Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Dolar AS Melemah di Tengah Data Ekonomi Bervariasi

Ririn Indriani

Jum'at, 16 Oktober 2015 | 07:16 WIB
Dolar AS Melemah di Tengah Data Ekonomi Bervariasi
Ilustrasi dolar. (Shutterstock)

Suara.com - Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya di New York pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena data ekonomi yang keluar dari negara itu bervariasi.

Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk semua konsumen perkotaan menurun 0,2 persen pada September disesuaikan secara musiman, sejalan dengan konsensus pasar, Departemen Tenaga Kerja melaporkan Kamis (15/10/2015) waktu setempat.

Indeks untuk semua item di luar makanan dan energi (IHK inti) naik 0,2 persen pada September setelah naik 0,1 persen pada Juli dan Agustus. IHK inti telah bertambah 1,9 persen selama 12 bulan terakhir, perubahan 12 bulan tertinggi sejak Juli 2014.

Dalam laporan terpisah, departemen mengumumkan bahwa dalam pekan yang berakhir 10 Oktober, angka pendahuluan disesuaikan secara musiman untuk klaim pengangguran awal turun 7.000 dari tingkat direvisi minggu sebelumnya menjadi 255.000, di bawah perkiraan pasar.

Sementara itu, Survei Manufaktur Empire State Oktober 2015 menunjukkan bahwa kegiatan usaha menurun untuk bulan ketiga berturut-turut untuk manufaktur New York. Sorotan utama indeks kondisi bisnis umum naik tipis tiga poin, tapi masih negatif pada minus 11,4.

Pada akhir perdagangan di New York, euro jatuh ke 1,1384 dolar AS dari 1,1478 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,5489 dolar AS dari 1,5479 dolar di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7337 dolar AS dari 0,7283 dolar.

Dolar AS dibeli 118,78 yen Jepang, lebih rendah dari 118,82 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9510 franc Swiss dari 0,9488 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2847 dolar Kanada dari 1,2937 dolar Kanada. (Antara/Xinhua)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dolar AS Diperdagangkan Bervariasi Pagi Ini

Dolar AS Diperdagangkan Bervariasi Pagi Ini

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2015 | 06:59 WIB

Dolar Sedikit Melemah Pagi Ini

Dolar Sedikit Melemah Pagi Ini

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2015 | 07:43 WIB

Dolar AS Menguat Didukung Reli Pasar Saham Global

Dolar AS Menguat Didukung Reli Pasar Saham Global

Bisnis | Kamis, 10 September 2015 | 06:26 WIB

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×