Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kasus Beras Plastik Justru Untungkan Pedagang Beras Madura

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Sabtu, 23 Mei 2015 | 01:53 WIB
Kasus Beras Plastik Justru Untungkan Pedagang Beras Madura
Ilustrasi pedagang beras. [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kabar adanya peredaran beras oplosan berbahan baku sintetis, ternyata justru menguntungkan pedagang beras lokal di Bangkalan, Madura, Jawa Timur (Jatim).

Para pedagang di wilayah ini mengaku, sejak adanya kabar peredaran beras sintetis berupa bahan plastik itu, warga jadi lebih banyak memilih membeli beras lokal. Khususnya dalam hal ini adalah beras hasil pertanian warga Bangkalan.

"Katanya mereka khawatir, ada campuran beras sintetis jika membeli beras dari luar Bangkalan. Makanya, penjualan beras lokal lumayan meningkat," kata Aminah, salah seorang pedagang beras di Pasar Ki Lemah Duwur, Bangkalan, Jumat (22/5/2015).

Akibat banyaknya warga yang membeli beras lokal itu, kini harga beras lokal pun mengalami kenaikan cukup tinggi. Tepatnya, dari Rp9.000 per kilogram, kini harganya menjadi Rp11.000 per kilogram.

"Jadi ada kenaikan Rp2.000 per kilogramnya. Tapi khusus beras lokal Bangkalan saja. Beras lainnya tetap." terang Aminah.

Sementara, tidak hanya pedagang, pengusaha gilingan padi di Bangkalan juga mengaku bahwa sejak adanya kabar beras oplosan berbahan baku sintetis itu, kini warga Bangkalan yang menggiling gabah juga terus meningkat. Salah satunya seperti yang diakui pengusaha gilingan padi di Desa Keleyan, Mattawi.

"Katanya takut untuk membeli beras dari luar Bangkalan, karena jika dikonsumsi beras itu konon bisa membuat orang kena penyakit ginjal," ucap Mattawi.

Sebelumnya, Dinas Peternakan dan Pertanian Pemkab Bangkalan merilis bahwa produksi beras lokal di wilayah itu mengalami surplus. Kondisi itu pun diperkirakan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi beras masyarakat Bangkalan.

Data Dispertanak Bangkalan menyebutkan bahwa pada 2014, produksi pertanian tanaman padi surplus hingga 53.000 ton. Lebih jauh, data itu juga menyebutkan adanya kenaikan setiap tahun sebesar 0,5 persen. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Takut Beras Plastik, Banyak Warga Beralih ke Beras Lokal

Takut Beras Plastik, Banyak Warga Beralih ke Beras Lokal

News | Jum'at, 22 Mei 2015 | 16:16 WIB

Pemerintah RI dan Cina akan Telusuri Peredaran Beras Plastik

Pemerintah RI dan Cina akan Telusuri Peredaran Beras Plastik

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2015 | 13:36 WIB

Terkini

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 21:11 WIB

Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global

Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:47 WIB

Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja

Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:18 WIB

FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia

FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:05 WIB

Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026

Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 19:27 WIB

Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026

Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 19:05 WIB

Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026

Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:58 WIB

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:57 WIB

OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE

OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:51 WIB

Kemendag Rilis 2 Aturan Baru, Perizinan Ekspor Kini Nggak Berbelit-belit

Kemendag Rilis 2 Aturan Baru, Perizinan Ekspor Kini Nggak Berbelit-belit

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:17 WIB