Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.971,953
LQ45 674,558
Srikehati 329,471
JII 461,839
USD/IDR 17.363

Pertumbuhan Ekonomi Lambat, JK: Ini Bukan Salah Tim Ekonomi

Siswanto | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Kamis, 07 Mei 2015 | 12:38 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Lambat, JK: Ini Bukan Salah Tim Ekonomi
Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Kapolri Jenderal Badrodin Haiti (Antara)

Suara.com - Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik, ekonomi Indonesia pada kuartal I mengalami perlambatan sebesar 4,71 persen. Angka ini turun jika dibandingkan kuartal I pada 2014 yang mencapai 5,21 persen.

Meski mengalami perlambatan, Wakil Presiden Jusuf Kalla enggan menyalahkan tim ekonomi Kabinet Kerja Jokowi-JK yang dinilai telah kebobolan. Pasalnya, menurut JK, perlambatan ekonomi Indonesia di kuartal I naik sedikit akibat faktor ekonomi global dan persiapan administrasi pemerintah yang telat dianggarkan dalam APBN Perubahan yang baru disahkan Febuari lalu.

“Ini bukan kesalahan tim ekonomi. Ini karena adanya masalah dunia, kita tidak bisa menyalahkan orang per orang,” kata JK saat menghadiri The Institute Of International Finance Asia Summit 2015 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (7/5/2015).

JK tak ingin berbagai pihak menyalahkan tim ekonomi Indonesia. Karena menurutnya perlambatan ekonomi bukan salah perorangan.

“Semua ini murni adanya gejolak ekonomi global dan APBN baru disahkan Febuari jadi yang lainnya telat. Tapi Mei nanti jalan lagi semua,” katanya.

Meski demikian, JK optimistis perekonomian pada kuartal II 2015 akan tumbuh di atas lima persen didorong mulai berjalannya proyek infrastruktur.

“Kuartal II, target pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen karena proyek jalan semua. Investasi juga sudah banyak yang masuk. Konsumsi semen naik rakyat kerja, punya pendapatan dan konsumsi akan naik,” katanya.

Sekedar informasi, Badan Pusat Statistik menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Januari 2015 - Maret 2015 berada pada tingkat 4,7 persen atau yang paling rendah sejak 2009.

Menurunnya pertumbuhan ekonomi, menurut Kepala Badan Pusat Statistik Suryamin, disebabkan berbagai faktor.

"Sektor pertanian karena mundur periode tanam, kemudian harga atau juga produksi minyak mentah juga turun karena harga internasional juga sedang turun. Kemudian juga impor bahan baku, impor barang modal dan impor barang-barang konsumsi juga terjadi penurunan sehingga mempengaruhi impor barang modal terhadap investasi di pembentukan modal tetap bruto," kata Suryamin beberapa waktu lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pembukaan IIF 2015

Pembukaan IIF 2015

Foto | Kamis, 07 Mei 2015 | 11:21 WIB

Jika Ada Kekeliruan oleh KPK, JK Siap Bela Jero Wacik

Jika Ada Kekeliruan oleh KPK, JK Siap Bela Jero Wacik

News | Rabu, 06 Mei 2015 | 15:05 WIB

Anggap Kasus Novel Bukan Kriminalisasi, Jokowi Diminta Tegur JK

Anggap Kasus Novel Bukan Kriminalisasi, Jokowi Diminta Tegur JK

News | Minggu, 03 Mei 2015 | 14:19 WIB

JK Pantau Hari Buruh

JK Pantau Hari Buruh

Foto | Jum'at, 01 Mei 2015 | 19:10 WIB

Terkini

Perjalanan Batik Tulis Ethnic Gendhis, dari Ruang Tamu hingga Ekspor ke Inggris

Perjalanan Batik Tulis Ethnic Gendhis, dari Ruang Tamu hingga Ekspor ke Inggris

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 06:30 WIB

Kapal Tanker Iran Masuk Wilayah Indonesia Menuju Kepri, Lolos dari Militer AS!

Kapal Tanker Iran Masuk Wilayah Indonesia Menuju Kepri, Lolos dari Militer AS!

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 21:41 WIB

Prabowo Targetkan 71 Kota Sulap Sampah Jadi Listrik di 2029

Prabowo Targetkan 71 Kota Sulap Sampah Jadi Listrik di 2029

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 20:10 WIB

Jangan Menduga-duga, Menhub Minta Semua Pihak Tunggu Hasil Investigasi Kecelakaan KRL

Jangan Menduga-duga, Menhub Minta Semua Pihak Tunggu Hasil Investigasi Kecelakaan KRL

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 19:56 WIB

Emiten LPKR Bukukan Laba Bersih Rp 107 Miliar di Kuartal I-2026

Emiten LPKR Bukukan Laba Bersih Rp 107 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 19:49 WIB

Pemerintah Mulai Ubah Sampah di Jakarta Jadi Listrik

Pemerintah Mulai Ubah Sampah di Jakarta Jadi Listrik

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 19:43 WIB

Akui Kecolongan, Purbaya Copot 2 Pejabat Kemenkeu Buntut Kasus Restitusi Pajak

Akui Kecolongan, Purbaya Copot 2 Pejabat Kemenkeu Buntut Kasus Restitusi Pajak

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 18:36 WIB

Alasan Target Harga BBRI Tembus Rp4.000, Ini Analisa Lengkapnya

Alasan Target Harga BBRI Tembus Rp4.000, Ini Analisa Lengkapnya

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 17:57 WIB

Pengelola Kopdes Merah Putih Bakal Digembleng Latihan Komcad

Pengelola Kopdes Merah Putih Bakal Digembleng Latihan Komcad

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 17:52 WIB

Laba BBRI Melesat, Analis Beri Target Harga Segini

Laba BBRI Melesat, Analis Beri Target Harga Segini

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 17:46 WIB