Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Darmin Beberkan Penyebab Melambatnya Ekonomi Indonesia

Ardi Mandiri | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Jum'at, 18 Desember 2015 | 09:14 WIB
Darmin Beberkan Penyebab Melambatnya Ekonomi Indonesia
Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. [Antara/Rivan Awal Lingga]

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan, perlambatan ekonomi yang menimpa Indonesia sepanjang 2015 akibat rangkaian panjang yang berlangsung lama.

Semua ini dimulai ketika Darmin menjabat sebagai Dirjen pajak sampai kini menjabat sebagai Menko Perekonomian. "Apa yang kita hadapi sekarang ini adalah gabungan dari dinamika global dengan apa yang kita kembangkan dan bangun selama beberapa belas tahun terakhir saat krisis yang melanda ASIA pada 1998," kata Darmin saat berbincang dengan media dalam sosialisasi paket kebijakan ekonomi di Hotel Aryaduta, Tangerang, Jumat (17/12/2015) malam.

Ia mengatakan, tak berapa lama Indonesia sudah bisa bangkit dari dampak krisis tersebut. Namun, pada awal 2006 saat diminta menjadi Dirjen pajak, terjadi beberapa krisis, seperti krisis Yunani, kebijakan moneter di Amerika Serikat, hingga situasi dalam negeri, yang menjadi penyebab berbagai persoalan saat ini.

Kondisi Yunani kala itu menyebar ke beberapa negara Eropa dan Asia. Dan Indonesia pun terkena dampaknya, meskipun kecil. Dampak bagi Indonesia dapat dilihat dari penurunan ekspor hasil Sumber Daya Alam (SDA) yang sebelumnya menopang perekonomian cukup besar.

"Waktu itu andalan eskpor kita SDA, tiba-tiba mulai merosot dengan cepat, itu satu perkembangan yang terjadi secara global. Dia tidak terlalu drasris, hanya karena ekonomi Cina belum kena waktu itu," ungkapnya.

Ekspor yang merosot tersebut juga berpengaruh terhadap transaksi berjalan (current account), dengan defisit yang semakin melebar. Defisit transaksi berjalan merangkak naik ke posisi 3 persen terhadap PDB. Kondisi semakin memburuk setelah akhir 2012, realisasi pertumbuhan ekonomi Cina tidak sesuai dengan ekspektasi.

"Situasi semakin buruk dalam persolannya ketika perlambatan ekonomi Cina juga terkena dampaknya. Pemerintahan baru kemudian mencoba menjawab itu," katanya.

Guna mengatasi permasalahan tersebut, presiden kala itu mengambil beberapa langkah seperti mempercepat investasi masuk dan mendorong realisasi belanja dari APBN lebih cepat dari biasanya.

"Tapi terkendala kalau investasi. Kenapa, ekonomi kan sedang melambat, bagaimana mau narik investasi. Ya salah satunya dengan mendorong belanja pemerintah," ungakpnya.

Permasalahan tidak hanya berhenti samapai di situ. Pada 2013 muncul masalah baru dimana Amerika Serikat yang memberikan sinyal penghentian stimulus dan berlanjut kepada kenaikan suku bunga acuan.

"AS waktu itu ada sinyal-sinyal mau menaikkan suku bunga. Terus kurs kembali bergejolak," ujar Darmin.

Untungnya, lanjut Darmin, pemerintah saat itu mampu menjaga inflasi meskipun pertengahan 2013 pemerintah menaikkan harga BBM, inflasi tidak lebih dari 8 persen.

"Inilah makanya mengapa perekonomian saat ini melambat, karena kejadian-kejadian dan persolan dimasa lalu," tegasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Sasaran Paket Kebijakan Ekonomi di 2016

Ini Sasaran Paket Kebijakan Ekonomi di 2016

Bisnis | Jum'at, 18 Desember 2015 | 03:02 WIB

Kebakaran Hutan Perlambat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kebakaran Hutan Perlambat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Bisnis | Selasa, 15 Desember 2015 | 15:57 WIB

Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Industri 2016 Diprediksi 20 Persen

Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Industri 2016 Diprediksi 20 Persen

Bisnis | Senin, 14 Desember 2015 | 18:44 WIB

APINDO Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2016 Hanya 5,5 Persen

APINDO Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2016 Hanya 5,5 Persen

Bisnis | Senin, 14 Desember 2015 | 14:11 WIB

Terkini

Pemerintah Indonesia dan Filipina Sepakat Kerja Sama Hilirisasi Industri Nikel

Pemerintah Indonesia dan Filipina Sepakat Kerja Sama Hilirisasi Industri Nikel

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:35 WIB

Jumlah Armada Taksi Bluebird Tembus 26 Ribu Setelah 54 Tahun Berdiri

Jumlah Armada Taksi Bluebird Tembus 26 Ribu Setelah 54 Tahun Berdiri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:31 WIB

Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi

Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:15 WIB

Emiten PSGO Raup Pendapatan Tembus Rp2,55 Triliun, Ini Pendorongnya

Emiten PSGO Raup Pendapatan Tembus Rp2,55 Triliun, Ini Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:13 WIB

Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia

Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:50 WIB

Pertamina - Badan Gizi Nasional Bersinergi Menjadikan Minyak Jelantah sebagai Bahan Bakar Pesawat

Pertamina - Badan Gizi Nasional Bersinergi Menjadikan Minyak Jelantah sebagai Bahan Bakar Pesawat

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:38 WIB

Pertamina Jajaki Penguatan Kerja Sama dengan EOG Resources untuk Dorong Peningkatan Produksi Migas

Pertamina Jajaki Penguatan Kerja Sama dengan EOG Resources untuk Dorong Peningkatan Produksi Migas

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:31 WIB

BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Bukti Laba dan Fundamental Tetap Kuat

BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Bukti Laba dan Fundamental Tetap Kuat

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:22 WIB

Siasat di Balik Dubai Baru di Bali, Surga Pajak Buat Para Orang Super Kaya

Siasat di Balik Dubai Baru di Bali, Surga Pajak Buat Para Orang Super Kaya

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:21 WIB

Purbaya Ungkap Sumber Dana Bond Stabilization Fund Demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah

Purbaya Ungkap Sumber Dana Bond Stabilization Fund Demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:13 WIB