Imbas Perlambatan Ekonomi Cina, Pasar Global Terpuruk

Suwarjono

Rabu, 02 September 2015 | 08:18 WIB
Imbas Perlambatan Ekonomi Cina, Pasar Global Terpuruk
Seorang investor saham tampak mengamati informasi papan elektronik di bursa saham di Fuyang, Provinsi Anhui, Cina, Jumat (21/8/2015) lalu. [Reuters/China Daily]

Suara.com - Pasar saham global anjlok lebih lanjut pada Selasa karena lebih banyak bukti muncul tentang pelambatan ekonomi Cina, memicu aksi jual besar mulai dari Tokyo hingga New York dan memicu pemotongan perkiraan pertumbuhan dunia.

Penurunan tiga persen pada saham-saham di Wall Street mengakhiri hari suram untuk para investor, yang membuang saham-saham terbesar, sebagian besar bank-bank dan perusahaan teknologi unggulan dan menuju keselamatan di obligasi.

Pemicu untuk hari-hari bergejolak itu datang dari data resmi baru yang menunjukkan kegiatan industri di Cina sedang melambat.

Indeks pembelian manajer (PMI) resmi untuk kegiatan manufaktur datang di 49,7 pada bulan lalu, terendah selama tiga tahun dan menunjukkan kontraksi dalam aktivitas pabrik.

Itu menambah kekhawatiran atas kesehatan ekonomi Tiongkok -- ekonomi terbesar kedua di dunia -- dan bagaimana pelambatan ituakan mempengaruhi seluruh dunia.

Menambahkan suaranya kepada para ekonom sektor swasta yang telah memangkas perkiraan mereka untuk pertumbuhan dunia, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde mengatakan pertumbuhan mungkin akan lebih lemah daripada estimasi 3,3 persen yang IMF buat hanya dua bulan lalu.

Berbicara di Indonesia, ia memperingatkan bahwa negara-negara berkembang "harus waspada menangani potensi pengaruh dari pelambatan Cina dan pengetatan kondisi keuangan global." Dan seorang pejabat Departemen Keuangan AS mengatakan fokus utama Washington di pertemuan para kepala ekonomi G20 di Ankara akhir pekan ini, akan menekan tindakan guna meningkatkan permintaan global, dan mendesak pihak berwenang Beijing mengomunikasikan lebih baik kebijakan-kebijakan mereka untuk menopang perekonomian dan pasar.

Pasar saham Shanghai kehilangan 1,23 persen dan Hong Kong merosot 2,24 persen setelah rilis angka PMI resmi Tiongkok.

Tokyo terguncang lebih berat, kehilangan 3,84 persen, mengumpan kerugian di Eropa yang turun 3,03 persen di London, 2,38 persen di Frankfurt dan 2,40 persen di Paris.

Di seberang Atlantik, S&P 500 menyerah 2,96 persen dan Dow sedikit berkurang.

"Pasar ekuitas memulai bulan baru dalam merah setelah lebih banyak lagi data manufaktur Cina yang mengecewakan, meningkatkan kekhawatiran tentang pelambatan di ekonomi nomor dua dunia itu," kata analis Mike van Dulken di Accendo Markets.

"Pasar berada dalam situasi di mana hanya bisa melihat alasan untuk jatuh. Kami beradaptasi dengan dunia di mana pertumbuhan ekonomi akan menjadi lebih lambat daripada yang diyakini dalam beberapa bulan terakhir, karena pukulan dari Cina dan negara-negara berkembang," kata Gregori Volokhine dari Meeschaert Financial Services.

Data Cina lebih lanjut berdampak ke pasar minyak, yang berbalik arah dan melihat harga jatuh di London sebesar 8,5 persen setelah tiga keuntungan berturut-turut.

"Indeks manufaktur (Tiongkok) masih menunjukkan bahwa perekonomian dalam proses mencari posisi terbawahnya," kata Wu Kan, fund manager pada JK Life Insurance yang berbasis di Shanghai.

