Jepang Pastikan Tak Ikut Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 30 September 2015 | 18:05 WIB
Jepang Pastikan Tak Ikut Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil dan Menteri Perindustrian Saleh Husin di KPK [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil memastikan Badan Usaha Milik Negara maupun swasta Jepang tidak akan berpartisipasi dalam megaproyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Namun demikian, Pemerintah Jepang dan Pemerintah RI masih intensif menjajaki kerja sama pembangunan proyek infrastruktur lain.

“Swasta Jepang tidak dapat terlibat dalam skema kerja sama bisnis (business to business) proyek kereta cepat, karena tidak sesuai dengan model bisnis dan regulasi pemerintah Jepang,” kata Sofyan yang baru kembali ke Jakarta, Rabu (30/9/2015), setelah ditugaskan Presiden Joko Widodo menemui pejabat pemerintah Jepang untuk menyampaikan keputusan pemerintah terkait rencana pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung.

Sofyan menjelaskan bisnis model dan undang-undang Jepang tidak memungkinkan bantuan atau kredit konsensi itu diberikan ke perusahaan Jepang.

Rencana kerja sama Jepang dalam proyek ini awalnya menggunakan skema bantuan antarpemerintah, dengan syarat adanya jaminan dari anggaran pemerintah Indonesia.

Setelah Jepang menuntaskan studi kelayakan tahap pertama proyek kereta cepat, Pemerintah Cina juga menyampaikan minatnya mengerjakan proyek kereta api cepat itu.

Menurut hasil studi Jepang biaya pembangunan proyek kereta cepat sekitar 6,2 miliar dolar AS, sedangkan menurut RRT 5,5 miliar dolar AS.

Pemerintah RI sendiri akhirnya memutuskan menolak proposal kedua negara itu dengan alasan tiga hal prinsip yaitu proyek tersebut akan lebih baik bersifat business to business (B to B), tidak membebani APBN, dan tidak ada jaminan pemerintah.

“Kita tidak ingin beri beban pada APBN. Jadi, sudah saya putuskan bahwa kereta cepat itu tidak gunakan APBN. Tidak ada penjaminan dari pemerintah. Oleh sebab itu, saya serahkan kepada BUMN untuk melakukan yang namanya B to B, bisnis,” kata Presiden Jokowi saat mengunjungi warga di Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Kamis (3/9/2015) lalu.

Sikap resmi Pemerintah RI itu telah disampaikan Menteri PPN/Kepala Bappenas pada Pemerintah Jepang dalam pertemuannya dengan Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga di Tokyo, Senin (28/9/2015) lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kapan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Mulai Dibangun?

Kapan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Mulai Dibangun?

News | Selasa, 22 September 2015 | 17:53 WIB

Soal Kereta Cepat Presiden Tegaskan Pemerintah Tak Mau Didikte

Soal Kereta Cepat Presiden Tegaskan Pemerintah Tak Mau Didikte

News | Selasa, 15 September 2015 | 03:51 WIB

Rini: Konsorsium KA Cepat Jakarta-Bandung Masuki Finalisasi

Rini: Konsorsium KA Cepat Jakarta-Bandung Masuki Finalisasi

Bisnis | Rabu, 09 September 2015 | 15:31 WIB

Pemerintah Bentuk Tim Khusus Rencana Proyek Kereta Lagi

Pemerintah Bentuk Tim Khusus Rencana Proyek Kereta Lagi

Bisnis | Jum'at, 04 September 2015 | 17:05 WIB

KA Cepat Diganti Menengah, Jepang: Belum Tentu Perusahaan Minat

KA Cepat Diganti Menengah, Jepang: Belum Tentu Perusahaan Minat

Bisnis | Jum'at, 04 September 2015 | 15:59 WIB

Terkini

Viva Gold Whitening Serum Aman untuk Bumil? Ini Petunjuk Resmi dan Manfaatnya

Viva Gold Whitening Serum Aman untuk Bumil? Ini Petunjuk Resmi dan Manfaatnya

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:46 WIB

Asuransi Kesehatan dari Kantor Bisa Berakhir Saat Pensiun, Ini yang Perlu Disiapkan

Asuransi Kesehatan dari Kantor Bisa Berakhir Saat Pensiun, Ini yang Perlu Disiapkan

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:45 WIB

5 Aplikasi untuk Belajar Menggambar di iPad, Pemula Wajib Tahu

5 Aplikasi untuk Belajar Menggambar di iPad, Pemula Wajib Tahu

Tekno | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:44 WIB

Penyebab Laba Bersih ADRO Meroket 76,84% di Semester I/2026

Penyebab Laba Bersih ADRO Meroket 76,84% di Semester I/2026

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:38 WIB

Terapi Stem Cell Kian Dikembangkan, Menjangkau Pengobatan Pengapuran Sendi hingga Kebutuhan Estetika

Terapi Stem Cell Kian Dikembangkan, Menjangkau Pengobatan Pengapuran Sendi hingga Kebutuhan Estetika

Health | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:38 WIB

Cara Menentukan Shade Skin Tint agar Hasil Tidak Abu-Abu, Ini 6 Tips Memilihnya

Cara Menentukan Shade Skin Tint agar Hasil Tidak Abu-Abu, Ini 6 Tips Memilihnya

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:35 WIB

Auto Glowing! 5 Booster Toner Korea untuk Kulit yang Tampak Lebih Sehat

Auto Glowing! 5 Booster Toner Korea untuk Kulit yang Tampak Lebih Sehat

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:30 WIB

Mahasiswa hingga Ibu Rumah Tangga Rebutan Jadi Relawan MotoGP Mandalika, Apa Menariknya?

Mahasiswa hingga Ibu Rumah Tangga Rebutan Jadi Relawan MotoGP Mandalika, Apa Menariknya?

Bali | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:28 WIB

Kata-kata Pertama Raja Haakon VIII, Raja Norwegia Baru

Kata-kata Pertama Raja Haakon VIII, Raja Norwegia Baru

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:22 WIB

Tiga Tahun Kembangkan Rokok HS, Ini Kiat Sukses Owner M. Suryo: Inovasi dan Semangat Berbagi

Tiga Tahun Kembangkan Rokok HS, Ini Kiat Sukses Owner M. Suryo: Inovasi dan Semangat Berbagi

Jawa Tengah | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:20 WIB

×