Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.670.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Pelindo: Tak Ada Monopoli Usaha Bongkar Muat

Ardi Mandiri

Senin, 30 November 2015 | 04:36 WIB
Pelindo: Tak Ada Monopoli Usaha Bongkar Muat
Ilustrasi bongkar muat.

Suara.com - Kepala Humas PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Persero, Edi Priyanto menegaskan perusahaanya sebagai salah satu BUMN Kepelabuhanan tidak melakukan monopoli terhadap kegiatan bongkar muat di sejumlah pelabuhan, dan masih memberikan kesempatan kepada pihak lain.

"BUMN Pelindo tidak melakukan monopoli usaha bongkar muat di Pelabuhan. Pelindo III juga masih memberikan kesempatan bekerja kepada asosiasi lain untuk tetap bekerja di Terminal Umum Pelabuhan Tanjung Emas yang dikelola oleh Pelindo III," ucap Edi dalam keterangan persnya di Surabaya, Minggu.

Penegasan itu disampaikan Edi sebagai sikap Pelindo III terkait laporan Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat (APBMI) Jawa Tengah, yang melaporkan Pelabuhan Tanjung Emas telah melakukan monopoli di pelabuhan setempat.

Menurut Edi, dalam laporannya APBMI meminta agar Polda Jateng memasang garis polisi atau "police line" di dermaga, agar tidak ada aktivitas.

Apabila tuntutan itu dipenuhi, kata Edi, akan menjadi preseden buruk karena berdampak pada terhambatnya peran Pelabuhan Tanjung Emas sebagai gerbang keluar masuknya barang, dan dikhawatirkan dapat berakibat pada lumpuhnya perekonomian daerah, khususnya Provinsi Jawa Tengah.

"Laporan APBMI Jateng tersebut adalah sah-sah saja karena semua warga negara memiliki hak yang sama untuk itu, namun BUMN Kepelabuhanan merupakan kepanjangan tangan kepentingan Pemerintah dalam percepatan pembangunan dan ekonomi melalui usaha kepelabuhanan," katanya.

Edi menjelaskan, BUMN Pelindo III Tanjung Emas juga telah menjalankan amanat pemerintah dengan membangun fasilitas kepelabuhanan dan melengkapi peralatan bongkar muat yang nilainya ratusan miliar sehingga pergerakan perdagangan dan ekonomi Jawa Tengah�semakin baik.

Sementara itu Direktur The National Maritime Institute (Namarin), Siswanto Rusdi menyebutkan laporan APBMI bisa merusak citra pelabuhan nasional di mata komunitas maritim global.

Menurut Rusdi, laporan itu terjadi karena kekurangpahaman para pihak terkait atas peraturan perundang-undangan yang mengatur eksistensi BUMN pelabuhan.

"Mereka beranggapan dengan diberlakukannya UU No 17 tahun 2008 tentang Pelayaran, semua pihak berada dalam posisi yang sejajar. Itu anggapan yang kurang tepat. UU tersebut, khususnya Pasal 344, memberi perlakuan khusus kepada BUMN Kepelabuhan. Namanya saja BUMN, wajar mereka dapat keistimewaan," ucap Rusdi.

Untuk itu dia berharap, pihak-pihak terkait dapat menerima keistimewaan yang dimiliki BUMN Kepelabuhanan dan menyetop segala upaya yang menganggu bisnis mereka.

"Jika bisnis BUMN Kepelabuhanan terganggu, pihak terkait itu akan terganggu pula bisnisnya. Karena pihak terkait itu adalah sub-sistem dari BUMN Kepelabuhanan," ujarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BKPM Dukung JIIPE Jadi Kawasan Logistik Berikat

BKPM Dukung JIIPE Jadi Kawasan Logistik Berikat

Bisnis | Rabu, 11 November 2015 | 11:35 WIB

Pelindo III Tambah 2 STS Crane di Pelabuhan Tanjung Perak

Pelindo III Tambah 2 STS Crane di Pelabuhan Tanjung Perak

Bisnis | Sabtu, 07 November 2015 | 15:53 WIB

Terkini

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:20 WIB

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:28 WIB

Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir

Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55 WIB

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:14 WIB