Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.595.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.015

OJK Cina Belajar Sertifikasi Bankir ke Indonesia

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 02 Oktober 2015 | 13:15 WIB
OJK Cina Belajar Sertifikasi Bankir ke Indonesia
Ketua Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad didampingi Deputi perwakilan Bank Indonesia mengadiri Rapat Dengar Pendapat dengan Komite IV DPD RI di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (11/2). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Pihak China Banking Regulatory Commission (CBRC) atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Cina belajar ke Indonesia untuk menerapkan sertifikasi untuk para bankir. Indonesia sudah lama menerapkan itu sejak tahun 1999.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad menjelaskan pihak CBRC datang kepadanya belum lama ini. Katanya Cina ingin seperti Indonesia yang memberikan sebuah jaminan kepada calon pejabat bank untuk mempunyai kemampuan mengelola manajemen risiko.

"Pejabat CBRC, OJK Cina, datang ke saya karena ingin belajar bagaimana banker mempunyai sertifikat. Saya senang juga Cina ingin ikut kita. Jadi di sana sedang di susun sama mereka. Bagaimana kewajiban pejabat bank bersertifikat manajemen risiko. Tapi nggak tahu implementasi di sana kapan," jelas Muliaman dalam pertemuan terbatas dengan sejumlah wartawan di Gedung WTC, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (2/10/2015) pagi.

Menurut Muliaman, pengelolaan risiko sangat penting di dunia perbankan. Indonesia belajar dari krisis 1998 lalu. Makanya sejak tahun 2000, sertifikasi bakir ini dilakukan.

"Saya optimis dunia perbankan kita betul-betul dikelola oleh orang-orang yang sadar dengan risiko. Karena bank sangat tergantung dengan situasi ekonomi dunia dan lokal," katanya.

Di sisi lain Muliaman menjelaskan bankir Indonesia lebih siap bersaing di pasar Asia saat diberlakukan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

"Banker kita bisa kerja di mana saja. saya optimis dan tidak takut oleh serangan negara lain dalam MEA. Banker kita sudah berstandar internasional," paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Senin, OJK Umumkan Paket Kebijakan Jilid II

Senin, OJK Umumkan Paket Kebijakan Jilid II

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2015 | 12:54 WIB

Ekonomi Melemah, Kredit Macet di NTB Makin Banyak

Ekonomi Melemah, Kredit Macet di NTB Makin Banyak

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2015 | 08:11 WIB

Krisis, Dana Pensiun dan SJSN Jadi Sumber Stabilitas Keuangan

Krisis, Dana Pensiun dan SJSN Jadi Sumber Stabilitas Keuangan

Bisnis | Senin, 07 September 2015 | 18:02 WIB

Cara Warga Australia Hindari Tawaran Kartu Kredit via Telepon

Cara Warga Australia Hindari Tawaran Kartu Kredit via Telepon

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2015 | 14:49 WIB

Ekonomi Lesu, OJK Pangkas Target Pertumbuhan Kredit Perbankan

Ekonomi Lesu, OJK Pangkas Target Pertumbuhan Kredit Perbankan

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2015 | 17:52 WIB

Terkini

Gegara Ditolak Bank, Pengguna Pinjol Makin Banyak Nilainya Tembus Rp 102,07 T

Gegara Ditolak Bank, Pengguna Pinjol Makin Banyak Nilainya Tembus Rp 102,07 T

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 11:40 WIB

Khawatir Ada Gelombang PHK, Anggota DPR Ramai-ramai Tolak Kebijakan Kemasan Rokok Polos

Khawatir Ada Gelombang PHK, Anggota DPR Ramai-ramai Tolak Kebijakan Kemasan Rokok Polos

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 11:35 WIB

OJK Panggil Paksa Pinjol Solusiku, Penyebabnya Diduga Pelanggaran Berat

OJK Panggil Paksa Pinjol Solusiku, Penyebabnya Diduga Pelanggaran Berat

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 11:29 WIB

Akun 'Anak Menkeu' Sebut Purbaya Bakal Gantikan Gubernur BI, Menkeu Diganti?

Akun 'Anak Menkeu' Sebut Purbaya Bakal Gantikan Gubernur BI, Menkeu Diganti?

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 10:37 WIB

Investor Asing Terus Kabur Buat Kapitalisasi Pasar Susut Jadi Rp 9.807 Triliun

Investor Asing Terus Kabur Buat Kapitalisasi Pasar Susut Jadi Rp 9.807 Triliun

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 09:38 WIB

RI Mulai Garap Potensi Bisnis Energi Terbarukan di Amerika Latin dan Karibia

RI Mulai Garap Potensi Bisnis Energi Terbarukan di Amerika Latin dan Karibia

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 09:33 WIB

Mulai 'Panik' Rupiah Terus Loyo, Pemerintah-BI Keluarkan 5 Jurus Jitu

Mulai 'Panik' Rupiah Terus Loyo, Pemerintah-BI Keluarkan 5 Jurus Jitu

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 09:25 WIB

Bank Mandiri Taspen Dorong Lansia untuk Tetap Aktif dan Produktif

Bank Mandiri Taspen Dorong Lansia untuk Tetap Aktif dan Produktif

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 07:05 WIB

27 Tahun PNM, Excellence Awards 2026 Jadi Motor Transformasi Budaya Kerja

27 Tahun PNM, Excellence Awards 2026 Jadi Motor Transformasi Budaya Kerja

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:35 WIB

Devisa Hasil Ekspor Akan Digunakan sebagai Agunan Tunai

Devisa Hasil Ekspor Akan Digunakan sebagai Agunan Tunai

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:10 WIB