Harga Minyak Kembali Naik di Tengah Ancaman Krisis Pasokan Akibat Konflik Timur Tengah

Dythia Novianty, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 15 September 2026 | 09:32 WIB
Harga Minyak Kembali Naik di Tengah Ancaman Krisis Pasokan Akibat Konflik Timur Tengah
Ilustrasi dampak perang di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel dengan Iran. (Dok. Suara.com)
baca 10 detik
  • Harga minyak dunia melonjak pada Selasa (15/9/2026) akibat kekhawatiran gangguan pasokan energi global.
  • Serangan rudal dan drone kelompok Houthi melumpuhkan pipa minyak utama Arab Saudi di wilayahnya.
  • Penutupan jalur vital tersebut mengancam pasokan minyak global dan mendorong kenaikan harga komoditas.

Suara.com - Harga minyak dunia kembali merangkak naik pada perdagangan Selasa (15/9/2026), didorong oleh kekhawatiran yang masih berlanjut terhadap gangguan pasokan.

Sentimen ini muncul setelah serangkaian serangan terhadap infrastruktur energi Arab Saudi melumpuhkan pipa utama East-West dan memupus harapan meredanya risiko pelayaran di kawasan Teluk.

Mengutip dari Reuters, berdasarkan data perdagangan per pukul 00.26 GMT, kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 1,24 dolar AS atau 1,18 persen menjadi 106,93 dolar AS per barel, setelah sebelumnya sempat menguat 1 persen.

Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat 1,29 dolar AS atau 1,24 persen ke level 102,65 dolar AS per barel, menyusul kenaikan 1,3 persen pada sesi sebelumnya.

Kenaikan harga ini dipicu oleh eskalasi konflik yang kian meluas setelah kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman melancarkan serangan baru ke wilayah Arab Saudi pada Senin.

Di sisi lain, negara-negara Arab Teluk memutuskan untuk menunda agenda perundingan yang telah direncanakan dengan Iran.

Pemberontak Houthi berhasil menguasai Pelabuhan Mocha dan mengancam ekspor minyak Arab Saudi. (CNA)
Pemberontak Houthi berhasil menguasai Pelabuhan Mocha dan mengancam ekspor minyak Arab Saudi. (CNA)

Serangan terbaru oleh kelompok Houthi menyasar pangkalan udara militer Khamis Mushait di bagian selatan Arab Saudi menggunakan rudal dan drone.

Serangan tersebut dilaporkan mengenai hanggar pesawat, sistem radar, landasan pacu, serta gudang amunisi sebagai bentuk balasan atas serangan Saudi di Yaman.

Ketegangan ini memperparah situasi pasokan menyusul serangan hari Jumat lalu terhadap fasilitas energi Saudi yang dituding Riyadh dilakukan oleh milisi didukung Iran dari Irak.

baca juga

Insiden tersebut memaksa ditutupnya pipa minyak East-West, jalur vital yang memungkinkan ekspor minyak Saudi menghindari blokade di Selat Hormuz.

Chief Market Analyst KCM Trade, Tim Waterer, menilai para pelaku pasar minyak merespons setiap serangan baru sebagai peningkatan risiko pasokan, sekaligus tetap siaga memantau normalisasi aliran pada pipa East-West maupun Selat Hormuz.

Volume lalu lintas kapal komoditas yang melintasi Selat Hormuz dilaporkan merosot tajam menjadi kurang dari 10 kali pelintasan per hari selama akhir pekan, turun dari rata-rata 14 kali pelintasan dalam 10 hari sebelumnya.

Kondisi ini memicu kekhawatiran karena jalur tersebut biasanya menopang sekitar seperlima pasokan minyak global sebelum perang AS-Israel meletus pada 28 Februari lalu.

Sejumlah pembeli dan trader minyak asal Saudi memperingatkan bahwa cadangan minyak siap ekspor Arab Saudi berisiko habis dalam hitungan hari, apabila operasional pipa East-West tidak segera dipulihkan, yang berpotensi memangkas hingga 4 persen pasokan minyak global dari pasaran.

Sebagai eksportir minyak terbesar di dunia, Arab Saudi biasanya memanfaatkan pipa tersebut untuk mengalihkan sekitar 4 juta barel per hari, atau setara 4 persen pasokan global, menuju pelabuhan Yanbu di Laut Merah.

