Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.775.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 5.839,785
LQ45 580,916
Srikehati 283,634
JII 352,073
USD/IDR 18.034

Rini Soemarno: Kereta Cepat Gunakan 60 Persen Komponen Lokal

Ardi Mandiri

Sabtu, 17 Oktober 2015 | 02:18 WIB
Rini Soemarno: Kereta Cepat Gunakan 60 Persen Komponen Lokal
Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah). (Antara/Reno Esnir)

Suara.com - Menteri BUMN Rini Soemarno menjanjikan proyek kereta cepat (high speed train) Jakarta-Bandung akan menggunakan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) hingga sekitar 60 persen.

"Kandungan lokal kereta cepat nantinya diupayakan tidak kurang dari 60 persen," kata Rini saat bersilaturahmi ke ke Pesantren Buntet di Astanajapura, Cirebon, Jumat (16/10/2015).

Didampingi Ketua Yayasan Ponpes Buntet Kiyai Haji Adib Rofiudin dan sebagian besar Kiyai se-Jawa Barat, Rini memaparkan berbagai program pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan termasuk program kereta cepat Jakarta-Bandung.

Kedatangan Rini ke Pesantren Buntet merupakan rangkaian kunjungan kerja di Cirebon, mulai dari sidak Pabrik Gula PT Rajawali II Unit Sindanglaut, peninjauan PT Pelindo II Pelabuhan Cirebon.

Rini menjelaskan, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang dimenangkan mitra bisnis dari Tiongkok segera memasuki tahap finalisasi sejalan dengan sudah diterbitkannya Perpres yang menunjuk konsorsium BUMN untuk membangun proyek tersebut.

Alasan pemilihan Tiongkok karena banyak keunggulan yang ditawarkan, selain pengerjaannya berskema "business to business" (b to b), China juga menjanjikan transfer teknologi dan penggunaan komponen lokal mencapai 60 persen.

Rini menjelaskan, proyek kereta cepat direalisasikan tidak saja menguntungkan penduduk Bandung saja, namun secara keseluruhan warga Jawa Barat.

"Jawa Barat beruntung dengan dibangunnya kereta api cepat karena akan mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi di wilayah ini. Selama ini sentra ekonomi hanya terkonsentrasi di bebeberapa titik, nanti tentunya akan membawa efek berantai ekonomi di Jawa Barat," ujarnya.

Ia mengemukakan, Jawa Barat merupakan provinsi yang paling banyak penduduknya, jadi itu salah satu alasan kenapa dimulai dengan rute Jakarta-Bandung.

Mohon restu Di hadapan sekitar 30 Kyai se-Jawa Barat, Rini pun meminta restu dan mendoakan agar proyek kereta cepat Jakarta-Bandung berjalan sesuai rencana.

"Jadi semenjak ada jalan tol, semua kendaraan lewat sana, jadi di wilayah-wilayah yang seharunya berkembang, sekarang jadi belum berkembang, jadi sangat perlu di wilayah Jakarta-Bandung itu sentra ekonomi kita bangun," ujarnya.

Jika kereta cepat itu nantinya dibangun, secara bersamaan pemerintah melalui BUMN akan melakukan pembinaan kepada masyarakat yang wilayahnya menjadi salah satu pemberhentian kereta cepat itu.

"Apalagi wilayah antara Jakarta dengan Bandung itu kan mereka dekat dengan kota-kota besar, jadi perlu kita kembangkan, tetapi ada kemungkinan nanti kita kembangkan ke Cirebon," tegasnya.

"Mohon doanya Pak Kyai, supaya pembangunan lancar karena kereta cepat ini akan lebih bermanfaat untuk wilayah Jawa Barat dan nantinya ke seluruh masyarakat Indonesia," ucapnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Presiden Tunjuk Wika Pimpin Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Presiden Tunjuk Wika Pimpin Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2015 | 12:31 WIB

Menteri Rini Ungkap Alasan Proposal Kereta Cepat Jepang Ditolak

Menteri Rini Ungkap Alasan Proposal Kereta Cepat Jepang Ditolak

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2015 | 15:15 WIB

Batal Garap KA Cepat, Kerjasama Indonesia-Jepang Tetap Baik

Batal Garap KA Cepat, Kerjasama Indonesia-Jepang Tetap Baik

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2015 | 13:20 WIB

Perjanjian Joint Venture Kereta Cepat Kelar Pekan Ini

Perjanjian Joint Venture Kereta Cepat Kelar Pekan Ini

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2015 | 15:00 WIB

Terkini

Pasar Modal Indonesia Ditinggal Investor, 15 Perusahaan Masih Nekat IPO Tahun Ini

Pasar Modal Indonesia Ditinggal Investor, 15 Perusahaan Masih Nekat IPO Tahun Ini

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:51 WIB

MinyaKita Hilang dari Rak Toko, Tukang Gorengan Akui Rugi Pengeluaran Bengkak

MinyaKita Hilang dari Rak Toko, Tukang Gorengan Akui Rugi Pengeluaran Bengkak

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:49 WIB

Punya Rumah Tak Lagi Ribet, Pengajuan KPR untuk Gen Z Dipermudah

Punya Rumah Tak Lagi Ribet, Pengajuan KPR untuk Gen Z Dipermudah

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:43 WIB

Meski Rupiah-IHSG Loyo, Purbaya Buktikan Arus Modal Asing Masih Ramai Masuk RI

Meski Rupiah-IHSG Loyo, Purbaya Buktikan Arus Modal Asing Masih Ramai Masuk RI

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:37 WIB

Akibat IHSG Bobrok, Dana Asing Telah Keluar Rp 4,1 T Sepanjang Mei

Akibat IHSG Bobrok, Dana Asing Telah Keluar Rp 4,1 T Sepanjang Mei

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:25 WIB

Raih Kinerja Topcer, Anak usaha Emiten TUGU Catatkan Laba Bersih Rp 95,1 M di 2025

Raih Kinerja Topcer, Anak usaha Emiten TUGU Catatkan Laba Bersih Rp 95,1 M di 2025

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:17 WIB

Emiten Farmasi MDLA Perkuat Bisnis Berkelanjutan, Gunakan Mobil Listrik

Emiten Farmasi MDLA Perkuat Bisnis Berkelanjutan, Gunakan Mobil Listrik

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:30 WIB

Orang Kaya Tak Wajib Serok Surat Utang Danantara, Siapa yang Beli?

Orang Kaya Tak Wajib Serok Surat Utang Danantara, Siapa yang Beli?

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:23 WIB

Perbaiki Arus Kas, Begini Strategi Emiten PPRO

Perbaiki Arus Kas, Begini Strategi Emiten PPRO

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:46 WIB

Dana Asing Keluar Lagi Rp 3,71 T Hari Ini, BBCA dan TPIA Jadi Sasaran

Dana Asing Keluar Lagi Rp 3,71 T Hari Ini, BBCA dan TPIA Jadi Sasaran

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:32 WIB