Dolar Menguat Terus, Ekspor Mebel Malah Lesu

Siswanto

Kamis, 27 Agustus 2015 | 06:13 WIB
Dolar Menguat Terus, Ekspor Mebel Malah Lesu
Ilustrasi mebel buatan Indonesia. (Foto: Antara/Basri Marzuki)

Suara.com - Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia menilai ekspor produk dan kerajinan saat ini mengalami kelesuan. Hal tersebut disebabkan karena menguatnya dolar secara global dan menurunnya daya beli masyarakat.

"Kedua faktor itu yang menyebabkan ekspor produk dan kerajinan kita menurun. Penurunannya ini cukup signifikan, yakni antara 10-15 persen," kata Pengurus DPP Asmindo Muhammad David R. Wijaya ketika dihubungi Suara.com, Rabu (26/8/2015).

Guna meningkatkan daya beli tersebut, lanjut David, perlu adanya inovasi, kreasi, dan pembaharuan produk yang dilakukan oleh para pelaku usaha. Di samping itu, pelaku usaha ini harus mampu menciptakan produk baru yang tidak terpengaruh dengan naiknya dolar.

"Pasar ekspor kita ada Eropa, Amerika, Jepang, dan lainnya. Kalau pelaku usaha kita bisa melakukan inovasi-inovasi, kita yakin ekspor produk ini akan banyak diterima pasar. Namun itu tidak bisa kita lakukan sendiri perlu adanya keterlibatan pemerintah juga," kata lelaki yang juga sebagai penasihat Asmindo Solo.

David menambahkan pemerintah harus mampu menggerakkan perekonomian dalam negeri. Pasalnya, anggaran pendapatan belanja negara saat ini belum sepenuhnya dibelanjakan. Padahal, 80 persen anggaran ini adalah proyek pemerintah. Jika hal itu dapat dibelanjakan, maka akan dapat membantu pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

"Misalnya anggaran belanja pemerintah ini dibelanjakan produk lokal, dengan begitu akan dapat membantu pelaku usaha kita. Kurangi produk impor," katanya.

Dia menambahkan secara global ekspor produk dan kerajinan Indonesia masih kalah jauh dibanding Vietnam dan Malaysia. Yakni baru dua persen pasar dunia. Hal tersebut karena kebijakan yang dibuat pemerintah selama ini belum sepenuhnya memihak kepada para pelaku usaha.

Selama ini tingkat suku bunga bank di Indonesia berkisar antara 14-15 persen. Padahal di negara lain tingkat suku bunga ini hanya lima persen. Sehingga membuat pelaku usaha kesulitan meningkatkan modalnya.

"Ini harus menjadi bahan evaluasi pemerintah ke depan. Karena menurunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar ini sangat dirasakan sekali oleh pelaku usaha di sektor industri. Entah permebelan, kerajinan maupun lainnya," paparnya. (Labib Zamani)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Panglima TNI: Dolar Tinggi Pengaruhi Perawatan Alutsista

Panglima TNI: Dolar Tinggi Pengaruhi Perawatan Alutsista

News | Rabu, 26 Agustus 2015 | 18:09 WIB

Rupiah Belum Bangkit, Kembali Melemah ke Posisi Rp 14.099

Rupiah Belum Bangkit, Kembali Melemah ke Posisi Rp 14.099

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2015 | 17:53 WIB

Jenderal Gatot Contohkan Warga Papua Tak Pernah Krisis Ekonomi

Jenderal Gatot Contohkan Warga Papua Tak Pernah Krisis Ekonomi

News | Rabu, 26 Agustus 2015 | 16:09 WIB

Gejolak Rupiah, Pedagang Tempe "Kelenger"

Gejolak Rupiah, Pedagang Tempe "Kelenger"

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2015 | 14:53 WIB

Ekonom UNS: Kembalikan Tahun Anggaran Negara dan Fiskal

Ekonom UNS: Kembalikan Tahun Anggaran Negara dan Fiskal

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2015 | 14:15 WIB

Terkini

Ulasan Novel 'Partikel': Formula Hollywood di Balik Karya Dee Lestari

Ulasan Novel 'Partikel': Formula Hollywood di Balik Karya Dee Lestari

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 07:45 WIB

Tidur Terganggu Bau Aneh, Warga Kaget Ada King Kobra 3,5 Meter Melingkar di Bawah Kasur

Tidur Terganggu Bau Aneh, Warga Kaget Ada King Kobra 3,5 Meter Melingkar di Bawah Kasur

Bali | Selasa, 29 September 2026 | 07:43 WIB

Bikin Karyawati RS Tersungkur, Sejoli di Tulang Bawang Diringkus Saat Asyik Makan

Bikin Karyawati RS Tersungkur, Sejoli di Tulang Bawang Diringkus Saat Asyik Makan

Lampung | Selasa, 29 September 2026 | 07:43 WIB

Kekerasan Eks Kepsek SMPN 18 Malang Terkuak: 10 Siswa Trauma, Polisi Mulai Bergerak

Kekerasan Eks Kepsek SMPN 18 Malang Terkuak: 10 Siswa Trauma, Polisi Mulai Bergerak

Malang | Selasa, 29 September 2026 | 07:34 WIB

Rupiah Dekati Rp18.000, BI Pilih Kurangi Intervensi di Pasar Valuta Asing

Rupiah Dekati Rp18.000, BI Pilih Kurangi Intervensi di Pasar Valuta Asing

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 07:31 WIB

5 Pilihan Motor Matic Paling Irit 2026, Ada yang Tembus 60 Km per Liter

5 Pilihan Motor Matic Paling Irit 2026, Ada yang Tembus 60 Km per Liter

Otomotif | Selasa, 29 September 2026 | 07:27 WIB

Selasa Pagi, Kualitas Udara Jakarta Masuk 6 Terburuk di Dunia

Selasa Pagi, Kualitas Udara Jakarta Masuk 6 Terburuk di Dunia

News | Selasa, 29 September 2026 | 07:17 WIB

7 Penyebab Parfum Terasa Menyengat Bikin Pusing di Awal Semprotan

7 Penyebab Parfum Terasa Menyengat Bikin Pusing di Awal Semprotan

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 07:14 WIB

Terbukti Sekarang di Timnas Indonesia, Ini Kelemahan Taktik John Herdman Saat Melatih Kanada

Terbukti Sekarang di Timnas Indonesia, Ini Kelemahan Taktik John Herdman Saat Melatih Kanada

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 07:00 WIB

Jawa Timur Jadi Raja Tembakau, Produksi Tembus 148,77 Ribu Ton

Jawa Timur Jadi Raja Tembakau, Produksi Tembus 148,77 Ribu Ton

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 07:00 WIB

×