Pengusaha Mebel Keluhkan Sistem Pembayaran "Letter of Credit"

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 06 September 2015 | 00:00 WIB
Pengusaha Mebel Keluhkan Sistem Pembayaran "Letter of Credit"
Produk mebel di Indonesia Furniture Show 2014. (Antara)

Suara.com - Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia di Daerah Istimewa Yogyakarta mengeluhkan sistem pembayaran "letter of credit (LC)" yang mulai banyak digunakan oleh buyer luar negeri. Ini dinilai memberatkan ekspor mebel.

"Penggunaan L/C memberatkan, karena seluruh biaya produksi hingga pengiriman harus ditanggung sepenuhnya oleh pengusaha atau eksportir," kata Wakil Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Endro Wardoyo di Yogyakarta, Sabtu (5/9/2015).

Sistem pembayaran L/C dinilai tidak menguntungkan para pengusaha yang baru merambah pasar ekspor. Sebab dengan sistem pembayaran itu pengusaha akan menerima uang dari buyer luar negeri setelah mengirim barang.

"Tidak ada uang muka (DP) terlebih dahulu. Seluruh beban biaya produksi hingga pengiriman ditanggung oleh pengusaha lokal dulu," kata dia.

Penerapan L/C, seperti yang dilakukan oleh kebanyakan buyer dari Rusia, meski Eropa serta Amerika Serikat (AS). Dengan adanya kebijakan itu, tidak sedikit pengusaha yang berhenti melakukan ekspor.

"Dulu Rusia merupakan salah satu pasar potensial mebel. Tapi setelah banyak buyer yang menggunakan L/C ekspor ke Rusia menurun," kata dia.

Dengan semakin banyak buyer yang berminat menerapkan L/C sebagai sistem pembayaran produk ekspor. Maka ia mengkhawatirkan menjelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) kegiatan ekspor hanya dikuasai oleh eksportir atau pengusaha besar saja.

"Karena pengusaha besarlah yang mampu membiayai dulu seluruh proses produksi barang ekspor," kata dia.

Sementara itu, ia mengatakan, berkurangnya kegiatan ekspor, juga terpengaruh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang memicu membengkaknya harga bahan baku.

Apalagai, menurut Endro, momentum penguatan dolar AS tidak lagi serta merta dapat dinikmati pengusaha kerajinan atau mebel. Sebab, kondisi pelemahan mata uang itu juga terjadi di negara-negara lain yang juga tujuan pasar ekspor seperti Rusia, Malaysia, Singapura, serta negara-negara Eropa.

"Kami tetap tidak bisa menikmatinya dengan meningkatkan ekspor, karena daya beli di negara-negara tujuan juga melemah terdampak penguatan dolar AS," kata dia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ekspor Kerajinan Bali ke Prancis Stabil

Ekspor Kerajinan Bali ke Prancis Stabil

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2015 | 11:09 WIB

Dolar Menguat Terus, Ekspor Mebel Malah Lesu

Dolar Menguat Terus, Ekspor Mebel Malah Lesu

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2015 | 06:13 WIB

Ekspor Ikan dari Bali Meningkat 19,01 Persen

Ekspor Ikan dari Bali Meningkat 19,01 Persen

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2015 | 09:25 WIB

Ikan Hias Sulut Makin Laris di Thailand

Ikan Hias Sulut Makin Laris di Thailand

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2015 | 11:34 WIB

Neraca Perdagangan Mei Surplus

Neraca Perdagangan Mei Surplus

Bisnis | Senin, 15 Juni 2015 | 13:57 WIB

Terkini

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:19 WIB

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

Video | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:48 WIB

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:36 WIB

×