Devakuasi Yuan Cina Guncang Pasar Valas

Ririn Indriani

Rabu, 12 Agustus 2015 | 07:28 WIB
Devakuasi Yuan Cina Guncang Pasar Valas
Ilustrasi Yuan Tiongkok. (Shutterstock)

Suara.com - Devaluasi mata uang Cina secara tajam dan tak terduga pada Selasa telah mengguncang pasar valuta asing, meningkatkan dolar dan memicu kekhawatiran tentang penundaan rencana Federal Reserve untuk meningkatkan suku bunganya.

Bank sentral Cina (PBoC) mendevaluasi mata uang yuan pada Selasa sebesar hampir dua persen terhadap dolar AS, karena pihak berwenang mengatakan mereka berusaha untuk mendorong reformasi pasar dalam sebuah langkah satu kali.

Dolar menguat terhadap sebagian besar rival utamanya kecuali euro, yang naik sedikit terhadap greenback, mendapatkan dukungan dari kesepakatan Yunani dengan para kreditornya untuk dana talangan (bailout) ketiga.

Bank sentral Cina pada Selasa mengatakan, pihaknya sekarang akan mendasarkan penetapan pada hari sebelumnya dan faktor-faktor lain, metode baru penghitungan harga harian. Sebelumnya bank sentral akan memungkinkan yuan, juga dikenal sebagai renminbi, bervariasi hingga dua persen dari kurs tengah.

Langkah dramatis itu mengejutkan pasar dan menyebabkan gelombang penjualan di bursa saham AS dan Eropa, serta di banyak bursa komoditas.

Keputusan PBoC untuk melonggarkan band (batas) perdagangan dolar-yuan "akan memiliki implikasi jauh," kata Christopher Vecchio, analis mata uang di DailyFX.

"Tampak tidak lebih daripada fakta bahwa PBoC merilis penjelasan keputusan kebijakan moneternya dalam bahasa Inggris: PBoC menyadari dunia sedang memantau ekonomi dan pasar keuangan Tiongkok, dan sedang melakukan semua yang bisa untuk mempertahankan kontrol atas situasi spiral."

Analis Forex.com Fawad Razaqzada mengatakan bahwa "pasar telah menafsirkan langkah itu sebagai tanda bahwa kesehatan ekonomi Tiongkok mungkin lebih buruk bahkan dari apa yang data resmi tunjukkan."

Para analis bertanya-tanya tentang dampak devaluasi pada waktu Fed berencana untuk menaikkan suku bunga federal fund mendekati nol tahun ini, tergantung pada apakah ekonomi cukup kuat untuk menahan kenaikan suku bunga.

"Langkah mata uang Tiongkok meletakkan potensi kendala lain ke kenaikan suku bunga Fed dalam waktu dekat. Tidak semua orang di dewan dengan gagasan Fed akan meningkatkan suku bunga pada pertemuan mendatang di pertengahan September, karena ekonomi terus mengedipkan sinyal bervariasi," kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions.

Berikut kurs valuta utama pada pukul 21.00 GMT (04.00 WIB): Selasa Senin EUR/USD 1,1042 1,1019 EUR/JPY 138,15 137,31 EUR/CHF 1,0914 1,0839 EUR/GBP 0,7090 0,7068 USD/JPY 125,12 124,22 USD/CHF 0,9885 0,9837 GBP/USD 1,5574 1,5590. (Antara/AFP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mulai 1 Juli 2026, Transfer Valas ke Luar Negeri dan Pembelian Dolar Diawasi Lebih Ketat

Mulai 1 Juli 2026, Transfer Valas ke Luar Negeri dan Pembelian Dolar Diawasi Lebih Ketat

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 07:35 WIB

BI Intervensi di Pasar Valas, Rupiah Berdarah-darah ke Level Rp17.124

BI Intervensi di Pasar Valas, Rupiah Berdarah-darah ke Level Rp17.124

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 11:10 WIB

Terkini

PSI Tuding MK Lakukan 'Atraksi Politik' Soal Ijazah Gibran: Sengaja Bikin Gaduh!

PSI Tuding MK Lakukan 'Atraksi Politik' Soal Ijazah Gibran: Sengaja Bikin Gaduh!

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:33 WIB

Zulhas Akui Pembangunan 80 Ribu Kopdes Merah Putih Tidak Mudah, Ada yang Bisa Gagal

Zulhas Akui Pembangunan 80 Ribu Kopdes Merah Putih Tidak Mudah, Ada yang Bisa Gagal

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Sumbang Royalti untuk Palestina, Novelis Sally Rooney Dicekal Inggris

Sumbang Royalti untuk Palestina, Novelis Sally Rooney Dicekal Inggris

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Deretan Motor Baru Seharga iPhone 18 Pro di Indonesia, Ada Yamaha, Honda, Suzuki

Deretan Motor Baru Seharga iPhone 18 Pro di Indonesia, Ada Yamaha, Honda, Suzuki

Otomotif | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:28 WIB

Babat Habis Hutan Demi Lahan Pertanian, Warga Bojonegoro Bersiap Hadapi Bencana?

Babat Habis Hutan Demi Lahan Pertanian, Warga Bojonegoro Bersiap Hadapi Bencana?

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:27 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Konferensi Republik Beri Rapor Merah: Pemerintah Inkompeten!

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Konferensi Republik Beri Rapor Merah: Pemerintah Inkompeten!

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:25 WIB

Motor Listrik MBG Mangkrak di Sebelah Tumpukan Sampah di Bekasi, Netizen: Itu Sih Diumpetin Dulu

Motor Listrik MBG Mangkrak di Sebelah Tumpukan Sampah di Bekasi, Netizen: Itu Sih Diumpetin Dulu

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:24 WIB

Duka Mendalam Marsha Aruan: Sang Ibunda Berpulang, Kini Jadi Yatim Piatu

Duka Mendalam Marsha Aruan: Sang Ibunda Berpulang, Kini Jadi Yatim Piatu

Entertainment | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:24 WIB

Dari Karhutla hingga Keresahan Publik, Suara Kritik di Tengah Riuh Synchronize Fest 2026

Dari Karhutla hingga Keresahan Publik, Suara Kritik di Tengah Riuh Synchronize Fest 2026

Video | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:22 WIB

9 Fitur Penting yang Harus Ada di Air Fryer, Cek Sebelum Membeli

9 Fitur Penting yang Harus Ada di Air Fryer, Cek Sebelum Membeli

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:21 WIB

×