Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.956,804
LQ45 669,344
Srikehati 325,787
JII 462,109
USD/IDR 17.373

Indonesia Targetkan 100 Miliar Dolar AS Investasi Hijau

Siswanto | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Senin, 27 April 2015 | 13:04 WIB
Indonesia Targetkan 100 Miliar Dolar AS Investasi Hijau
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani (Antara)

Suara.com - Presiden Joko Widodo sudah menginstruksikan kepada pemerintah untuk mengutamakan investor yang mau menanamkan modal di investasi hijau. Hal ini sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2016-2019.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional, Presiden Joko Widodo berkomitmen mewujudkan sebuah bentuk pembangunan ekonomi yang menghasilkan lapangan kerja, investasi, dan menumbuhkan kekayaan pribadi dengan cara yang adil sambil mempertahankan kelestarian lingkungan.

Pemerintah menargetkan penanaman modal sekitar 100 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.293 triliun untuk investasi hijau dalam lima tahun berikutnya tertanam di setiap sektor bisnis.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani mengungkapkan bahwa banyak negara telah menerapkan konsep environmentally- ramah investasi hijau dan menyajikannya dengan cara yang mereka mau.

Indonesia berada di bawah kategori negara dengan potensi untuk menerapkan konsep tersebut dengan bantuan teknologi sama environmentally ramah.

"Indonesia punya potensi yang besar untuk mewujudkan investasi yang ramah lingkungan dan pesan Pak Jokowi juga sudah jelas bahwa boleh berinvestasi, tapi jangan kesampingkan kelestarian lingkungan. Makanya ini kita dorong terus agar bisa berjalan dan target tercapai," katanya di Hotel Shangri La, Jakarta, Senin (27/4/2015).

Franky mengemukakan pemerintah menargetkan investasi hijau tumbuh rata-rata 20 persen per tahun.

“Saat ini investasi dan perkembangan industri yang ramah lingkungan sudah menjadi tren global. Untuk itu, Indonesia akan mengambil peluang ini untuk menarik investasi hijau saat menjadi tuan rumah Tropical Landscape Summit dengan memaparkan portofilo potensi investasi hijau di Tanah Air,” katanya.

Selama lima tahun terakhir (2010-2014), total realisasi investasi hijau mencapai 30,3 persen dari total nilai investasi atau sebesar Rp486 triliun dibanding total nilai investasi Rp1.600 triliun. Dari realisasi tersebut, sebanyak 26,8 miliar dolar AS merupakan penanaman modal asing dan Rp139,1 triliun merupakan penanaman modal dalam negeri.

Dengan target sedemikian, diperkirakan pada 2019 investasi hijau PMA mencapai 56 miliar dolar AS dan PMDN sebesar Rp448 triliun.

"Acara ini sangat strategis bagi Indonesia untuk menjadi 'role model' bagi pembangunan ekonomi hijau yang berkelanjutan. Karena untuk mempercepat pembangunan infrastruktur hijau atau yang ramah lingkungan membutuhkan biaya yang cukup besar, dan acara ini diharapkan menjadi peluang untuk menarik investor," katanya.

Ia mengatakan ada delapan sektor potensial untuk investasi hijau antara lain pertanian, kehutanan, perikanan, pengusahaan tenaga panas bumi, industri pengolahan (biomassa, biofuel, komponen transportasi), pengadaan listrik dari sumber terbarukan, pengelolaan sampah dan daur ulang, dan pariwisata alam (ecotourism).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BKPM: Tax Allowance Jadi Daya Tarik Investasi Hijau

BKPM: Tax Allowance Jadi Daya Tarik Investasi Hijau

Bisnis | Senin, 27 April 2015 | 12:27 WIB

Pemerintah Tawarkan Keringanan Pajak Hingga 10 Tahun

Pemerintah Tawarkan Keringanan Pajak Hingga 10 Tahun

Bisnis | Senin, 27 April 2015 | 12:05 WIB

Inilah 10 Bidang Usaha Kategori Investasi Hijau

Inilah 10 Bidang Usaha Kategori Investasi Hijau

Bisnis | Sabtu, 25 April 2015 | 13:35 WIB

Usaha Hijau yang Layak Mendapat Insentif

Usaha Hijau yang Layak Mendapat Insentif

Bisnis | Minggu, 19 April 2015 | 18:11 WIB

Terkini

Koperasi Desa Tumbuh di Tengah Tekanan Daya Beli, Warga Mulai Cari Akses Sembako Lebih Terjangkau

Koperasi Desa Tumbuh di Tengah Tekanan Daya Beli, Warga Mulai Cari Akses Sembako Lebih Terjangkau

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:22 WIB

Ancaman PHK Massal di Balik Rencana 'Karpet Merah' Rokok Ilegal

Ancaman PHK Massal di Balik Rencana 'Karpet Merah' Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:17 WIB

BSI Jadi Perusahaan dan Bank Pertama di Indonesia Raih Sertifikasi ISO 56001:2024

BSI Jadi Perusahaan dan Bank Pertama di Indonesia Raih Sertifikasi ISO 56001:2024

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:12 WIB

'Nasionalisasi Aplikator Ojol', Dasco: Potongan Kawan-kawan Driver Diturunkan

'Nasionalisasi Aplikator Ojol', Dasco: Potongan Kawan-kawan Driver Diturunkan

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 18:44 WIB

Tips Atur Properti, Mulai dari Desain Interior Ruang Terkoneksi Elektrik

Tips Atur Properti, Mulai dari Desain Interior Ruang Terkoneksi Elektrik

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 18:00 WIB

Tekanan Pasar Aset Kripto Pengaruhi Kinerja COIN di Kuartal I-2026

Tekanan Pasar Aset Kripto Pengaruhi Kinerja COIN di Kuartal I-2026

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 15:24 WIB

Harga Avtur di Bandara SoekarnoHatta Naik Lagi, Melonjak 16,6 Persen, Tembus Rp27.357/Liter

Harga Avtur di Bandara SoekarnoHatta Naik Lagi, Melonjak 16,6 Persen, Tembus Rp27.357/Liter

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 14:53 WIB

Kado Pahit Buat Buruh, Permenaker 7/2026 Langgengkan 'Perbudakan Modern' Alih Daya?

Kado Pahit Buat Buruh, Permenaker 7/2026 Langgengkan 'Perbudakan Modern' Alih Daya?

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 14:47 WIB

Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Dunia Tembus US$ 126 Per Barel!

Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Dunia Tembus US$ 126 Per Barel!

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 14:36 WIB

BTN Genjot Pariwisata Nasional Lewat Keuangan Digital

BTN Genjot Pariwisata Nasional Lewat Keuangan Digital

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 14:21 WIB