Perusahaan Asing Hengkang, KSPI Bantah Buruh Batam Pernah Sandera

Siswanto | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Kamis, 09 Juli 2015 | 14:46 WIB
Perusahaan Asing Hengkang, KSPI Bantah Buruh Batam Pernah Sandera
Puluhan ribu buruh dari berbagai penjuru kota di Jabodetabek dan sekitarnya melakukan aksi long march menuju Istana Merdeka Jakarta, Jumat, (1/5). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Presiden Konfederasi Serikat Buruh Indonesia Said Iqbal menilai isu unjuk rasa buruh di Kota Batam menyandera manajemen perusahaan sengaja dibesar-besarkan untuk kepentingan tertentu. Hal tersebut kemudian dikait-kaitkan dengan hengkangnya beberapa perusahaan asing dari Batam.

“Nggak, itu berita hanya dibesar-besarkan saja. Nggak ada buruh yang sampai menyandera pihak manajemen perusahaan. Mereka kan kalau mau demo minta izin ke Disnaker, izinnya aksi damai nggak mungkin ada sampai menyandera,” kata Iqbal kepada Suara.com, Kamis (9/7/2015).

Menurut Iqbal aksi buruh sering dimanfaatkan agar mereka terkesan menyandera petinggi-petinggi di perusahaannya. Iqbal mengatakan kasus tersebut sering terjadi tak hanya di Batam.

“Jadi gini, kalau buruh menggelar demo itu mereka dihitung nggak masuk kerja. Ada dalam undang-undangnya, kalau buruh nggak masuk dalam lima hari maka mereka dinyatakan mengundurkan diri. Nah, para buruh ini biar nggak dianggap menggundurkan diri, mereka memaksa untuk masuk. Namun, ketika mau masuk pintu dikunci sama satpam dan sengaja nggak boleh masuk, terus digembok. Ini kan jadi terkesan mereka dikunci buruh, padahal nggak,” ujarnya.

Iqbal menambahkan setiap aksi buruh selalu dikawal polisi, jadi mustahil mereka sampai menyandera manajemen perusahaan karena polisi pasti cepat bertindak.

“Kalau memang disandera, polisinya dimana, masa enggak bertindak. Kan kalau demo selalu diawasi oleh polisi. Ini kan melebih-lebihkan. Buruh ini selalu menjadi tameng bagi mereka-mereka yang haus kekuasaan untuk disalahkan,” katanya.

Iqbal sangat tidak setuju dengan pernyataan Asosiasi Pengusaha Indonesia Kepulauan Riau yang mengatakan hengkangnya perusahaan asing di Kota Batam akibat sering didemo buruh.

“Buruh itu hanya dijadikan tameng sama APINDO. Mereka juga enggak peduli apa yang sebenarnya diinginkan oleh buruh. Orang buruh demo aja mereka nggak peduli, ini kenyataan loh yang saya rasakan di lapangan. Saya kemarin kan ke Batam juga. Itu hanya menjadikan buruh sebagai tameng saja. Akui saja kalau memang Batam sudah tidak menarik lagi bagi investor. Kenyataannya seperti itu,” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Investor Asing Hengkang Dari Batam, KSPI: Bukan Karena Demo Buruh

Investor Asing Hengkang Dari Batam, KSPI: Bukan Karena Demo Buruh

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2015 | 13:42 WIB

Wakil Ketua Kadin Ini Dukung Kenaikan Upah Jangan Tiap Tahun

Wakil Ketua Kadin Ini Dukung Kenaikan Upah Jangan Tiap Tahun

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2015 | 12:41 WIB

Terkini

Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz

Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 22:38 WIB

Pertamina Kawal Pemudik Lalui Jalur Non-Tol Pantura

Pertamina Kawal Pemudik Lalui Jalur Non-Tol Pantura

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 22:25 WIB

Raksasa Migas Italia Finalisasi Proyek Gas Strategis di Kaltim

Raksasa Migas Italia Finalisasi Proyek Gas Strategis di Kaltim

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 21:39 WIB

Pastikan Stok BBM Aman Selama Mudik, Wakil Menteri ESDM Kunjungi Rest Area 379 A Batang-Semarang

Pastikan Stok BBM Aman Selama Mudik, Wakil Menteri ESDM Kunjungi Rest Area 379 A Batang-Semarang

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 20:52 WIB

Cerita Ibu Eka Setelah Dua Tahun Menahan Rindu Kini Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM

Cerita Ibu Eka Setelah Dua Tahun Menahan Rindu Kini Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 20:41 WIB

Menteri LH: PT Agincourt Resources Boleh Kelola Tambang Emas Martabe Lagi

Menteri LH: PT Agincourt Resources Boleh Kelola Tambang Emas Martabe Lagi

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 20:18 WIB

Purbaya: Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik  Harga

Purbaya: Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik Harga

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 19:56 WIB

Layanan BRI Lebaran 2026: Cukup Scan QRIS, Bisa Kirim THR dalam Hitungan Detik via BRImo

Layanan BRI Lebaran 2026: Cukup Scan QRIS, Bisa Kirim THR dalam Hitungan Detik via BRImo

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 19:46 WIB

BRI Siap Sedia Layani Nasabah Lebaran 2026: 627 Ribu E-Channel Aktif Layani Nasabah 24 Jam

BRI Siap Sedia Layani Nasabah Lebaran 2026: 627 Ribu E-Channel Aktif Layani Nasabah 24 Jam

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 19:10 WIB

[HOAKS] Presiden Prabowo Resmikan KUR BRI Tanpa Agunan

[HOAKS] Presiden Prabowo Resmikan KUR BRI Tanpa Agunan

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 16:31 WIB