Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.236,126
LQ45 621,244
Srikehati 303,451
JII 370,013
USD/IDR 18.053

Akibat Asap di Kalteng, Tiga Maskapai Rugi Rp 24,31 Miliar

Adhitya Himawan

Selasa, 27 Oktober 2015 | 18:15 WIB
Akibat Asap di Kalteng, Tiga Maskapai Rugi Rp 24,31 Miliar
Operasi Pemadaman Kebakaran Lahan

Suara.com - Tiga maskapai besar yang beroperasi dari dan menuju Provinsi Kalimantan Tengah sejak Agustus hingga September 2015 mengalami kerugian sekitar Rp24,31 miliar akibat bencana kabut asap pekat. 

Dalam kajian Bank Indonesia, pada September 2015 tercatat penurunan total jumlah pesawat yang datang dan berangkat dari Bandara Tjilik Riwut mencapai 43,68 persen atau 358 pesawat, kata Kepala Bank Indonesia wilayah Kalteng Muhamad Nur di Palangka Raya, Selasa (27/10/2015).

"Jadi, kerugian tiga maskapai besar yang beroperasi di Kalteng tersebut akibat adanya pembatalan penerbangan sejak Agustus hingga September," tambahnya.

Di provinsi ini terdapat tiga Bandara Udara di Kalteng yang dapat melayani penerbangan dengan menggunakan pesawat besar yakni Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Badar Udara H Asan Sampit dan Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun.

Nur mengatakan kerugian tidak hanya dialami maskapai penerbangan, namun juga otoritas bandara. Kerugian tersebut karena adanya penurunan pajak bandara dan biaya jasa pelayanan pesawat yang praktis berkurang selama bencana kabut asap.

"Persentase kerugian cukup besar yang dialami otoritas bandara selama bencana kabut asap dengan 'loss income' mencapai 50 persen. Kerugian maskapai penerbangan dan bandara ini hasil kajian maupun survei yang dilakukan BI," ucapnya.

Kepala BI Perwakilan Kalteng mengatakan kabut asap juga menyebabkan kerugian di sektor perdagangan, hotel dan restoran. Kerugian terbesar terlihat dari hasil pendataan terhadap pelaku perhotelan yang menyimpulkan kerugian mencapai Rp2,07 miliar.

Dia mengatakan dengan penurunan kegiatan ekonomi di beberapa sektor, maka bencana kabut asap yang terjadi selama September 2015 diperkirakan akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi tahunan Kalteng sebesar 0,04-0,10 persen.

"Apalagi perkiraan Badan Meteorologi, Klimatoligi dan Geofisika (BMKG), dampak bencana kabut asap ini akan berlanjut hingga November 2015," kata Nur. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menko Luhut Klaim Akan Tindak Perusahaan Pembakar Hutan

Menko Luhut Klaim Akan Tindak Perusahaan Pembakar Hutan

News | Selasa, 27 Oktober 2015 | 17:26 WIB

Banyuasin Siapkan Kawasan Pengungsian Korban Kabut Asap

Banyuasin Siapkan Kawasan Pengungsian Korban Kabut Asap

News | Selasa, 27 Oktober 2015 | 17:17 WIB

Meski Sudah Hujan, Asap Masih Kepung Aceh

Meski Sudah Hujan, Asap Masih Kepung Aceh

News | Selasa, 27 Oktober 2015 | 17:08 WIB

Pimpinan DPR Dukung Pembentukan Pansus Asap

Pimpinan DPR Dukung Pembentukan Pansus Asap

DPR | Selasa, 27 Oktober 2015 | 11:06 WIB

BMKG Deteksi 557 Titik Panas di Sumatera

BMKG Deteksi 557 Titik Panas di Sumatera

News | Selasa, 27 Oktober 2015 | 10:30 WIB

Terkini

Kapan TKA SMA 2026 Dilaksanakan? Simak Jadwal dan Ketentuan Resminya

Kapan TKA SMA 2026 Dilaksanakan? Simak Jadwal dan Ketentuan Resminya

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 08:49 WIB

Muktamar NU 2026 di Jombang, Hatim Gazali Dorong Lahirnya Pemimpin Berintegritas

Muktamar NU 2026 di Jombang, Hatim Gazali Dorong Lahirnya Pemimpin Berintegritas

Jatim | Senin, 03 Agustus 2026 | 08:45 WIB

Listrik Padam, Peternak Ayam Rugi Ratusan Juta, Kantor PLN Palangka Raya Disegel

Listrik Padam, Peternak Ayam Rugi Ratusan Juta, Kantor PLN Palangka Raya Disegel

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 08:43 WIB

Lagi! Guru Ngaji di Sukabumi Diduga Pelaku Pencabulan, Modusnya Bikin Geleng-geleng

Lagi! Guru Ngaji di Sukabumi Diduga Pelaku Pencabulan, Modusnya Bikin Geleng-geleng

Jabar | Senin, 03 Agustus 2026 | 08:39 WIB

Update Harga HP Samsung Terbaru Agustus 2026: Seri Galaxy A, S, hingga Z

Update Harga HP Samsung Terbaru Agustus 2026: Seri Galaxy A, S, hingga Z

Tekno | Senin, 03 Agustus 2026 | 08:37 WIB

Keajaiban Membaca dalam When You Love a Book Karya Kaz Windness

Keajaiban Membaca dalam When You Love a Book Karya Kaz Windness

Your Say | Senin, 03 Agustus 2026 | 08:35 WIB

Daftar Kapal Penyelamat Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II

Daftar Kapal Penyelamat Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II

Sulsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Bernafsu Kalahkan Timnas Indonesia, Pelatih Vietnam Berencana Pakai Jimat di Pakansari

Bernafsu Kalahkan Timnas Indonesia, Pelatih Vietnam Berencana Pakai Jimat di Pakansari

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Penjelasan Mengapa Larangan Kuota Hangus Bisa Bikin Harga Internet Makin Mahal

Penjelasan Mengapa Larangan Kuota Hangus Bisa Bikin Harga Internet Makin Mahal

Tekno | Senin, 03 Agustus 2026 | 08:28 WIB

Ratusan Korban KMP Mutiara Santosa II Dievakuasi ke Tanjung Perak, Proses Identifikasi Berlangsung

Ratusan Korban KMP Mutiara Santosa II Dievakuasi ke Tanjung Perak, Proses Identifikasi Berlangsung

Jatim | Senin, 03 Agustus 2026 | 08:27 WIB

×