pihak," kata Rachmat Gobel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Miras di Indonesia Lebih Murah Ketimbang Singapura dan Malaysia

Miras di Indonesia Lebih Murah Ketimbang Singapura dan Malaysia

Bisnis | Kamis, 16 April 2015 | 17:32 WIB

Disoraki Pengusaha, Gobel Tetap Larang Jual Miras

Disoraki Pengusaha, Gobel Tetap Larang Jual Miras

Bisnis | Kamis, 16 April 2015 | 16:27 WIB

Kartel Narkoba Danai Pesta Seks Polisi Amerika

Kartel Narkoba Danai Pesta Seks Polisi Amerika

News | Jum'at, 27 Maret 2015 | 15:34 WIB

Perdagangan Februari Surplus

Perdagangan Februari Surplus

Foto | Selasa, 17 Maret 2015 | 17:29 WIB

Terkini

Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar

Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 14:40 WIB

Mantan Pekerja Asbes Laporkan Dugaan Penyakit Akibat Kerja ke Pengawas Ketenagakerjaan Karawang

Mantan Pekerja Asbes Laporkan Dugaan Penyakit Akibat Kerja ke Pengawas Ketenagakerjaan Karawang

News | Senin, 28 September 2026 | 14:36 WIB

GOTO Jadi Korban Batas Harga Saham Rp1, Langsung ARB

GOTO Jadi Korban Batas Harga Saham Rp1, Langsung ARB

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 14:29 WIB

Ini Kandang Timnas Indonesia! Atmosfer GBK 7 Tahun Lalu Bikin Bulu Kuduk Pemain Malaysia Berdiri

Ini Kandang Timnas Indonesia! Atmosfer GBK 7 Tahun Lalu Bikin Bulu Kuduk Pemain Malaysia Berdiri

Bola | Senin, 28 September 2026 | 14:28 WIB

Al-Washliyah-GJI Jajaki Kolaborasi Energi Terbarukan dengan BAZNAS Sumut

Al-Washliyah-GJI Jajaki Kolaborasi Energi Terbarukan dengan BAZNAS Sumut

Sumut | Senin, 28 September 2026 | 14:23 WIB

Buka Diler ke-50, Geely Goda Warga Konsumen Lewat Fasilitas Fast Charging dan Garansi 5 Tahun

Buka Diler ke-50, Geely Goda Warga Konsumen Lewat Fasilitas Fast Charging dan Garansi 5 Tahun

Otomotif | Senin, 28 September 2026 | 14:21 WIB

Rekor Timnas Indonesia vs Malaysia: Garuda Berjaya atas Harimau Malaya di GBK

Rekor Timnas Indonesia vs Malaysia: Garuda Berjaya atas Harimau Malaya di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 14:20 WIB

Review Forgotten Island: Emosinya Kuat, tapi Konfliknya Terlalu Main Aman

Review Forgotten Island: Emosinya Kuat, tapi Konfliknya Terlalu Main Aman

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 14:20 WIB

Apa Weton Paling Sakral? Ini Daftarnya

Apa Weton Paling Sakral? Ini Daftarnya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 14:20 WIB

Bahaya Makanan Ultra-Proses Bagi Gen Z: Bikin Kenyang Sesaat, Merusak Mental Kemudian

Bahaya Makanan Ultra-Proses Bagi Gen Z: Bikin Kenyang Sesaat, Merusak Mental Kemudian

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 14:18 WIB

×