Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Dipicu Kelebihan Pasokan, Harga Minyak Dunia Kembali Anjlok

Suwarjono | Suara.com

Selasa, 26 Januari 2016 | 07:00 WIB
Dipicu Kelebihan Pasokan, Harga Minyak Dunia Kembali Anjlok
Ilustrasi Kebocoran Kilang Minyak [Shutterstock]

Suara.com - Harga minyak dunia merosot kembali pada Senin (Selasa WIB), menyerahkan sekitar setengah dari keuntungan mereka di dua sesi sebelumnya, dengan sedikit perubahan dalam situasi kelebihan pasokan untuk mempertahankan penguatan.

Di perdagangan New York, kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret merosot 1,85 dolar AS menjadi berakhir di 30,34 dolar AS per barel.

Di perdagangan London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Maret, menetap pada 30,50 dolar AS per barel, turun 1,68 dolar AS dari penutupan Jumat.

Para analis menjelaskan lonjakan 15 persen harga minyak mentah pada Kamis dan Jumat lalu, karena kombinasi langkah spekulatif dan ekspektasi bahwa badai salju yang melanda Pantai Timur AS akan mendorong tajam permintaan untuk minyak pemanas.

Gene McGillian dari Tradition Energy mengatakan lonjakan harga pekan lalu "sebagian besar penyesuaian posisi setelah jatuh ke posisi terendah 12-tahun." Tetapi tekanan kembali pada Senin, kata dia, akibat kekhawatiran lebih besar tentang pelambatan permintaan dan laporan Tiongkok bahwa Arab Saudi berencana untuk mendorong pekerjaan pembangunan energi tanpa mengurangi produksi.

"Pertanyaannya adalah, apakah kita akan bergerak terus lebih rendah dan menguji kembali terendah kami, dan sekarang, itu tidak tampak seperti ada sesuatu untuk menghentikan ini." Sementara itu James Williams dari WTRG Economics mengatakan bahwa sementara cuaca memberikan lonjakan singkat terhadap harga bahan bakar minyak di Amerika Serikat, ia tidak melihat ini akan berkelanjutan, sebagian karena suhu pasca badai diperkirakan akan menjadi sangat sejuk.

"Itu tidak begitu jauh lebih dingin dan, itu tidak berdampak pada minyak pemanas." Dia mengatakan, ia memperkirakan minyak mentah akan tenggelam kembali ke 30 dolar AS per barel atau "bahkan lebih rendah".

Pada Senin, ketua OPEC mengulangi kembali bahwa dia ingin para produsen minyak di luar Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk membantu mengurangi kelebihan pasokan global.

"Sangat penting pasar membahas masalah kelebihan persediaan," Sekretaris Jenderal OPEC Abdullah el-Badri mengatakan dalam sebuah konferensi di London.

"Ini harus dilihat sebagai sesuatu yang diatasi secaea bersama-sama OPEC dan non-OPEC." (Antara)

 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga Minyak Berhasil Naik dari Posisi Terendah Dalam 12 Tahun

Harga Minyak Berhasil Naik dari Posisi Terendah Dalam 12 Tahun

Bisnis | Jum'at, 22 Januari 2016 | 06:21 WIB

Meningkatnya Jumlah Pembelian Dongkrak Harga Minyak Dunia

Meningkatnya Jumlah Pembelian Dongkrak Harga Minyak Dunia

Bisnis | Jum'at, 22 Januari 2016 | 06:13 WIB

Dibayangi Konflik Arab Saudi vs Iran, Harga Minyak Dunia Turun

Dibayangi Konflik Arab Saudi vs Iran, Harga Minyak Dunia Turun

Bisnis | Rabu, 06 Januari 2016 | 05:42 WIB

Harga Minyak Dunia Pagi Ini Naik

Harga Minyak Dunia Pagi Ini Naik

Bisnis | Jum'at, 25 Desember 2015 | 07:10 WIB

Harga Minyak Dunia Kembali Jatuh Pagi Ini

Harga Minyak Dunia Kembali Jatuh Pagi Ini

Bisnis | Sabtu, 19 Desember 2015 | 12:25 WIB

Terkini

Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat

Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:06 WIB

Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah

Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:05 WIB

Hati-hati! Pinjol Ilegal Masih Marak, Incar Puluhan Ribu Korban

Hati-hati! Pinjol Ilegal Masih Marak, Incar Puluhan Ribu Korban

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:01 WIB

Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara

Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:52 WIB

Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah

Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:39 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:29 WIB

Purbaya Minta Investor Segera Serok Saham RI, Jamin Bakal Untung Banyak

Purbaya Minta Investor Segera Serok Saham RI, Jamin Bakal Untung Banyak

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:26 WIB

IHSG Masih Perkasa di Awal Perdagangan, Betah di Level 7.000

IHSG Masih Perkasa di Awal Perdagangan, Betah di Level 7.000

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:17 WIB

OJK Denda Rp85,04 Miliar ke 97 Pelaku Pasar Modal, Investor RI Tembus 26,49 Juta

OJK Denda Rp85,04 Miliar ke 97 Pelaku Pasar Modal, Investor RI Tembus 26,49 Juta

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:12 WIB

BI Perketat Syarat Beli Dolar AS, Ini Strategi Terbaru Penguatan Rupiah

BI Perketat Syarat Beli Dolar AS, Ini Strategi Terbaru Penguatan Rupiah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:06 WIB