Inilah 3 Fokus BI Untuk Kembangkan Ekonomi Syariah

Adhitya Himawan

Jum'at, 30 Oktober 2015 | 15:16 WIB
Inilah 3 Fokus BI Untuk Kembangkan Ekonomi Syariah
Tahun Pasar Modal Syariah

Dalam pengembangan konsep non tunai untuk mendukung transaksi keuangan syariah, Bank Indonesia menfokuskan kebijakannya pada tiga aspek utama. Pertama, pengembangan instrumen/layanan non tunai dilakukan dengan mengacu pada prinsip syariah, dan sesuai dengan karakteristik masyarakat muslim. Kedua, pengembangan dilakukan dengan berbasis pada inovasi. Ketiga, dukungan ekosistem e-payment yang merupakan faktor penting untuk menjaga keberlangsungan layanan non tunai. Adanya dukungan tersebut membuat transaksi keuangan menjadi lebih mudah diakses dan efisien. Demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ronald Waas, dalam sambutannya pada acara Seminar Layanan Non Tunai untuk Pembayaran Wakaf, Infak dan Shadaqah di Surabaya, (30/10/2015).

Seminar diselenggarakan sebagai bagian dari acara Festival Ekonomi Syariah Indonesia (Indonesia Shari’a Economic Festival – ISEF) 2015. Salah satu yang menjadi perhatian khusus dalam ISEF 2015 adalah pengembangan layanan nontunai, hingga mampu memfasilitasi transaksi keuangan syariah. Hal ini perlu dilakukan, mengingat masih banyaknya jumlah penduduk muslim di Indonesia yang belum terjangkau akses keuangan (unbanked). Di sisi lain, kebutuhan transaksi keuangan ritel dikalangan masyarakat muslim semakin meningkat, khususnya untuk pembayaran wakaf, infak dan shadaqah. Layanan nontunai diharapkan dapat memberi solusi bagi upaya perluasan akses keuangan di kalangan umat muslim Indonesia.

Salah satu potensi penggunaan nontunai dalam konteks keuangan syariah adalah dalam transaksi pembayaran wakaf, infak dan shadaqah. Oleh karena itulah, Bank Indonesia berencana untuk bekerja sama dengan lembaga-lembaga terkait agar ke depan, pembayaran wakaf, infak dan shadaqah dapat dilakukan dengan skema nontunai. Penyediaan layanan nontunai untuk pembayaran wakaf, infak dan shadaqah ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan pengalaman masyarakat dalam bertransaksi non tunai. Lebih jauh lagi, kemauan masyarakat untuk membuka diri dan mencoba bertransaksi keuangan diharapkan dapat menjadi titik awal yang strategis untuk melakukan edukasi keuangan, khususnya terkait transaksi non tunai.

Bentuk nyata telah dimulainya penggunaan layanan nontunai berbasis syariah adalah dengan masuknya Layanan Keuangan Digital (LKD) ke pondok pesantren. LKD merupakan layanan jasa sistem pembayaran dan keuangan yang menggunakan jasa pihak ketiga sebagai mitra, dengan memanfaatkan teknologi, diantaranya telepon seluler. Dengan teknologi yang dimiliki masyarakat luas, LKD ideal untuk digunakan dalam perluasan akses keuangan masyarakat ke sektor keuangan formal. Oleh karena itulah, melalui LKD, Bank Indonesia berinisiatif memfasilitasi sinergi antara pondok pesantren dengan penerbit uang elektronik.

Dalam kegiatan kali ini, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara 3 perusahaan telekomunikasi (PT Telkomsel, PT Indosat, dan PT XL Axiata), dengan dua pondok pesantren yaitu Daruut Tauhiid di Bandung, dan pondok pesantren putri Al-Mawaddah di Jawa Timur. Uji coba pada pondok pesantren Daruut Tauhid mengangkat model bisnis sinergi perusahaan telekomunikasi sebagai penyelenggara LKD, dengan unit usaha di pondok pesantren sebagai mitra LKD. Sementara untuk pondok pesantren putri Al-Mawaddah, kerjasama dilakukan dengan penggunaan LKD dalam memfasilitasi pembayaran uang sekolah, transfer dari orang tua santri kepada santri, serta penambahan fungsi merchant (penjual yang melayani transaksi LKD) pada unit usaha di pondok pesantren.

"Ke depan, koordinasi yang baik antara Bank Indonesia, Pemerintah, otoritas terkait, lembaga amil zakat, pondok pesantren dan pelaku industri sistem pembayaran, kesadaran dan kesediaan masyarakat untuk menggunakan layanan non tunai yang sesuai dengan prinsip syariah dalam aktivitas ekonomi sehari-hari diyakini akan meningkat.," imbuh Ronald

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Festival Ekonomi Syariah Indonesia Dibuka Hari Ini

Festival Ekonomi Syariah Indonesia Dibuka Hari Ini

Press Release | Rabu, 28 Oktober 2015 | 15:56 WIB

Indonesia Diprediksi Jadi Pasar Utama Syariah

Indonesia Diprediksi Jadi Pasar Utama Syariah

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2015 | 02:19 WIB

Ketua MPR Dorong Masyarakat Manfaatkan Perbankan Syariah

Ketua MPR Dorong Masyarakat Manfaatkan Perbankan Syariah

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2015 | 15:52 WIB

Jokowi: Pasar Keuangan Syariah Sangat Terbuka

Jokowi: Pasar Keuangan Syariah Sangat Terbuka

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2015 | 11:22 WIB

OJK Akan Buat Edaran Terkait Fatwa Hedging Syariah

OJK Akan Buat Edaran Terkait Fatwa Hedging Syariah

Bisnis | Jum'at, 03 April 2015 | 23:47 WIB

Dubai Jajaki Kerja Sama Ekonomi Syariah dengan Indonesia

Dubai Jajaki Kerja Sama Ekonomi Syariah dengan Indonesia

Bisnis | Sabtu, 07 Februari 2015 | 02:01 WIB

Jokowi Diminta Bentuk Satu Bank Syariah Nasional

Jokowi Diminta Bentuk Satu Bank Syariah Nasional

Bisnis | Minggu, 05 Oktober 2014 | 20:04 WIB

OJK Kembangkan Asuransi untuk Masyarakat dengan Penghasilan Rendah

OJK Kembangkan Asuransi untuk Masyarakat dengan Penghasilan Rendah

Bisnis | Jum'at, 25 April 2014 | 10:55 WIB

Terkini

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Sport | Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:43 WIB

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×