Sesi Penutupan, Rupiah Melemah Lagi Rp13.453

Laban Laisila

Kamis, 30 Juli 2015 | 18:46 WIB
Sesi Penutupan, Rupiah Melemah Lagi Rp13.453
Rupiah Terus Melemah. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis sore (30/7/2015), bergerak melemah sebesar 11 poin menjadi Rp13.453 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.442 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, dolar AS kembali bergerak menguat terhadap mayoritas mata uang dunia karena optimisme bank sentral Amerika Serikat (the Fed) terhadap perbaikan ekonominya.

"Itu mengindikasikan bahwa bank sentral akan bersiap untuk menaikan suku bunga dalam waktu dekat, paling cepat di bulan September tahun ini," kata Ariston Tjendra di Jakarta.

Dia memaparkan, produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat pada kuartal kedua 2015 diperkirakan bertumbuh 2,6 persen.

Perkiraan itu lebih bagus dari hasil yang dicapai kuartal pertama yang memperlihatkan penurunan 0,2 persen karena cuaca yang buruk.

"Laporan PDB AS yang membaik mungkin akan meningkatkan daya tarik terhadap dolar AS, dengan demikian mata uang Amerika Serikat bisa lebih menguat lagi. Namun sebaliknya, pelemahan PDB AS mungkin akan menurunkan outlook optimistis the Fed dan dapat memicu penurunan jangka pendek untuk dolar AS," katanya.

Sementara itu,Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menambahkan pelemahan rupiah terhadap dolar AS lebih dalam karena tertahan oleh masih positifnya lelang Sukuk yang cukup banyak diminati.

Pemerintah berhasil menghimpun dana Rp2,93 triliun dari hasil lelang empat seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada Selasa (28/7) kemarin. Hasil lelang itu akan digunakan untuk memenuhi sebagian dari kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015.

Pada 4 Agustus 2015 nanti, pemerintah juga akan melelang empat seri obligasi negara atau Surat Utang Negara (SUN) dengan jumlah indikatif Rp10 triliun, untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN.

"Diharapkan, hasil lelang SUN itu diserap pasar sehingga dapat membantu menjaga mata uang rupiah,"kata Reza.

Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah menjadi Rp13.468 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.444 per dolar AS. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tekanan Berkurang, Rupiah Menguat Tipis ke Posisi Rp13.445

Tekanan Berkurang, Rupiah Menguat Tipis ke Posisi Rp13.445

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2015 | 11:18 WIB

Isu Kenaikan Suku Bunga The Fed Picu Anjloknya Rupiah dan IHSG

Isu Kenaikan Suku Bunga The Fed Picu Anjloknya Rupiah dan IHSG

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2015 | 14:06 WIB

Minim Sentimen Positif, Rupiah Kembali Melemah

Minim Sentimen Positif, Rupiah Kembali Melemah

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2015 | 10:40 WIB

Meski Ada Tekanan, Menkeu Berharap Rupiah Masih Aman

Meski Ada Tekanan, Menkeu Berharap Rupiah Masih Aman

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2015 | 09:34 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×