Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

BI Intervensi di Pasar Valas, Rupiah Berdarah-darah ke Level Rp17.124

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Selasa, 14 April 2026 | 11:10 WIB
BI Intervensi di Pasar Valas, Rupiah Berdarah-darah ke Level Rp17.124
Ilustrasi Bank Indonesia (Unsplash/nimbostratus)
  • Bank Indonesia mengoptimalkan bauran kebijakan moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
  • BI memperkuat intervensi pasar spot dan DNDF serta pembelian SBN didukung posisi cadangan devisa solid sebesar 148,3 miliar dolar.
  • BI memperketat tata kelola transaksi valas di atas 50 ribu dolar AS dengan mewajibkan kelengkapan dokumen pendukung aktivitas produktif.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan bauran kebijakan demi menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya ketidakpastian global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang menekan pasar keuangan dan harga komoditas dunia.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa situasi saat ini tergolong tidak biasa (unusual). Oleh karena itu, diperlukan penguatan respons kebijakan yang konsisten, pre-emptive, dan terukur untuk menjaga ketahanan ekonomi domestik.

"Dinamika global mendorong meningkatnya tekanan di pasar keuangan. Bank Indonesia terus mengoptimalkan seluruh instrumen moneter secara kontinyu dan timely," ujar Destry dalam seminar bertajuk “Ketahanan Ekonomi Indonesia dalam Menghadapi Volatilitas Nilai Tukar Global" dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Saat ini, rupiah sudah tembus Rp17.124 per dolar Amerika Serikat (AS). Untuk itu, BI memperkuat intervensi di pasar off-shore melalui Non-Deliverable Forward (NDF) serta intervensi di pasar domestik melalui pasar spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

Selain itu, BI juga melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Ketahanan sektor eksternal ini didukung oleh posisi cadangan devisa Indonesia yang solid.

Per akhir Maret 2026 cadangan devisa tercatat sebesar 148,3 miliar dolar AS. Angka ini setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, melampaui standar kecukupan internasional.

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). (Suara.com/Alfian Winanto)
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta. (Suara.com/Alfian Winanto)

Senada yang sama, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, memastikan mekanisme pasar tetap berjalan efektif dengan likuiditas yang cukup. Salah satu instrumen andalan BI adalah Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

"Kami memperkuat strategi operasi moneter melalui lelang SRBI dengan imbal hasil yang kompetitif agar tetap menarik bagi investor asing (aliran modal masuk)," beber Erwin.

Dengan koordinasi erat antara Bank Indonesia dan Pemerintah, diharapkan ekspektasi pasar tetap terjaga sehingga pertumbuhan ekonomi nasional tetap berkelanjutan di tengah badai geopolitik global.

Selain itu, Chief Economist BCA, David Sumual, yang turut hadir dalam kesempatan tersebut, menekankan bahwa stabilitas nilai tukar bukan hanya soal level angka, melainkan stabilitas volatilitasnya.

"Bagi pelaku usaha dan investor, stabilitas volatilitas adalah faktor kunci untuk menjaga kepercayaan di pasar modal maupun sektor riil," jelas David.

Untuk mendukung hal tersebut, BI memperketat tata kelola transaksi valuta asing (valas). Setiap transaksi valas di atas 50 ribu dolar AS kini wajib disertai dokumen underlying yang lengkap guna memastikan transaksi tersebut mendukung aktivitas ekonomi produktif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terpuruk! Rupiah Tembus Level Terlemah Sepanjang Sejarah Rp 17.105/USD

Terpuruk! Rupiah Tembus Level Terlemah Sepanjang Sejarah Rp 17.105/USD

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 16:02 WIB

Rupiah Masih Mimpi Buruk, Bertahan di Level Rp 17.078/USD

Rupiah Masih Mimpi Buruk, Bertahan di Level Rp 17.078/USD

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 09:59 WIB

Rupiah Loyo ke Rp17.035, Defisit Anggaran hingga Isu Perang AS-Iran Jadi Biang Keladi

Rupiah Loyo ke Rp17.035, Defisit Anggaran hingga Isu Perang AS-Iran Jadi Biang Keladi

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 15:57 WIB

Dolar AS Naik, Rupiah Makin Anjlok ke Level Rp17.006

Dolar AS Naik, Rupiah Makin Anjlok ke Level Rp17.006

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 09:58 WIB

Rupiah Anjlok, Emas Logam Mulia Diramal Bisa Tembus Rp3 Juta per Gram

Rupiah Anjlok, Emas Logam Mulia Diramal Bisa Tembus Rp3 Juta per Gram

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 08:08 WIB

Sektor Properti 2026 Ngegas! Kredit Tembus 13 Persen

Sektor Properti 2026 Ngegas! Kredit Tembus 13 Persen

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 13:46 WIB

Terkini

AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90

AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:00 WIB

Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?

Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 21:17 WIB

Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng

Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:48 WIB

Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban

Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:38 WIB

Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai

Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:15 WIB

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 19:05 WIB

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:55 WIB

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:44 WIB

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:20 WIB

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:19 WIB