Rupiah Anjlok, Ukuran Tempe Diperkecil

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 27 Agustus 2015 | 11:38 WIB
Rupiah Anjlok, Ukuran Tempe Diperkecil
Ilustrasi tempe. (suara.com)

Suara.com - Kalangan pengusaha tempe dan tahu di Kota Singaraja, Bali menurunkan jumlah produksinya karena rupiah yang terus melemah dari dolar Amerika Serikat. Penurunan produksi sampai 25 persen.

Saat ini harga kedelai di pasaran mencapai Rp8.000/kilogram. Kedelai itu merupakan produk impor dari Amerika Serikat.

"Mahalnya harga kedelai dipicu karena melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar mencapai sekitar Rp14.000," kata Ahmad Baharudin salah satu pengusaha tempe tahu di kota setempat, Kamis (27/8/2015).

Sebelum menurunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar sejak beberapa minggu yang lalu, dalam sehari pihaknya memproduksi kedelai dijadikan tahu dan tempe sekitar 100 kilogram/hari.

"Namun, sekarang kami hanya memproduksi sekitar 75 kilogram dalam sehari. Mengantisipasi kemungkinan adanya kerugian akibat turunnya jumlah pembeli di pasar," kata dia.

Ia menuturkan, selain menurunkan jumlah produksi, pihaknya juga memperkecil ukuran tahu dan tempe buatannya. "Ukuran terpaksa dikurangi, untuk menutupi biaya produksi yang membengkak belakangan ini," kata dia.

Lebih lanjut, ia memaparkan, keadaan tersebut sering dikeluhkan oleh kalangan penjual tempe tahu yang menjadi langganannya setiap hari. "Langganan sering bercerita, para konsumen mengeluh karena ukuran tempe tahu lebih kecil dari biasanya," katanya.

Sementara itu, Made Sutama, salah seorang pengusaha tahu lainnya di daerah Taman Sari, Kota Singaraja mengatakan semakin mahalnya harga kedelai sangat meresahkan karena pendapatannya berkurang akibat pembatasan jumlah produksi.

"Dalam sehari omzet mencapai Rp200 ribu tetapi saat ini hanya di Rp150 ribu saja," kata dia.

"Kenaikan harga kedelai jelas sangat merugikan ditambah lagi dengan harga kebutuhan pokok dan BBM yang terus meningkat setiap saat," imbuhnya.

Oleh karena itu, Sutama berharap rupiah semakin menguat, sehingga tidak menyulitkan para pengusaha yang sangat bergantung dengan kedelai impor. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rupiah Kembali Jatuh di Level Rp14.140

Rupiah Kembali Jatuh di Level Rp14.140

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2015 | 10:43 WIB

Gubernur BI Imbau Eksportir Tak Simpan Dolar

Gubernur BI Imbau Eksportir Tak Simpan Dolar

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2015 | 05:17 WIB

Tekanan Terhadap Rupiah Lebih Terkendali Ketimbang Mata Uang Lain

Tekanan Terhadap Rupiah Lebih Terkendali Ketimbang Mata Uang Lain

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2015 | 03:34 WIB

Gejolak Rupiah, Pedagang Tempe "Kelenger"

Gejolak Rupiah, Pedagang Tempe "Kelenger"

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2015 | 14:53 WIB

Pengrajin TempeTerkena Dampak Kenaikan Dolar AS

Pengrajin TempeTerkena Dampak Kenaikan Dolar AS

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2015 | 10:37 WIB

Rupiah Terus Melorot, IHSG Dibuka Naik

Rupiah Terus Melorot, IHSG Dibuka Naik

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2015 | 09:36 WIB

Rupiah Mendekati Rp14 Ribu Per Dolar AS

Rupiah Mendekati Rp14 Ribu Per Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2015 | 18:15 WIB

Menkeu: Kondisi Ekonomi Sekarang Tak Rasional

Menkeu: Kondisi Ekonomi Sekarang Tak Rasional

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2015 | 17:18 WIB

Rupiah Terus Melemah, Menkeu: Kami Tidak Tinggal Diam!

Rupiah Terus Melemah, Menkeu: Kami Tidak Tinggal Diam!

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2015 | 14:21 WIB

Berapa Nilai Tukar Ideal Rupiah Terhadap Dolar AS?

Berapa Nilai Tukar Ideal Rupiah Terhadap Dolar AS?

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2015 | 06:30 WIB

Terkini

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:34 WIB

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:25 WIB

×