Presiden Tolak Proposal Kereta Cepat, Ini Penjelasan Menko Darmin

Laban Laisila, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 04 September 2015 | 12:53 WIB
Presiden Tolak Proposal Kereta Cepat, Ini Penjelasan Menko Darmin
Presiden Joko Widodo menggelar santap siang bersama sejumlah pedagang pasar tradisional di Istana Negara, Jakarta, Kamis (3/9). [Antara]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan alasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menolak tender proyek kereta cepat dari Jepang dan Cina karena berdasarkan hasil evaluasi konsultan independen Boston Consulting Group (BCG).

Menurut Darmin, konsultan yang dipegang Jokowi menyatakan bahwa proposal Cina dan Jepang belum merinci lebih detail terkait standar pemeliharaan, standar pelayanan dan sejenisnya.

“Dari hasil konsultan BCG itu, (prosal) belum merinci secara detail. Jadi Indonesia perlu merumuskan kereta api seperti apa yang diperlukan, misalnya di mana stasiun yang akan dibangun, di mana bersimpangan dengan kereta lain, ya mungkin berbatasan dengan kereta api ringan supaya jadi lebih optimum kegunaannya," kata Darmin saat ditemui di kantornya, Jumat (4/9/2015).

Alasan lain, lanjut Darmin, pada dasarnya Indonesia tidak membutuhkan kereta cepat yang dapat melaju dengan kecepatan 300 kilometer per jam, tetapi menurut Presiden Jokowi, Indonesia hanya butuh kereta api dengan kecepatan sedang sekitar 200-250 kilometer.

"Keputusan Presiden adalah kalau begitu jangan kereta cepat. Cukup kereta kecepatan menengah yang melesat dengan kecepatan 200 Km-250 Km per jam," ungkapnya.

Dengan kereta berkecepatan sedang, lanjut dia, jarak tempuh hanya akan melambat 10 menit sampai 11 menit dari kereta cepat. Namun biaya investasinya bisa 30 persen-40 persen lebih murah dibanding membangun kereta Shinkansen.

"Kita akan bicara dengan Dubes China dan Jepang, tapi saya belum dapat janjiannya," katanya.

Oleh sebab itu, Presiden meminta kepada Cina dan Jepang untuk membuat proposal baru agar pembangunan kereta Jakarta-Bandung ini tidak mangkrak pembangunannya dan masyarakat dapat menikmati kereta ini dengan aman dan nyaman.

"Semua itu harus dituang dalam kerangka kerja acuan. Jadi Presiden bentuk tim untuk menyusun kerangka acuan. Setelah itu, Jepang dan China dipersilakan menyusun proposal baru. Jadi ini biar detail saja sebelum membangun," ungkapnya.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Alasan Jepang-Cina Harus Ajukan Proposal Baru Proyek Kereta

Ini Alasan Jepang-Cina Harus Ajukan Proposal Baru Proyek Kereta

News | Jum'at, 04 September 2015 | 07:09 WIB

Menkeu: Proyek Kereta Cepat Tak Boleh Pakai APBN

Menkeu: Proyek Kereta Cepat Tak Boleh Pakai APBN

Bisnis | Kamis, 03 September 2015 | 15:49 WIB

Terkini

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Jatim | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:18 WIB

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:16 WIB

3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna

3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Persib Bandung Resmi Melepas Dion Markx ke Persita Tangerang demi Menit Bermain

Persib Bandung Resmi Melepas Dion Markx ke Persita Tangerang demi Menit Bermain

Bola | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Penyekatan Demonstrasi dan Nyawa Warga: Pejompongan Jangan Jadi 'Zona Berbahaya'

Penyekatan Demonstrasi dan Nyawa Warga: Pejompongan Jangan Jadi 'Zona Berbahaya'

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Sekolah Terdampak Gempa NTT Mulai Belajar Besok, Metode Disesuaikan Kondisi

Sekolah Terdampak Gempa NTT Mulai Belajar Besok, Metode Disesuaikan Kondisi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:51 WIB

×