Pukulan pada industri Jerman Claus Vistesen, kepala ekonom zona euro di Pantheon Macroeconomics, mengatakan masalah Cina akan berdampak pada Jerman, ekonomi terbesar dan terkuat di Eropa.

"Pelambatan di Cina akan membebani produsen Jerman, meskipun pertumbuhan domestik kuat serta permintaan yang mantap di AS dan Inggris," kata dia dalam sebuah catatan klien.

"Tidak realistis untuk mengharapkan pemisahan, mengingat kontribusi kuat Cina terhadap pertumbuhan PDB global." Beberapa analis tidak begitu pesimistis.

"Kami tidak berpikir angka-angka menjadi alasan untuk khawatir. Untuk sebuah awal, ekonomi Cina semakin didorong oleh aktivitas sektor jasa, yang masih tampak sehat. Dengan demikian, tanda-tanda pelemahan di bidang manufaktur kurang mengkhawatirkan daripada mereka dulu," kata Chang Liu di perusahaan riset Capital Economics. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bursa Saham di Cina Positif, Yuan Menguat

Bursa Saham di Cina Positif, Yuan Menguat

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 09:00 WIB

Pagi Ini IHSG Menguat 57,96 Poin

Pagi Ini IHSG Menguat 57,96 Poin

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2015 | 10:17 WIB

Saham Anjlok, BEI Rapat Koordinasi dengan OJK

Saham Anjlok, BEI Rapat Koordinasi dengan OJK

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2015 | 14:38 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan Dibuka Melorot

Indeks Harga Saham Gabungan Dibuka Melorot

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2015 | 10:19 WIB

Terkini

Pengakuan Wanita Muda Indonesia Bekerja di Tempat Judi Malaysia Dibayar Rp7 Juta

Pengakuan Wanita Muda Indonesia Bekerja di Tempat Judi Malaysia Dibayar Rp7 Juta

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:40 WIB

Kolektor Australia Bongkar Keindahan dan Filosofi Kain Tradisional Lombok

Kolektor Australia Bongkar Keindahan dan Filosofi Kain Tradisional Lombok

Bali | Selasa, 15 September 2026 | 09:39 WIB

Suahasil Nazara dari Partai Apa? Dilantik Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

Suahasil Nazara dari Partai Apa? Dilantik Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:36 WIB

Harga Minyak Kembali Naik di Tengah Ancaman Krisis Pasokan Akibat Konflik Timur Tengah

Harga Minyak Kembali Naik di Tengah Ancaman Krisis Pasokan Akibat Konflik Timur Tengah

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:32 WIB

Menkeu Suahasil Pengganti Purbaya Janjikan Data APBN KiTa Dipaparkan Lebih Lengkap

Menkeu Suahasil Pengganti Purbaya Janjikan Data APBN KiTa Dipaparkan Lebih Lengkap

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:31 WIB

Drama Honour, Antara Reputasi Profesional dan Masa Lalu yang Belum Usai

Drama Honour, Antara Reputasi Profesional dan Masa Lalu yang Belum Usai

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 09:30 WIB

Kenapa Purbaya Diganti? Pengamat Soroti Gaya Komunikasi Blak-Blakan dan Efek Politiknya

Kenapa Purbaya Diganti? Pengamat Soroti Gaya Komunikasi Blak-Blakan dan Efek Politiknya

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:28 WIB

Gol Erling Haaland Dipastikan Offside, Kemenangan Manchester City Dibatalkan?

Gol Erling Haaland Dipastikan Offside, Kemenangan Manchester City Dibatalkan?

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 09:27 WIB

Benturan Keras di Kepala, Pendaki Asal China Jatuh Pingsan di Rinjani

Benturan Keras di Kepala, Pendaki Asal China Jatuh Pingsan di Rinjani

Bali | Selasa, 15 September 2026 | 09:25 WIB

Sentimen Pergantian Purbaya Hanya Sebentar, IHSG Langsung Anjlok ke 6.400

Sentimen Pergantian Purbaya Hanya Sebentar, IHSG Langsung Anjlok ke 6.400

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:24 WIB

×