Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Menteri ESDM Temui Menkeu Bahas Pola Perubahan Harga BBM

Ardi Mandiri, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 21 Mei 2015 | 22:00 WIB
Menteri ESDM Temui Menkeu Bahas Pola Perubahan Harga BBM
Mantan Menteri ESDM Jero Wacik di KPK (suara.com/Oke Atmaja)

Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengkaji kembali penyesuaian kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi 3 bulan sampai 6 bulan, dari sebelumnya dua mingguan dan bulanan. Hal ini dilakukan agar pemerintah tidak terlalu sering memberikan gejolak kepada masyarakat.

Oleh sebab itu, sore ini, Kamis (21/5/2015) Meneri ESDM Sudirman Said bertemu dengan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro di Kementerian Keuangan untuk membahas tentang perpanjangan penetapan harga bbm.

"Iya ini tadi membicarakan mengenai pola pengumumannya yang tepat. Prinsipnya gunakan harga keekonomian, kami tidak ingin setiap dua minggu dan dua bulan sekali terjadi lonjakan naik turun. Karena itu kami akan lihat trennya seperti apa,” kata Sudirman saat ditemui dikantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (21/5/2015).

Sudirman mengatakan, dari hasi diskusinya banyak pendapat yang masuk. Ada yang berpendapat 3 bulan sampai 6 bulan. Ia membantah kalau pemerintah dalam hal ini dinilai ragu dalam menentukan perubahan harga bbm. Pasalnya, pemerintah harus hati-hati dalam menentukan ini karena menyangkut kepentingan masyarakat.

“Ini bukan ragu-ragu tapi kita sedang mencari pola terbaik saja. Kita tidak ingin tiap dua minggu atau sebulan ada lonjakan harga. Kasian masyarakat terus bergejolak dan harga-harga menjadi terganggu,” jelasnya.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) telah membatalkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), termasuk Pertamax series pada hari ini. Sebelumnya, harga Pertamax akan dinaikan sebesar Rp800 per liter menjadi Rp9.600 per liter pada (15/5/2015) yang lalu.

Namun, rencana tersebut dibatalkan atas dasar hasil diskusi pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM dengan PT Pertamina untuk menunda kenaikan.  Sudirman menjelaskan, pembatalan ini dikarenakan tidak ingin menimbulkan gejolak di masyarakat. Terlebih, pemerintah dan Pertamina tengah mengkaji pola penyesuaian harga BBM dan pola pengumuman agar tidak terlalu sering menimbulkan gejolak di masyarakat.

"Pemerintah sedang terus memperhatikan harga minyak dan mengkaji pola penyesuaian harga minyak dan harga BBM, yang tidak memberikan gejolak terlalu sering kepada masyarakat," kata Sudirman beberapa waktu lalu. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lebaran, Pertamina Tingkatkan Pasokan BBM dan Elpiji 15 Persen

Lebaran, Pertamina Tingkatkan Pasokan BBM dan Elpiji 15 Persen

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2015 | 17:03 WIB

Sudirman Said: Siapa Bilang Indonesia Tak Mampu Bangun Kilang?

Sudirman Said: Siapa Bilang Indonesia Tak Mampu Bangun Kilang?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2015 | 18:54 WIB

Ini Alasan Menteri ESDM Minta Penundaan Kenaikan BBM Nonsubsidi

Ini Alasan Menteri ESDM Minta Penundaan Kenaikan BBM Nonsubsidi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2015 | 19:01 WIB

Terkini

Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal

Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 22:19 WIB

Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis

Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 21:05 WIB

Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T

Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 20:34 WIB

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:51 WIB

Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?

Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:20 WIB

Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun

Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:10 WIB

Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025

Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:04 WIB

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:56 WIB

Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya

Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:54 WIB

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:35 WIB