Pengamat: Pembangunan 13 Waduk Tak Akan Segera Dongkrak Pertanian

Adhitya Himawan

Jum'at, 25 Desember 2015 | 14:17 WIB
Pengamat: Pembangunan 13 Waduk Tak Akan Segera Dongkrak Pertanian
Waduk Logung di Kudus Jawa Tengah sedang dibangun [Antara/Yusuf Nugroho]

Suara.com - Pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia Khudori mengatakan pembangunan 13 waduk yang sudah dilakukan Pemerintahan Presiden Joko Widodo tidak akan serta merta mendongkrak produksi pertanian pangan di Indonesia. Tanpa upaya membangun basis produksi pangan yang baru di luar Pulau jawa, upaya tersebut tidak akan signifikan. 

Khudori mengatakan upaya pemerintahan sekarang patut diapresiasi. Sebab meskipun pembangunan 13 waduk tersebut tidak akan secara cepat mengatasi kekurangan produksi pangan, terutama beras, namun kebijakan tersebut akan memberikan pondasi yang baik untuk pembangunan pertanian secara jangka panjang. "Harus diakui, selama 10 tahun pemerintahan Soesilo Bambang Yudhoyono, masalah kekurangan waduk, kerusakan saluran irigasi pertanian praktis tidak disentuh. Bahkan di akhir masa pemerintahannya, 52 persen saluran irigasi di Indonesia dalam keadaan rusak," kata Khudori saat dihubungi Suara.com di Jakarta, Jumat (25/12/2015).

Hanya saja Khudori menegaskan pembangunan 13 waduk di seluruh Indonesia yang sudah dimulai sepanjang 2015 tidak akan serta merta cepat dirasakan dampaknya. Bahkan meskipun pemerintah telah merehabilitasi lebih dari 50 persen saluran irigasi yang rusak sepanjang tahun ini, upaya tersebut tetap belum cukup. "Faktanya lahan pertanian kita semakin terbatas. 52 persen basis produksi pangan kita berasal dari Jawa. Padahal Jawa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi banyak mengalami tekanan alih fungsi lahan pertanian untuk peruntukan permukiman, kawasan industri dan sebagainya," ujar Khudori.

Oleh sebab itu, pemerintah harus secara bertahap memperluas lahan pertanian pangan di luar Jawa. Pemerintah bisa menggunakan sebagian lahan kritis, lahan gundul, atau lahan tidak produktif yang dibawah penguasaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk dikelola Kementerian Pertanian. "Jokowi harus menambah perluasan lahan pertanian 9 juta hektare serta menambah luas kepemilihan lahan petani dari yang semula 0,3 hektare menjadi minimal 2 hektare. Walaupun harus diakui, tingkat kesuburan lahan di luar Jawa masih kalah dengan Jawa untuk komoditi tanaman pangan," jelas Khudori.

Sebagaimana diketahui, pemerintah telah memulai proses pembangunan 13 waduk di seluruh Indonesia sepanjang tahun ini. Tiga waduk terakhir telah ditandatangani kontrak pembangunannya pada Selasa (24/11/2015). Adapun 13 waduk tersebut yang sedang dibangun antara lain : Waduk Keureto di Aceh, Waduk Seigong di Kepulauan Riau, Waduk Karian di Banten, Waduk Logung di Jawa Tengah,  Waduk Telaga Waja di Bali,  Waduk Tapin di Kalimantan Selatan, Waduk Passeloreng di Sulawesi Selatan,  Waduk Lolak di Sulawesi Utara, Waduk Raknamo di Nusa Tengggara Timur (NTT), Waduk Rotiklod di NTT, Waduk Tanju di Nusa Tenggara Barat (NTB), Waduk Mila di NTB, Waduk Bintang Bano di NTB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mulsa Perak Jadi Senjata Petani Lawu Hadapi Musim Kemarau

Mulsa Perak Jadi Senjata Petani Lawu Hadapi Musim Kemarau

Foto | Selasa, 22 September 2026 | 18:22 WIB

Mengapa Indonesia Alami Paceklik Beras Premium?

Mengapa Indonesia Alami Paceklik Beras Premium?

