Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 5.746,648
LQ45 569,322
Srikehati 278,381
JII 347,610
USD/IDR 18.136

Istana: Perekonomian Belum Krisis, Hanya Melambat

Pebriansyah Ariefana, Dwi Bowo Raharjo

Sabtu, 29 Agustus 2015 | 13:00 WIB
Istana: Perekonomian Belum Krisis, Hanya Melambat
Pekerja kontruksi bangunan menyelesaikan salah proyek pembangunan gedung di Jakarta, Jumat (6/3). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis Kantor Staff Presiden, Purbaya Yudhi Sadewa menilai persoalan ekonomi yang terjadi saat ini di Indonesia belum bisa disamakan dengan keadaan yang ada pada tahun 1998. Saat itu Indonesia mengalami krisis moneter yang sangat berat.

"Sekarang belum krisis cuma melambat, setiap ekonomi punya siklus. Sekarang belum sampai kritis, kita hanya melambat, kalau bandingkan tahun 98, ya beda banget," ujarnya di bilangan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (29/8/2015).

Menurutnya, setiap negara pasti memiliki siklus ekonomi yang berbeda. Makanya, saat ini pemerintah tengah menggenjot belanja infrastruktur untuk mengurangi perlambatan ekonomi.

"Dulu kita susah banget, masih jauh dibanding sekarang," jelasnya.

Purbaya meyakini, Indonesia dapat memutarbalikan keadaan. Sehingga para pelaku bisnis dari luar negeri dan lokal berani berinvestasi.

"Karena mereka tahu Indonesia sudah pernah melewati dan pulih dari titik terburuknya. Hal itu akan memberikan signal kepada investor asing bahwa Indonesia memiliki peluang investasi yang baik," ujar Purbaya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menegaskan bahwa kondisi perekonomian Indonesia saat ini berbeda dan tidak bisa disamakan dengan kondisi ekonomi pada 1998.

"Sekarang begini ya. Kondisi ekonomi saat ini sangat berbeda jauh dengan kondisi ekonomi pada 1998. Yang jelas terlihat nyata kalau di 1998 itu jelas kondisi fundamental, kalau sekarang tidak. Saat itu (1998) kita terlalu terbuai dengan pertumbuhan ekonomi kita," kata Bambang saat menghadiri Businessweek Breakfast Meeting 'Wasapada Ekonomi' di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2015).

Selain itu, lanjut Bambang perbedaan yang paling nyata terlihat dari kondisi makro ekonominya masih baik. Hal tersebut terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang masih positif meksi mengalami perlambatan dengan realisasi 4,7 persen di semester I 2015. Catatan inflasi pun sebesar dua persen year to date dan tear to year sebesar 7 persen.

Sementara neraca perdagangan Indonesia surplus dan defisit transaksi berjalan menyempit dari 3 persen ditahun lalu menjadi 2,1 persen hingga 2,2 persen.

"Kondisi ekonomi saat ini kan jelas terlihat bukan kondisi fundamental, jadi masih baik saya tegaskan. Perlambatan ini karena pasar global yang sedang bergejolak yang tidak bisa kita hindari. Disatu sisi AS ingin memperketat kebijakan tapi sisi lain Cina ingin mendevaluasi mata uangnya," ungkapnya.

Dilihat dari sisi perbankan, Bambang mengatakan rasio kecukupan modal rata-rata Bank Indonesia mencapai 20 persen. Rasio kredit bermasalah juga masih terjaga di 2,5 persen. Sementara Loan to Deposit Ratio bank menurutnya masih aman.

"Coba kalau kita liat Loan to Depositnya naik menjadi 95 persen dari periode sebelumnya hanya 92 hingga 93 persen. Serta pertumbuhan Usaha Kecil Menengah pun masih 18-19 persen. Kalau melihat seperti ini, kondisi ekonomi saat ini sangat jauh dari kondisi ekonomi 1998. Jadi masyarakat tidak perlu panik," ungkapnya.

Ia pun menghimbau kepada para pengusaha dan masyarakat tidak perlu panik. Pasalnya kondisi seperti bisa menjadi pacuan untuk lebih baik lagi di masa yang akan datang.

"Jangan langsung panik,pengusaha harus pintar-pintar cari celah di tengah kondisi saat ini. Karena dengan begitu, mereka bisa lebih maju lagi di masa yang akan datang," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pasar Otomotif Diprediksi Kembali Melemah

Pasar Otomotif Diprediksi Kembali Melemah

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2015 | 10:56 WIB

Dolar Menguat karena Isu Suku Bunga Fed

Dolar Menguat karena Isu Suku Bunga Fed

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2015 | 06:41 WIB

Rupiah Anjlok, UMKM di Jateng Didorong 'Go Online'

Rupiah Anjlok, UMKM di Jateng Didorong 'Go Online'

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 12:43 WIB

Dolar Menguat Menunggu Kepastian Fed

Dolar Menguat Menunggu Kepastian Fed

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 08:05 WIB

Bos IMF ke Indonesia Pekan Depan, Mau Apa?

Bos IMF ke Indonesia Pekan Depan, Mau Apa?

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2015 | 18:18 WIB

Ini Perusahaan yang Mendapat "Tax Holiday"

Ini Perusahaan yang Mendapat "Tax Holiday"

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2015 | 16:12 WIB

Terkini

Perkokoh Sinergi Ekosistem Syariah, Pegadaian - Bank Syariah Nasional Kolaborasi Pendanaan & Digital

Perkokoh Sinergi Ekosistem Syariah, Pegadaian - Bank Syariah Nasional Kolaborasi Pendanaan & Digital

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:39 WIB

Rupiah Menguat ke Level Rp17.908 per Dolar AS Paling Perkasa di Asia

Rupiah Menguat ke Level Rp17.908 per Dolar AS Paling Perkasa di Asia

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:33 WIB

Dibuka Loyo IHSG Justru Kembali Bangkit Pagi Ini, Cermati Saham BMRI

Dibuka Loyo IHSG Justru Kembali Bangkit Pagi Ini, Cermati Saham BMRI

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:17 WIB

Bisa Pertimbangkan Beli, Harga Emas Antam turun Lagi Jadi Rp2,71 Juta/Gram

Bisa Pertimbangkan Beli, Harga Emas Antam turun Lagi Jadi Rp2,71 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:04 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun! Cek Update Harga UBS dan Galeri24 di Pegadaian

Harga Emas Antam Hari Ini Turun! Cek Update Harga UBS dan Galeri24 di Pegadaian

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:59 WIB

Kenaikan Harga Pertamax Sudah Atas Izin Mas Bahlil 'Ganteng'

Kenaikan Harga Pertamax Sudah Atas Izin Mas Bahlil 'Ganteng'

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:54 WIB

Bos OJK Beberkan Pendorong IHSG Mulai Rebound, Ini Obat Kuatnya

Bos OJK Beberkan Pendorong IHSG Mulai Rebound, Ini Obat Kuatnya

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:51 WIB

Chatib Basri Sorot Efisiensi Anggaran MBG: Harus Lebih Efisien Lagi

Chatib Basri Sorot Efisiensi Anggaran MBG: Harus Lebih Efisien Lagi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:36 WIB

BI Naikkan Suku Bunga Mendadak, Masihkah Aman Investasi di Saham Bank?

BI Naikkan Suku Bunga Mendadak, Masihkah Aman Investasi di Saham Bank?

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:15 WIB

Harga Pertamax Nyaris Rp 17.000, Pertamina Anggap Sudah Wajar

Harga Pertamax Nyaris Rp 17.000, Pertamina Anggap Sudah Wajar

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:13 WIB