Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG 7.129,490
LQ45 690,764
Srikehati 337,455
JII 482,445
USD/IDR 17.273

Boediono: Keputusan Cepat Kunci Atasi Krisis Ekonomi

Liberty Jemadu | Suara.com

Rabu, 23 September 2015 | 02:29 WIB
Boediono: Keputusan Cepat Kunci Atasi Krisis Ekonomi
Mantan Wakil Presiden Boediono tampil sebagai pembicara dalam diskusi tentang manejemen krisis ekonomi di Jakarta, Selasa (22/9) [Antara/Agung Rajasa]/

Suara.com - Mantan Wakil Presiden Boediono mengatakan tindakan pengamanan terhadap datangnya krisis harus diputuskan secara cepat agar tidak menimbulkan ketidakpastian di kalangan pelaku pasar keuangan dan masyarakat.

"Situasi yang cepat berubah dalam krisis membutuhkan kecepatan pengambilan keputusan," kata Boediono di Jakarta, Selasa.

Berbicara dalam acara seminar "Managing Financial Turbulence" yang diadakan untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-10 Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Boediono mengatakan banyak ketidakpastian selama proses pengambilan keputusan sehingga hal terpenting yang harus dilakukan adalah meminimalkan ketidakpastian.

Lebih jauh dia mengatakan antisipasi terhadap kemungkinan datangnya krisis harus dilakukan sejak jauh hari pada masa normal dan komunikasi antarotoritas terkait pada masa itu harus lebih efektif agar pengambilan keputusan bisa dilakukan berdasarkan informasi yang memadai serta akal sehat.

"Pelajaran berharga ketika terjadi krisis adalah pengambilan keputusan harus diambil oleh orang yang tepat dalam waktu yang tepat pula, dan prosesnya harus dimulai pada saat situasinya normal karena bertahan dari krisis tidak mudah. Secara realistis kita juga harus meminimalisasi cost," ujar Boediono.

Namun, ia mengatakan pengambilan keputusan yang didasarkan dengan terburu-buru dan tidak layak, justru makin menjerumuskan dan konsekuensinya malah memberatkan masyarakat seperti ketika terjadi krisis finansial 1997-1998.

"Dalam waktu tiga bulan pada 1997-1998 kita tidak mempunyai kebijakan yang layak, padahal pada waktu itu krisis sudah berlangsung. Situasi pun makin memburuk dan bank-bank terancam. Tapi kita belajar dari periode itu, dan kita lebih baik dalam menangani krisis pada 2008 dengan respon bagus," katanya.

Boediono juga mengingatkan pentingnya untuk menangani psikologi pasar dan mendorong peningkatan komunikasi ketika terjadi krisis, karena salah mengelola ekspektasi dan rumor secara berlebihan maka kepercayaan publik akan hilang.

"Dulu pada November 1997, pemerintah menutup beberapa bank, dalam beberapa jam rumor merebak bahwa beberapa bank akan menyusul. Meskipun pada waktu itu, pemerintah telah menjamin simpanan, namun masyarakat tetap khawatir. Episode itu memberikan pelajaran risk contagion juga harus diupayakan," jelasnya.

Untuk itu, mantan Gubernur Bank Indonesia mengingatkan pentingnya mengambil pelajaran dari berbagai krisis terdahulu agar ketahanan ekonomi lebih siap dalam menghadapi gejolak dan mengatasi berbagai persoalan sosial lainnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Pernyataan Komisioner KPK Soal Mantan Wapres Boediono

Ini Pernyataan Komisioner KPK Soal Mantan Wapres Boediono

News | Jum'at, 05 Desember 2014 | 18:04 WIB

Boediono: 2,5 Triliun Uang Negara Berhasil Diselamatkan

Boediono: 2,5 Triliun Uang Negara Berhasil Diselamatkan

News | Rabu, 15 Oktober 2014 | 17:11 WIB

Sektor Ini Paling Mudah untuk Menghasilkan Devisa

Sektor Ini Paling Mudah untuk Menghasilkan Devisa

Bisnis | Kamis, 09 Oktober 2014 | 15:10 WIB

Boediono dan JK Hadiri HUT DPD Ke-10

Boediono dan JK Hadiri HUT DPD Ke-10

News | Senin, 29 September 2014 | 15:40 WIB

Terkini

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:31 WIB

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:23 WIB

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:43 WIB

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:31 WIB

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:18 WIB

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:17 WIB

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:15 WIB

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:14 WIB

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:13 WIB

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:06 WIB