Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Menkeu: Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2016 Hanya 5,3 Persen

Liberty Jemadu | Suara.com

Selasa, 22 September 2015 | 05:04 WIB
Menkeu: Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2016 Hanya 5,3 Persen
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro [suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Suara.com - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengusulkan perubahan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2016 menjadi 5,3 persen atau mengalami revisi dari asumsi dalam RAPBN yang ditetapkan 5,5 persen.

"Kalau boleh kami mengusulkan pertumbuhan pada tahun 2016 sebesar 5,3 persen. Ini lebih rendah daripada yang kami ajukan dalam nota keuangan sebesar 5,5 persen," kata Menkeu dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI membahas asumsi dasar RAPBN 2016 di Jakarta, Senin malam (21/9/2015).

Ikut hadir dalam rapat kerja tersebut Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sofyan Djalil, dan Kepala Badan Pusat Statistik Suryamin.

Menkeu mengatakan bahwa revisi asumsi tersebut lebih realistis dalam menyikapi perkembangan ekonomi global saat ini hingga tahun depan, tanpa meninggalkan optimisme serta kemungkinan adanya perbaikan situasi di negara maju maupun negara berkembang.

Optimisme tersebut, kata dia, bisa terlihat dari proyeksi perekonomian global yang diperkirakan lebih baik daripada kondisi dua tahun terakhir. Namun, Indonesia harus mewaspadai potensi penurunan pertumbuhan ekonomi di Tiongkok pada tahun 2016.

"Tiongkok diproyeksikan mengalami perlambatan tahun depan hanya 6,3 persen dari (prediksi sebelumnya) 6,8 persen. Karena ekonomi kita dekat dengan Tiongkok, terutama ekspor dan impor, kita harus waspada terhadap pertanda kurang bagus tersebut," ujarnya.

Menurut Menkeu, meskipun mengalami revisi turun, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2016 masih didukung oleh belanja pemerintah yang dialokasikan dalam RAPBN lebih tinggi daripada tahun-tahun sebelumnya dan investasi sebagai hasil dari kebijakan paket deregulasi.

"Konsumsi (rumah tangga) tahun depan hanya 5 persen, atau sama dengan tahun ini, bahkan sedikit melemah. Akan tetapi, belanja pemerintah bisa menolong. Sementara itu, upaya deregulasi dan memotong perizinan bisa membantu investasi dalam menjadi sumber pertumbuhan," katanya.

Untuk asumsi makro lainnya, seperti inflasi dan SPN 3 bulan, pemerintah tidak mengajukan perubahan, yaitu masih 4,7 persen dan 5,5 persen, karena upaya untuk menjaga inflasi volatile food akan terus dilakukan dan angka SPN masih lebih tinggi daripada asumsi inflasi.

Namun, untuk asumsi nilai tukar rupiah yang berada pada kisaran Rp13.400 per dolar AS, Menkeu menyerahkan sepenuhnya pada angka perkiraan Bank Indonesia, yang tahun depan memproyeksikan rupiah pada kisaran Rp13.700,00--Rp13.900,00 per dolar AS.

"Kami menginginkan ada penghitungan yang realistis karena kurs ini akan berpengaruh pada penerimaan migas dan pembayaran bunga utang. Kalau asumsi pertumbuhan tidak berpengaruh ke postur, nilai tukar pasti berdampak ke postur (anggaran)," katanya.

Terkait dengan perkiraan nilai kurs rupiah tersebut pada tahun 2016, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan bahwa angka proyeksi itu ditetapkan dengan perkiraan rupiah akan menguat pada triwulan III dan IV setelah berada pada kisaran Rp14.000,00 pada Triwulan I.

"Kondisi rupiah sekarang undervalued dan overshoot karena masuknya modal terbatas dan adanya reversal di pasar modal. Banyak pembelian valas dan eksportir enggan melepas dolar sehingga neraca pembayaran negatif pada Kuartal II. Namun, situasi akan lebih optimistis pada kuartal III dan IV," kata Agus.

Adapun rapat kerja ini belum mengambil keputusan terkait dengan asumsi makro RAPBN 2016 karena diskors hingga Selasa (22/9) malam oleh pimpinan rapat Ketua Komisi XI Fadel Muhammad. Menurut rencana, asumsi ini akan menjadi bahan pembahasan RAPBN di tingkat selanjutnya di Badan Anggaran. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menkeu Sampaikan 3 Ukuran Keberhasilan Kebijakan Perubahan Iklim

Menkeu Sampaikan 3 Ukuran Keberhasilan Kebijakan Perubahan Iklim

News | Rabu, 02 September 2015 | 04:35 WIB

Terkini

Badan Ekspor Mirip Orde Baru? Ekonom CELIOS Wanti-Wanti Risiko Monopoli dan Rente Negara

Badan Ekspor Mirip Orde Baru? Ekonom CELIOS Wanti-Wanti Risiko Monopoli dan Rente Negara

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:32 WIB

Lampaui Standar IMF, Ini Alasan Cadangan Devisa Indonesia Diklaim Kebal Krisis Global

Lampaui Standar IMF, Ini Alasan Cadangan Devisa Indonesia Diklaim Kebal Krisis Global

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:31 WIB

Developer RI Kini Bisa Bangun AI Trading Langsung ke Bursa Kripto

Developer RI Kini Bisa Bangun AI Trading Langsung ke Bursa Kripto

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:11 WIB

Rupiah Melemah, Penjualan Hewan Kurban Tetap Bergairah Jelang Iduladha 2026

Rupiah Melemah, Penjualan Hewan Kurban Tetap Bergairah Jelang Iduladha 2026

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:02 WIB

Rupiah Jebol Rp17.700, Dasco Batal Sambangi BI di Tengah Kepanikan Pasar

Rupiah Jebol Rp17.700, Dasco Batal Sambangi BI di Tengah Kepanikan Pasar

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:34 WIB

Kebun Binatang Raksasa RI Siap Melantai di BEI, Taman Safari Segera IPO?

Kebun Binatang Raksasa RI Siap Melantai di BEI, Taman Safari Segera IPO?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:17 WIB

Menkeu Purbaya Buka Suara soal Pembentukan Badan Ekspor

Menkeu Purbaya Buka Suara soal Pembentukan Badan Ekspor

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:09 WIB

Purbaya Klaim Rupiah Masih Aman usai Suntik Pakai APBN Rp 2 Triliun

Purbaya Klaim Rupiah Masih Aman usai Suntik Pakai APBN Rp 2 Triliun

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:52 WIB

Rupiah Tembus Rp17.679, Gelombang PHK Massal Menanti di Depan Mata

Rupiah Tembus Rp17.679, Gelombang PHK Massal Menanti di Depan Mata

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:46 WIB

Dasco Harap Tanggal 29 Mei Ada Kejutan di Bursa Saham

Dasco Harap Tanggal 29 Mei Ada Kejutan di Bursa Saham

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:38 WIB