Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Pertamina Kembangkan Solar Campur Air

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Senin, 18 Mei 2015 | 17:37 WIB
Pertamina Kembangkan Solar Campur Air
Ilustrasi air bersih (shutterstock)

Suara.com - Guna mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan sesuai arahan pemerintah, saat ini PT. Pertamina melakukan riset pengembangan bahan bakar minyak ramah lingkungan.

Dalam pengembangan, Pertamina mencampurkan solar dengan air yang disebut solar emulsi. Langkah ini bertujuan mengurangi konsumsi bahan bakar minyak yang berasal dari fosil dan meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan.

Vice President Research and Development Direktorat Pengolahan PT. Pertamina, Eko Wahyu Laksono, mengatakan solar campur air memiliki keunggulan lebih ramah lingkungan.

"Emisi solar emulsi lebih rendah dibandingkan dengan solar 48, artinya lebih tidak hitam. Dari grafik solar emulsi 5 persen, solar 15 persen jauh lebih hitam  sehingga ini menjadi alternatif bahan bakar yang mengurangi solar," kata Eko saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2015).

Meski terkesan mudah, anggota masyarakat tidak bisa membuatnya sendiri secara sembarangan.

Eko menjelaskan terdapat bahan tambahan lain dan harus menggunakan teknologi khusus untuk membuat solar emulsi. Pasalnya, untuk mencapai emulsi, dibutuhkan campuran kandungan bernama surfactan. Selain itu, proses percampurannya dilakukan dengan cara khusus.

"Iya memang dicampur air, cuma ada bahan-bahan lainnya. Jadi kami sarankan masyarakat untuk tidak melakukannya sendiri, karena nanti malah merusak mesin kendaraan anda. Ada kandungan surfactant, dengan pengadukan kecepatan tinggi satu alternatif bahan bakar solar yang ramah lingkungan," katanya.

Eko mengungkapkan pada dasarnya ini bukan teknologi yang baru dilakukan, tetapi teknologi emulsi pada bahan bakar ini sudah dilakukan di negara lain. Solar campur air sudah diuji coba pada kendaraan dan cocok untuk kendaraan transportasi publik dan nelayan.

"Sasaran kami tidak kendaraan bermotor, tapi transportasi publik dan nelayan, kami uji high speed engine," kata dia.

Namun, Eko belum dapat memastikan kapan bahan bakar nabati bisa dinikmati masyarakat lantaran masih dalam riset.

"Kami masih dalam tahap riset. nanti kalau sudah selesai akan diuji coba dulu baru disosialisasikan masyarakat," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:23 WIB

BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:49 WIB

Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump

Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:24 WIB

Idul Adha 1447 H, Pegadaian Distribusikan 913 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia

Idul Adha 1447 H, Pegadaian Distribusikan 913 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:15 WIB

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 09:00 WIB

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB