Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

BKPM: Tax Allowance Jadi Daya Tarik Investasi Hijau

Siswanto | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Senin, 27 April 2015 | 12:27 WIB
BKPM: Tax Allowance Jadi Daya Tarik Investasi Hijau
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani (Antara)

Suara.com - Guna meningkatkan investasi hijau di Indonesia, Badan Koordinasi Penanaman Modal menggelar forum Tropical Landscape Summit bertema A Global Investment Opportunity selama dua hari, Senin-Selasa, (27 - 28/4/2015). Acara tersebut dihadiri 200 investor asing.

Acara ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mencapai target realisasi penanaman modal ramah lingkungan sebesar 100 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.297 triliun pada tahun 2019. BKPM menargetkan pertumbuhan investasi mencapai 20 persen per tahun.

"Kita mempromosikan betapa pentingnya investasi hijau ini harus diwujudkan. Dengan menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan meski dalam jumlah kecil, maka industri bisa berinovasi misalnya dengan program daur ulang dan produk ramah lingkungan lainnya," kata Kepala BKPM Franky Sibarani di Hotel Shangri La, Jakarta.

Selain itu, dengan kebijakan keringanan pajak penghasilan (tax allowance) yang memasukkan 10 sektor investasi hijau dalam penerima fasilitas tersebut, membuat optimistis BKPM dalam merealisasikan target investasi hijau akan tercapai.

Pasalnya, selama ini banyak investor yang kurang tertarik menanamkan modalnya di Indonesia karena minimnya insentif yang didapat.

"Tantangannya banyak sekali, mereka ogah karena tidak adanya insentif. Makanya dengan adanya tax allowance ini bisa menjadi daya tarik bagi investor untuk berinvestasi hijau," katanya.

Kebijakan tax allowance dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2015 tentang potongan atau penghapusan Fasilitas Pajak Penghasilan untuk Penanaman Modal di Bidang-Bidang Tertentu dan atau di Daerah-Daerah Tertentu.

Salah satunya di investasi hijau. Sektor investasi hijau yang ditambahkan ke dalam daftar penerima fasilitas tax allowance, antara lain pengusahaan tenaga panas bumi, transportasi perkotaan, dan pembangkit listrik ramah lingkungan. Selain itu, masuk pula industri pemurnian dan pengolahan gas alam, industri kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian (fragrance), industri lampu tabung gas ( LED), pengadaan gas alam dan buatan, penampungan penjernihan dan penampungan air bersih, serta kawasan pariwisata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintah Tawarkan Keringanan Pajak Hingga 10 Tahun

Pemerintah Tawarkan Keringanan Pajak Hingga 10 Tahun

Bisnis | Senin, 27 April 2015 | 12:05 WIB

Inilah 10 Bidang Usaha Kategori Investasi Hijau

Inilah 10 Bidang Usaha Kategori Investasi Hijau

Bisnis | Sabtu, 25 April 2015 | 13:35 WIB

Usaha Hijau yang Layak Mendapat Insentif

Usaha Hijau yang Layak Mendapat Insentif

Bisnis | Minggu, 19 April 2015 | 18:11 WIB

Coca Cola Ciptakan 75 Ribu Lapangan Kerja Baru di Indonesia

Coca Cola Ciptakan 75 Ribu Lapangan Kerja Baru di Indonesia

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2015 | 16:46 WIB

BKPM: Kunjungan Jokowi ke Jepang Menghasilkan Rp39 Triliun

BKPM: Kunjungan Jokowi ke Jepang Menghasilkan Rp39 Triliun

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2015 | 14:01 WIB

Terkini

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:17 WIB

BI Prediksi Kinerja Penjualan Eceran April 2026 Tetap Kuat, Kelompok Suku Cadang Jadi Penopang

BI Prediksi Kinerja Penjualan Eceran April 2026 Tetap Kuat, Kelompok Suku Cadang Jadi Penopang

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:33 WIB

BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel

BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:00 WIB

Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat

Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:33 WIB

Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara

Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:23 WIB

Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak

Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:15 WIB

Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks

Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:02 WIB

Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi

Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:51 WIB

Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026

Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:39 WIB