Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Ini Kendaraan yang Disarankan Pertamina Pakai Pertalite

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 24 Juli 2015 | 14:40 WIB
Ini Kendaraan yang Disarankan Pertamina Pakai Pertalite
Suzuki Karimun Wagon R [Suzuki.co.id]

Suara.com - Direktur Utama PT. Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto menungkapkan jenis kendaraan yang disarankan untuk menggunakan Pertalite dengan kadar oktan Reasearch Octane Number (RON) 90 adalah transportasi dengan rasio kompresi yang tinggi antara sembilan dan sepuluh.

“Disarankan dengan kendaraan yang rasio kompresinya sekitar 9-10 itu cocok kalau menggunakan Pertalite. Kalau yang diatas itu ya menggunakan Pertamax agar pembakarannya lebih baik bagi kendaraan,” kata Dwi saat ditemui usai konferensi pers peluncuran Pertalite di SPBU COCO, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2015).

Dwi menjelaskan pada dasarnya Pertalite dibuat untuk memenuhi spesifikasi teknologi kebanyakan mobil-mobil masa kini, seperti MPV kelas menengah.

Pertalite, katanya, memberikan pilihan lebih banyak kepada konsumen dalam menggunakan BBM. Ia mencontohkan kendaraan, seperti LCGC sangat cocok menggunakannya karena rasio kompresinya sekitar sembilan - sepuluh.

“Contohnya kalau mobil kayak LCGC, Avanza, Xenia. Kalau untuk motor, yang matic juga bisa seperti Mio, Vario, Beat dan sejenisnya juga bisa menggunakan Pertalite,” katanya.

Meski demikian, dia mengaku tetap menyerahkan konsumsi BBM dengan RON 90 kepada masyarakat. Nantinya, masyarakat memiliki pilihan bahan bakar yang beragam, yaitu Premium, Pertamax, Pertamax Plus, Pertamax Dex, dan Pertalite.

“Kita kembalikan lagi ke masyarakat, terserah mau pakai yang mana. Kenapa, karena Pertalite merupakan varian produk bahan bakar gasoline yang diformulasikan Pertamina untuk konsumen yang menghendaki bahan bakar pembakaran yang lebih baik, dengan harga terjangkau. Langkah ini juga terinspirasi oleh perkembangan teknologi kendaraan bermotor di Indonesia. Jadi terserah masyarakat mau gunakan premium, Pertamax, Pertamax Plus, Pertamax Dex, atau Pertalite,” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Strategi Pertamina Bikin Pertalite Laris di Pasar

Ini Strategi Pertamina Bikin Pertalite Laris di Pasar

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2015 | 13:34 WIB

Ada Pertalite, Dirjen ESDM: Jangan Sampai Kuota Premium Kurang

Ada Pertalite, Dirjen ESDM: Jangan Sampai Kuota Premium Kurang

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2015 | 13:27 WIB

Pertalite Resmi Meluncur, Ini Respon Daihatsu

Pertalite Resmi Meluncur, Ini Respon Daihatsu

Otomotif | Jum'at, 24 Juli 2015 | 12:19 WIB

Baru Diluncurkan, Banyak Warga Ingin Coba Pakai Pertalite

Baru Diluncurkan, Banyak Warga Ingin Coba Pakai Pertalite

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2015 | 11:54 WIB

Terkini

Jepang dan Jerman Kekurangan Pekerja, Pemerintah Siapkan Talenta RI

Jepang dan Jerman Kekurangan Pekerja, Pemerintah Siapkan Talenta RI

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:54 WIB

Nilai Tukar Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Nilai Tukar Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:48 WIB

Jalur Selat Hormuz Mulai Normal, Harga Minyak Dunia Semakin Murah Jadi USD 76,71

Jalur Selat Hormuz Mulai Normal, Harga Minyak Dunia Semakin Murah Jadi USD 76,71

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:41 WIB

Selat Hormuz Dibuka, Tarif Sewa Kapal Tanker Meroket Nyaris Dua Kali Lipat!

Selat Hormuz Dibuka, Tarif Sewa Kapal Tanker Meroket Nyaris Dua Kali Lipat!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:25 WIB

IHSG Langsung Terbang Saat ke Level 6.128 pada Rabu Pagi, Setelah Laporan MSCI

IHSG Langsung Terbang Saat ke Level 6.128 pada Rabu Pagi, Setelah Laporan MSCI

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:17 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Pelaku Logistik Minta Tetap Waspadai Gangguan Rantai Pasok Global

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Pelaku Logistik Minta Tetap Waspadai Gangguan Rantai Pasok Global

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:05 WIB

Uang Beredar Tembus Rp10.415 Triliun, BI Ungkap Likuiditas dan Kredit Makin Kencang

Uang Beredar Tembus Rp10.415 Triliun, BI Ungkap Likuiditas dan Kredit Makin Kencang

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 08:51 WIB

MSCI Tunda Keputusan, Ini Sinyal Bahaya yang Harus Diwaspadai IHSG

MSCI Tunda Keputusan, Ini Sinyal Bahaya yang Harus Diwaspadai IHSG

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:57 WIB

WSKT Siap Garap Tol Yogyakarta-Bawen Senilai Rp2,1 T, Pangkas Waktu Tempuh Jadi 1 Jam

WSKT Siap Garap Tol Yogyakarta-Bawen Senilai Rp2,1 T, Pangkas Waktu Tempuh Jadi 1 Jam

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:38 WIB

Pelaku Logistik Kompak Dukung Konsolidasi, Targetkan Ongkos Distribusi Lebih Murah

Pelaku Logistik Kompak Dukung Konsolidasi, Targetkan Ongkos Distribusi Lebih Murah

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:34 WIB