Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

PLTS di Kupang yang Terbesar di Indonesia

Liberty Jemadu

Minggu, 27 Desember 2015 | 22:31 WIB
PLTS di Kupang yang Terbesar di Indonesia
Presiden Joko Widodo, Menteri ESDM, Sudirman Said, dan Direktur PT LEN Industri, Abraham Mose, meninjau fasilitas PLTS di Oelpuah, Kupang, NTT, Minggu (27/12) [Antara].

Suara.com - Direktur PT (Persero) LEN Industri, Abraham Mose, mengatakan pembangunan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Oelpuah, sekitar 20 km timur Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, merupakan yang terbesar Indonesia.

"Instalasi PLTS berkapasitas 5 MW ini merupakan yang terbesar di Indonesia dan karya anak bangsa sendiri," katanya ketika peresmian instalasi tersebut oleh Presiden Joko Widodo di Desa Oelpuah, Kabupaten Kupang, Minggu (27/12/2015).

Ia mengatakan pembangunan instalasi PLTS tersebut merupakan kontribusi dari PT LEN Industri untuk mendukung program pemerintah dalam mengisi kekurangan energi listrik nasional yang saat masih sekitar 35.000 MW.

Abraham menambahkan keberhasilan pembangunan PLTS tersebut merupakan bantuan dan kerja sama yang terjalin dengan baik antara masyarakat Desa Oelpuah dengan PT LEN Industri sehingga pengoperasiannya sudah dijalankan.

"Kita sudah operasikan PLTS ini pada 8 Desember 2015 dan sudah masuk ke jalur Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang kapasitasnya mencapai 20 KV," ujarnya.

Ia mengatakan dari awal perencanaan pembangunan PLTS tersebut, direncanakan akan selesai dan diresmikan pada Juni 2016 namun dalam perjalanan pengerjaan dan penyelesiaannya hanya membutuhkan waktu sembilan bulan.

"Ini artinya lebih cepat dari yang diharapkan, sebab sebelumnya pembangunan PLTS ini dimulai pada Juni lalu dan rencananya baru akan diresmikan pada Juni 2016," tuturnya.

Menurut dia percepatan pembangunan instalasi PLTS tersebut, karena produksi modulnya sendiri merupakan produksi dalam negeri sehingga prosesnya juga lebih cepat dibandingakan harus mencari modul dari luar negeri.

PT LEN sendiri berencana akan mengembangkan PLTS di sejumlah daerah di NTT.

"Kami butuh 5 - 10 hektare untuk membangun lagi PLTS tersebut," katanya dan menambahkan pihaknya sudah menyampaikan hal ini kepada Gubernur NTT Frans Lebu Raya untuk mendukung program pembangunan PLTS di NTT. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kolaka Bakal Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Kolaka Bakal Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya

News | Senin, 12 Oktober 2015 | 08:50 WIB

5 Desa di Kalimantan Timur Diterangi Listik Tenaga Surya

5 Desa di Kalimantan Timur Diterangi Listik Tenaga Surya

News | Selasa, 03 Maret 2015 | 06:07 WIB

Jalur Sepeda di Belanda Bisa Hasilkan Listrik

Jalur Sepeda di Belanda Bisa Hasilkan Listrik

Tekno | Kamis, 13 November 2014 | 14:37 WIB

SMPN 19 Gunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya

SMPN 19 Gunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya

News | Rabu, 26 Februari 2014 | 15:45 WIB

Terkini

Minyakita Masih Mahal, CORE Sebut Produsen Sawit Lebih Pilih Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri

Minyakita Masih Mahal, CORE Sebut Produsen Sawit Lebih Pilih Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:46 WIB

Siapa Richard Muljadi? Cucu Konglomerat Terjerat Penipuan Batu Bara

Siapa Richard Muljadi? Cucu Konglomerat Terjerat Penipuan Batu Bara

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:36 WIB

Teknologi AI Bikin Purbaya Lebih Cepat Endus Pakaian Bekas Impor Ilegal

Teknologi AI Bikin Purbaya Lebih Cepat Endus Pakaian Bekas Impor Ilegal

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:36 WIB

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp393 Miliar dari Pasar Saham di Sesi I

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp393 Miliar dari Pasar Saham di Sesi I

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:09 WIB

BUMI Resmi Tak Bagikan Dividen, Ke Mana Larinya Laba Bersih Tahun 2025?

BUMI Resmi Tak Bagikan Dividen, Ke Mana Larinya Laba Bersih Tahun 2025?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

Melihat Keuangan RANS yang Pincang Jelang IPO: Laba Turun 41%, Masih Bergantung pada Raffi-Nagita

Melihat Keuangan RANS yang Pincang Jelang IPO: Laba Turun 41%, Masih Bergantung pada Raffi-Nagita

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:46 WIB

Industri Tekstil RI Tak Mampu Olah, Purbaya Pilih Musnahkan Pakaian Bekas Impor Ilegal

Industri Tekstil RI Tak Mampu Olah, Purbaya Pilih Musnahkan Pakaian Bekas Impor Ilegal

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:42 WIB

Profil INACO (PT Niramas Utama Tbk): Saham IPO, Kondisi Keuangan, dan Pemegang Saham

Profil INACO (PT Niramas Utama Tbk): Saham IPO, Kondisi Keuangan, dan Pemegang Saham

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:39 WIB

Finex: Kepatuhan dan Edukasi Lebih Penting daripada Janji Untung Trading

Finex: Kepatuhan dan Edukasi Lebih Penting daripada Janji Untung Trading

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:23 WIB

Purbaya Sepakat Polisi Hukum Pelaku Impor Pakaian Bekas Ilegal Pakai UU Pengelolaan Sampah

Purbaya Sepakat Polisi Hukum Pelaku Impor Pakaian Bekas Ilegal Pakai UU Pengelolaan Sampah

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:09 WIB