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 16:39 WIB

RI Swasembada Beras, Mentan Klaim Efeknya Bikin Harga Global Anjlok hingga Petani Asing Demo

RI Swasembada Beras, Mentan Klaim Efeknya Bikin Harga Global Anjlok hingga Petani Asing Demo

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:39 WIB

Mentan Bongkar Modus Penipuan Beras Fortifikasi, Kerugian Tembus Rp 89 T

Mentan Bongkar Modus Penipuan Beras Fortifikasi, Kerugian Tembus Rp 89 T

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:20 WIB

Mentan Minta Mafia Pangan dan Beras Ilegal Dihukum 20 Tahun Penjara, Rugikan 115 Juta Petani

Mentan Minta Mafia Pangan dan Beras Ilegal Dihukum 20 Tahun Penjara, Rugikan 115 Juta Petani

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:17 WIB

Debit Air Menyusut, Waduk Saradan Disulap Jadi Lahan Padi

Debit Air Menyusut, Waduk Saradan Disulap Jadi Lahan Padi

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 10:00 WIB

Apa Beda Beras Fortifikasi dan Beras Biasa? Mentan Temukan 25 Produk Palsu, Ini Daftar Mereknya

Apa Beda Beras Fortifikasi dan Beras Biasa? Mentan Temukan 25 Produk Palsu, Ini Daftar Mereknya

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 14:11 WIB

Hilirisasi Agro Berpotensi Tambah PDB hingga 10 Kali Lipat, Ini Strateginya

Hilirisasi Agro Berpotensi Tambah PDB hingga 10 Kali Lipat, Ini Strateginya

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:39 WIB

Kementan Ungkap Dugaan Penipuan Beras Fortifikasi, 25 Merek Jadi Temuan

Kementan Ungkap Dugaan Penipuan Beras Fortifikasi, 25 Merek Jadi Temuan

Video | Rabu, 16 September 2026 | 18:55 WIB

Kementan Targetkan Ekspor 10.000 Ton Beras ke Palestina

Kementan Targetkan Ekspor 10.000 Ton Beras ke Palestina

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 17:06 WIB

Terkini

Mimpi Pensiun Dini Gen Z: Antara Ambisi FIRE dan Realita Gaji UMR

Mimpi Pensiun Dini Gen Z: Antara Ambisi FIRE dan Realita Gaji UMR

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 07:45 WIB

Penerima Bansos Terlibat Judol dan Pinjol di Pekanbaru Langsung Dicoret

Penerima Bansos Terlibat Judol dan Pinjol di Pekanbaru Langsung Dicoret

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 07:36 WIB

Di Depan PBB, Donald Trump Tuduh Iran Biang Kerok Perang Terus Meledak: Mereka Tolak Perdamaian

Di Depan PBB, Donald Trump Tuduh Iran Biang Kerok Perang Terus Meledak: Mereka Tolak Perdamaian

News | Rabu, 23 September 2026 | 07:34 WIB

4 Efek Samping Pakai Air Mawar dan Cara Mengatasinya

4 Efek Samping Pakai Air Mawar dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 07:27 WIB

Pangeran Harry Garap Dokumenter Putri Diana, Peringati 30 Tahun Kepergian Sang Ibu

Pangeran Harry Garap Dokumenter Putri Diana, Peringati 30 Tahun Kepergian Sang Ibu

Entertainment | Rabu, 23 September 2026 | 07:25 WIB

Milk & Mocha: Ketika Momen Kecil Ternyata Tak Selalu Membekas

Milk & Mocha: Ketika Momen Kecil Ternyata Tak Selalu Membekas

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 07:25 WIB

Cara Membedakan Keringat Biasa vs Sunscreen Luntur Saat Cuaca Panas Terik, Cek Tandanya

Cara Membedakan Keringat Biasa vs Sunscreen Luntur Saat Cuaca Panas Terik, Cek Tandanya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 07:20 WIB

Masker Mata yang Bagus Merk Apa? Ini 5 Rekomendasi Produknya

Masker Mata yang Bagus Merk Apa? Ini 5 Rekomendasi Produknya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 07:18 WIB

Skuad Timnas Indonesia Berubah Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Dony Tri dan Yakob Sayuri Dicoret

Skuad Timnas Indonesia Berubah Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Dony Tri dan Yakob Sayuri Dicoret

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 07:17 WIB

Oktober Berpotensi Jadi Puncak Panas Jateng, BMKG Wanti-wanti Dehidrasi dan Kebakaran

Oktober Berpotensi Jadi Puncak Panas Jateng, BMKG Wanti-wanti Dehidrasi dan Kebakaran

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 07:16 WIB

×