Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.565.000
Beli Rp2.437.000
IHSG 6.039,521
LQ45 598,887
Srikehati 293,773
JII 363,965
USD/IDR 18.094

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.039 Triliun, Beban Pemerintah Terus Membengkak

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Rabu, 15 Juli 2026 | 10:48 WIB
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.039 Triliun, Beban Pemerintah Terus Membengkak
Ilustrasi. Bank Indonesia (BI) mencatat posisi ULN Indonesia pada Mei 2026 mencapai 444,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp8.039 triliun dengan asumsi kurs rupiah di kisaran Rp18.090 per dolar AS. Foto ANTARA.
baca 10 detik
  • Utang luar negeri RI naik menjadi Rp8.039 triliun pada Mei 2026.
  • Kenaikan didorong bertambahnya utang pemerintah dan Bank Indonesia.
  • Swasta masih menahan utang, tetapi beban negara terus meningkat.

Suara.com - Beban utang luar negeri (ULN) Indonesia kembali bertambah. Bank Indonesia (BI) mencatat posisi ULN Indonesia pada Mei 2026 mencapai 444,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp8.039 triliun dengan asumsi kurs rupiah di kisaran Rp18.090 per dolar AS.

Kenaikan ini menunjukkan tekanan pembiayaan eksternal Indonesia belum mereda. Dibandingkan April 2026, pertumbuhan utang luar negeri meningkat menjadi 2,1 persen secara tahunan, didorong terutama oleh bertambahnya utang sektor publik, yakni pemerintah dan Bank Indonesia.

Data BI menunjukkan posisi utang luar negeri pemerintah mencapai 217,3 miliar dolar AS, tumbuh 3,7 persen secara tahunan. Peningkatan tersebut terjadi di tengah kebutuhan pembiayaan negara yang masih tinggi, meskipun pemerintah melakukan pembayaran pokok pinjaman luar negeri yang jatuh tempo.

Lonjakan utang pemerintah juga didukung masuknya investasi asing ke Surat Berharga Negara (SBN) internasional. Namun, kondisi tersebut sekaligus memperlihatkan pembiayaan APBN masih bergantung pada aliran dana dari investor global yang rentan berubah mengikuti dinamika pasar keuangan dunia.

Selain pemerintah, peningkatan utang luar negeri juga berasal dari Bank Indonesia. Kenaikan tersebut dipicu meningkatnya kepemilikan investor asing pada instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebagai bagian dari operasi moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Di sisi lain, sektor swasta justru masih mengurangi eksposur utang luar negeri. Posisi ULN swasta tercatat sebesar 195,9 miliar dolar AS, atau masih mengalami kontraksi 0,1 persen secara tahunan. Meski penurunannya tidak sedalam bulan sebelumnya, data tersebut menunjukkan pelaku usaha masih cenderung berhati-hati dalam menambah pembiayaan dari luar negeri.

Kontraksi terbesar terjadi pada kelompok lembaga keuangan yang mencatat penurunan utang sebesar 0,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, utang luar negeri swasta masih terkonsentrasi pada sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan yang menyumbang hampir 80 persen dari total ULN swasta.

Bank Indonesia menegaskan kondisi utang luar negeri Indonesia masih berada pada level yang sehat. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny menyatakan struktur ULN tetap dikelola secara hati-hati dengan dominasi utang berjangka panjang.

"Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN," kata Ramdan dalam keterangan resmi, Rabu (15/7/2026).

baca juga

Hingga akhir Mei 2026, rasio utang luar negeri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berada di level 29,9 persen, sementara 83,9 persen dari total ULN merupakan utang berjangka panjang.

Meski indikator tersebut masih berada dalam batas yang dinilai aman, kenaikan utang luar negeri di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan tingginya ketidakpastian global berpotensi meningkatkan beban pembayaran utang pemerintah ke depan. Kondisi ini membuat ruang fiskal berisiko semakin tertekan apabila biaya pinjaman global tetap tinggi dan kebutuhan pembiayaan APBN terus meningkat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

APBN 2025 Defisit Rp670,34 Triliun, Pemerintah Beberkan Kondisi Fiskal di DPR

APBN 2025 Defisit Rp670,34 Triliun, Pemerintah Beberkan Kondisi Fiskal di DPR

Foto | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:08 WIB

Ilusi Program MBG: Sejuta Lapangan Kerja atau Sejuta Penerima APBN?

Ilusi Program MBG: Sejuta Lapangan Kerja atau Sejuta Penerima APBN?

Your Say | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:15 WIB

Di DPR, Menkeu Purbaya Soroti Efisiensi APBN dan Tantangan Besar Program MBG

Di DPR, Menkeu Purbaya Soroti Efisiensi APBN dan Tantangan Besar Program MBG

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:59 WIB

Terkini

Daftar Saham HSC: Update BEI, Emiten Prajogo Pangestu Ikut Masuk List

Daftar Saham HSC: Update BEI, Emiten Prajogo Pangestu Ikut Masuk List

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:16 WIB

Purbaya: Prabowo Terus Pantau Kondisi Ekonomi RI, Diskusi Seminggu Sekali

Purbaya: Prabowo Terus Pantau Kondisi Ekonomi RI, Diskusi Seminggu Sekali

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:52 WIB

Harga Cabai Anjlok hingga 13%, Beras dan Daging Ayam Justru Kompak Naik

Harga Cabai Anjlok hingga 13%, Beras dan Daging Ayam Justru Kompak Naik

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:42 WIB

KAI Mulai Gunakan Biodiesel B50 secara Bertahap pada Lokomotif

KAI Mulai Gunakan Biodiesel B50 secara Bertahap pada Lokomotif

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:41 WIB

Ketegangan AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak

Ketegangan AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:18 WIB

Rupiah Menguat ke Rp18.048 per Dolar AS, Inflasi Amerika yang Melandai Jadi Pendorong Utama

Rupiah Menguat ke Rp18.048 per Dolar AS, Inflasi Amerika yang Melandai Jadi Pendorong Utama

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:05 WIB

Tahan Beli, Harga Emas Antam Melonjak Jadi Rp2.635.000 per Gram Hari Ini

Tahan Beli, Harga Emas Antam Melonjak Jadi Rp2.635.000 per Gram Hari Ini

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:59 WIB

IHSG Betah di Zona Hijau, PRDL Langsung ARA

IHSG Betah di Zona Hijau, PRDL Langsung ARA

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:15 WIB

Daftar Lengkap Harga Jual dan Buyback Emas Pegadaian per 15 Juli 2026

Daftar Lengkap Harga Jual dan Buyback Emas Pegadaian per 15 Juli 2026

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:07 WIB

Harga Bright Gas Turun Mulai 14 Juli, Tabung 12 Kg Kini Rp220.00

Harga Bright Gas Turun Mulai 14 Juli, Tabung 12 Kg Kini Rp220.00

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:59 WIB

×