Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.351,139
LQ45 633,989
Srikehati 307,930
JII 383,125
USD/IDR 17.932

Pertumbuhan Ekonomi 4,7 Persen, Sudah Saatnya Rombak Kabinet

Tomi Tresnady, Dian Kusumo Hapsari

Sabtu, 08 Agustus 2015 | 18:44 WIB
Pertumbuhan Ekonomi 4,7 Persen, Sudah Saatnya Rombak Kabinet
Presiden Joko Widodo menghadiri acara puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke- 22 di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (1/8/2015). [Setpres/Cahyo]

Suara.com - Ketua DPP PAN Teguh Juwarno mengatakan sudah saat Presiden Joko Widodo melakukan perombakan Kabinet Kerja, terutama di pos-pos menteri perokonomian.

Ia beralasan, hal itu lantaran pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 4,7 persen pada sementer I 2015. Sehingga menjadi acuan kinerja menteri di sektor perekonomian belum maksimal.

"Coba lihat zaman SBY dulu kurs Rp12 ribu langsung kalang kabut. Kalau sekarang Rp13.500 masih adem. Sikap presiden yang humble dan memberi pemakluman lebih untuk politik. Jangan sampai rakyat terus bergejolak karena pertumbuhan yang lemah dan nilai tukar rupiah yang terus merosot. Makanya reshuffle itu lebih cepat lebih baik," kata Teguh dalam diskusi Perombakan Kabinet Sudah Net, Sabtu (8/8/2015).

Ia mencontohkan, seharusnya Kementerian BUMN memiliki peranan lebih dalam mendongkrak perkonomian Indonesia dengan menarik banyak investor. Saat ini BUMN memegang aset negara Rp5 tiliun.

Dana tersebut dapat digunakan untuk menarik investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia melalui perusahaan-perusahaan BUMN. Tapi, lanjut dia, kondisinya justru BUMN meminta modal investasi.

"BUMN punya aset dua kali lipat dari APBN kita harusnya itu bisa digunakan untuk meyakinkan investor menanamkan modalnya di Indonesia. Tapi sekarang, bukannya duit datang malah minta penambahan penanaman modal," ungkapnya.

Ia mencontohkan PT Pertamina. Kontrak karya yang dimiliki Pertamina lebih besar dibandikan Petronas. Teguh pertanyakan kenapa Pertamina selalu rugi? Hal inilah yang menjadi sorotan bahwa perombakan kabinet itu perlu dipercepat.

"Pertamina asetnya lebih besar dari Petronas, tapi rugi terus siapa yang salah. Contoh Freeport, kenapa dia bisa terkenal di dunia, ya karena pemerintahnya (Amerika Serikat) gencar menarik investor, mau modal dan lain-lain. Makanya dapat membantu perekonomian di Amerika sana," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Menteri -Menteri yang Diusulkan 'Reshuffle'

Ini Menteri -Menteri yang Diusulkan 'Reshuffle'

News | Kamis, 06 Agustus 2015 | 23:58 WIB

Lukman Hakim: Reshuffle Kok Tanya Saya, Ya Ke Presiden

Lukman Hakim: Reshuffle Kok Tanya Saya, Ya Ke Presiden

News | Kamis, 16 Juli 2015 | 20:52 WIB

Anggota Dewan Ini Pesimistis Kabinet Kerja Bisa Wujudkan Nawacita

Anggota Dewan Ini Pesimistis Kabinet Kerja Bisa Wujudkan Nawacita

News | Kamis, 09 Juli 2015 | 03:30 WIB

Terkini

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:44 WIB

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:31 WIB

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:24 WIB

×