Dorong Eksistensi Produk Lokal, Digelar Festival Panen Nusantara

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 04 Juni 2015 | 19:14 WIB
Dorong Eksistensi Produk Lokal, Digelar Festival Panen Nusantara
Seorang petani menebar pupuk di areal sawah Kelurahan Karang Malang, Jawa Barat. (Antara/Dedhez Anggara)

Suara.com - Guna mendorong produk-produk lokal yang hingga kini masih termarjinalkan, sedikitnya 22 lembaga masyarakat sipil berkolaborasi untuk menyelenggarakan Festival Panen Raya Nusantara 2015. Hal ini dilakukan untuk memasarkan bermacam-macam produk komunitas di Tanah Air yang mampu membantu mendorong roda perekonomian Indonesia.

Kepala Sekretariat Festival Panen Raya Nusantara, Jusupta Tarigan, mengatakan festival akan menghadirkan ratusan produsen lokal berdaya dari berbagai daerah dengan ratusan jenis produk mereka. Tak hanya itu, festival diharapkan menjadi pintu masuk bagi eksistensi kewirausahaan komunitas kepada publik yang lebih luas.

“Acara ini bukan hanya sekedar gelaran produk komunitas saja, tetapi ini juga untuk mendorong eksistensi produk lokal komunitas ini lebih luas. Karena selama ini produk lokal masih dipandang sepele di Indonesia. Padahal, produk lokal ini mampu membantu menggerakkan perekonomian di Indonesia,” kata Jusupta di Jakarta, Kamis (4/6/2015).

Menurut Jusupta bergabungnya 22 lembaga masyarakat sipil untuk menyelenggarakan festival merupakan wujud keprihatinan akan rendahnya perhatian pemerintah terhadap produk-produk komunitas.

“Bukan hanya memamerkan produk lokal saja, tetapi kami juga akan membuka wawasan masyarakat untuk belajar tentang Indonesia yang sebenarnya. Bagaimana masyarakat di daerah berjuang untuk peningkatan ekonominya, tetapi disaat bersamaan mereka juga harus mampu melakukan perlindungan terhadap lingkungannya," katanya.

Dalam festival tersebut, produk lokal yang dipamerkan banyak bahan baku dari bahan alami yang hanya misalnya terdapat di hutan yang keberadaannya terancam oleh deforestasi (penggundulan hutan) dan ahli fungsi lahan.

"Festival ini menghadirkan ratusan produsen lokal berdaya dari seluruh Indonesia dengan ratusan jenis produk mereka, antara lain tenun ikat Kalimantan yang menggunakan pewarna alami dari hutan, madu hutan yang dikelola secara lestari, beras organik, dan berbagai jenis produk pangan lokal berbasis sagu," katanya.

Rencananya Festival Panen Raya yang mengusung tema Menuju Ekonomi Komunitas yang Adil dan Lestari akan digelar pada 6-7 Juni 2015 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Anggota konsorsium yang berkolaborasi dalam festival, antara lain NTFP-EP, WWF, Walhi, Kehati, Rumah Organik, Perkumpulan Telapak Bogor, Jaringan Madu Hutan Nusantara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Video | Selasa, 15 September 2026 | 22:15 WIB

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 21:51 WIB

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:45 WIB

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:43 WIB

×