Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.986,497
LQ45 594,918
Srikehati 295,219
JII 350,443
USD/IDR 17.983

Sesi Penutupan, Rupiah Melemah Lagi Rp13.453

Laban Laisila

Kamis, 30 Juli 2015 | 18:46 WIB
Sesi Penutupan, Rupiah Melemah Lagi Rp13.453
Rupiah Terus Melemah. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis sore (30/7/2015), bergerak melemah sebesar 11 poin menjadi Rp13.453 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.442 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, dolar AS kembali bergerak menguat terhadap mayoritas mata uang dunia karena optimisme bank sentral Amerika Serikat (the Fed) terhadap perbaikan ekonominya.

"Itu mengindikasikan bahwa bank sentral akan bersiap untuk menaikan suku bunga dalam waktu dekat, paling cepat di bulan September tahun ini," kata Ariston Tjendra di Jakarta.

Dia memaparkan, produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat pada kuartal kedua 2015 diperkirakan bertumbuh 2,6 persen.

Perkiraan itu lebih bagus dari hasil yang dicapai kuartal pertama yang memperlihatkan penurunan 0,2 persen karena cuaca yang buruk.

"Laporan PDB AS yang membaik mungkin akan meningkatkan daya tarik terhadap dolar AS, dengan demikian mata uang Amerika Serikat bisa lebih menguat lagi. Namun sebaliknya, pelemahan PDB AS mungkin akan menurunkan outlook optimistis the Fed dan dapat memicu penurunan jangka pendek untuk dolar AS," katanya.

Sementara itu,Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menambahkan pelemahan rupiah terhadap dolar AS lebih dalam karena tertahan oleh masih positifnya lelang Sukuk yang cukup banyak diminati.

Pemerintah berhasil menghimpun dana Rp2,93 triliun dari hasil lelang empat seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada Selasa (28/7) kemarin. Hasil lelang itu akan digunakan untuk memenuhi sebagian dari kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015.

Pada 4 Agustus 2015 nanti, pemerintah juga akan melelang empat seri obligasi negara atau Surat Utang Negara (SUN) dengan jumlah indikatif Rp10 triliun, untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN.

"Diharapkan, hasil lelang SUN itu diserap pasar sehingga dapat membantu menjaga mata uang rupiah,"kata Reza.

Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah menjadi Rp13.468 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.444 per dolar AS. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tekanan Berkurang, Rupiah Menguat Tipis ke Posisi Rp13.445

Tekanan Berkurang, Rupiah Menguat Tipis ke Posisi Rp13.445

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2015 | 11:18 WIB

Isu Kenaikan Suku Bunga The Fed Picu Anjloknya Rupiah dan IHSG

Isu Kenaikan Suku Bunga The Fed Picu Anjloknya Rupiah dan IHSG

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2015 | 14:06 WIB

Minim Sentimen Positif, Rupiah Kembali Melemah

Minim Sentimen Positif, Rupiah Kembali Melemah

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2015 | 10:40 WIB

Meski Ada Tekanan, Menkeu Berharap Rupiah Masih Aman

Meski Ada Tekanan, Menkeu Berharap Rupiah Masih Aman

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2015 | 09:34 WIB

Terkini

Rupiah Melemah, Dolar AS Mulai Dekati Level Rp18.000

Rupiah Melemah, Dolar AS Mulai Dekati Level Rp18.000

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 09:41 WIB

Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan

Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 09:32 WIB

Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun

Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 08:38 WIB

Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya

Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 08:05 WIB

Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?

Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:57 WIB

Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung

Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:33 WIB

OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan

OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:27 WIB

Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia

Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:14 WIB

Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026

Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:35 WIB

Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi

Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:29 WIB

×