Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Pemerintah Berencana Merevisi Target di APBN 2016

Pebriansyah Ariefana, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 28 Januari 2016 | 10:57 WIB
Pemerintah Berencana Merevisi Target di APBN 2016
Pengumuman paket kebijakan untuk mengatasi pelemahan ekonomi global di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (9/9). (Antara)

Suara.com - Pemerintah memprediksikan perlambatan ekonomi global masih akan berlanjut, bahkan belum pulih sepenuhnya di tahun 2016 ini.

Melihat tren perlambatan ekonomi global tersebut, pemerintah berencana akan melakukan revisi target-target yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016.

Hal tersebut dilakukan agar postur anggaran APBN 2016 sesuai dengan kondisi perekonomian yang ada saat ini. Baik disisi penerimaan dan pengeluaran harus seimbang.

"Memang ada arahan dari Pak Jusuf Kalla kalau APBN 2016 ini direvisi. Jadi semua harus jalan berimbang. Kalau penerimaannya naik, pengeluarannya juga kalau bisa dinaikkan, belanjanya dikurangin. Kalau nggak, masa nanti penerimaannya nggak ada, mau belanja pakai apa, masa kita mau ngutang-ngutang. Ini memang tujuannya agar postur anggarannya pas. Kondisi perekonomian sampai saat ini masih belum stabil, makanya perlu ada revisi," kata Staf Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi saat berbincang dengan suara.com di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Senin (27/1/2016) malam.

Salah satu indikator yang akan direvisi dari target APBN 2016 adalah dari sektor belanja, penerimaan terkecuali anggaran belanja pembangunan. Sofjan mengatakan, revisi APBN kali ini tidak hanya dikarenakan harga minyak dunia tang terus menunjukkan tren penurunan atau perlambatan ekonomi Cina atau isu yang sedang beredar saat ini. Melainkan, revisi ini dilakukan berdasarkan realisasi di 2015 yang masih belum maksimal.

"Ini berdasarkan realisasi di 2015. Makanya ini harus dicari jalan keluarnya agar tahun ini postur APBN-nya lebih baik lagi dari sisi pengeluaran dan penerimaannya," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Darmin Nasution: Pemerintah Masih Kaji Perubahan APBN 2016

Darmin Nasution: Pemerintah Masih Kaji Perubahan APBN 2016

Bisnis | Senin, 18 Januari 2016 | 11:46 WIB

Kemenkeu Dapat Pre-Funding Rp63,4Triliun di Januari 2016

Kemenkeu Dapat Pre-Funding Rp63,4Triliun di Januari 2016

Bisnis | Senin, 04 Januari 2016 | 22:17 WIB

Target Penerimaan Pajak Tahun 2016 Harus Direvisi

Target Penerimaan Pajak Tahun 2016 Harus Direvisi

Bisnis | Rabu, 30 Desember 2015 | 13:38 WIB

Revisi Penerimaan Pajak 2016 Masih Dikaji

Revisi Penerimaan Pajak 2016 Masih Dikaji

Bisnis | Selasa, 22 Desember 2015 | 14:06 WIB

4 Bank BUMN Salurkan Dana APBN 2016

4 Bank BUMN Salurkan Dana APBN 2016

Bisnis | Kamis, 17 Desember 2015 | 18:57 WIB

Terkini

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:40 WIB

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:35 WIB

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:29 WIB

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:20 WIB

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:13 WIB

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:33 WIB

MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?

MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:25 WIB

Dorong Kolaborasi Hijau, Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim

Dorong Kolaborasi Hijau, Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:32 WIB

Harga Durian Anjlok, Musang King Dijual Rp23 Ribu per Kg

Harga Durian Anjlok, Musang King Dijual Rp23 Ribu per Kg

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:10 WIB

Rekap Hari Ini: IHSG Ambruk, Rupiah Anjlok!

Rekap Hari Ini: IHSG Ambruk, Rupiah Anjlok!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:03 WIB