"Pertanyaan besar bagi para trader saat ini adalah berapa lama pemadaman pipa East-West ini akan berlangsung. Setiap gangguan berkepanjangan dan hilangnya pasokan terkait dapat dengan mudah mendorong harga ke level yang lebih tinggi berikutnya," ujar Waterer menambahkan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy terlihat di layar saat menyampaikan pidato melalui video kepada delegasi Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, Senin (23/5/2022). REUTERS/Arnd Wiegmann/WSJ/sad. [REUTERS/ARND WIEGMANN]
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. [REUTERS/ARND WIEGMANN]

Dalam perkembangan terpisah, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy pada Senin menyatakan bahwa Kiev siap mendukung usulan Amerika Serikat, terkait gencatan senjata pada fasilitas energi dengan Rusia, dengan syarat Washington dapat menjamin Moskow benar-benar berniat mengakhiri perang di Ukraina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eskalasi AS-Iran Picu Kenaikan Harga Minyak dan Kerek Kekhawatiran Inflasi Global

Eskalasi AS-Iran Picu Kenaikan Harga Minyak dan Kerek Kekhawatiran Inflasi Global

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 07:14 WIB

AS Pakai Minyak Venezuela untuk 'Aset Cadangan', Klaim Ancaman Iran Tak Mempan

AS Pakai Minyak Venezuela untuk 'Aset Cadangan', Klaim Ancaman Iran Tak Mempan

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 09:50 WIB

AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Tembus 91 Dolar AS per Barel

AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Tembus 91 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 09:33 WIB

Harga Minyak Dunia Bak Malaria, ICP 2027 Diusulkan USD75/Barel

Harga Minyak Dunia Bak Malaria, ICP 2027 Diusulkan USD75/Barel

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 18:36 WIB

Rupiah Kembali Loyo ke Rp17.722, Harga Minyak Dunia Jadi Beban

Rupiah Kembali Loyo ke Rp17.722, Harga Minyak Dunia Jadi Beban

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:44 WIB

Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Tembus US$90 Lagi

Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Tembus US$90 Lagi

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Terkini

Menkeu Suahasil Pengganti Purbaya Janjikan Data APBN KiTa Dipaparkan Lebih Lengkap

Menkeu Suahasil Pengganti Purbaya Janjikan Data APBN KiTa Dipaparkan Lebih Lengkap

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:31 WIB

Drama Honour, Antara Reputasi Profesional dan Masa Lalu yang Belum Usai

Drama Honour, Antara Reputasi Profesional dan Masa Lalu yang Belum Usai

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 09:30 WIB

Kenapa Purbaya Diganti? Pengamat Soroti Gaya Komunikasi Blak-Blakan dan Efek Politiknya

Kenapa Purbaya Diganti? Pengamat Soroti Gaya Komunikasi Blak-Blakan dan Efek Politiknya

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:28 WIB

Gol Erling Haaland Dipastikan Offside, Kemenangan Manchester City Dibatalkan?

Gol Erling Haaland Dipastikan Offside, Kemenangan Manchester City Dibatalkan?

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 09:27 WIB

Benturan Keras di Kepala, Pendaki Asal China Jatuh Pingsan di Rinjani

Benturan Keras di Kepala, Pendaki Asal China Jatuh Pingsan di Rinjani

Bali | Selasa, 15 September 2026 | 09:25 WIB

Sentimen Pergantian Purbaya Hanya Sebentar, IHSG Langsung Anjlok ke 6.400

Sentimen Pergantian Purbaya Hanya Sebentar, IHSG Langsung Anjlok ke 6.400

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:24 WIB

Militer AS Tuding Garda Revolusi Iran Serang Kapal Supertanker dengan Rudal dan Drone

Militer AS Tuding Garda Revolusi Iran Serang Kapal Supertanker dengan Rudal dan Drone

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:18 WIB

Jelang Peluncuran Rabu, REDMI Note 17 Pro Max 5G Pamer Ketahanan Air hingga 72 Jam

Jelang Peluncuran Rabu, REDMI Note 17 Pro Max 5G Pamer Ketahanan Air hingga 72 Jam

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 09:15 WIB

Gantikan Purbaya, Menkeu Baru Suahasil Jamin Kemenkeu Lebih Solid

Gantikan Purbaya, Menkeu Baru Suahasil Jamin Kemenkeu Lebih Solid

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:13 WIB

Main Mata di Pilkades, ASN Bekasi Kena Sanksi Ini

Main Mata di Pilkades, ASN Bekasi Kena Sanksi Ini

Bekaci | Selasa, 15 September 2026 | 09:13 WIB

×